Lion Air Group Diprotes Lagi, Kini Wings Air, Ini Kronologisnya

Siswanto | Suara.com

Jum'at, 10 Juni 2016 | 11:43 WIB
Lion Air Group Diprotes Lagi, Kini Wings Air, Ini Kronologisnya
Pesawat Wings Air (Antara)

Suara.com - Manajemen Lion Air Group kembali menjadi sorotan konsumen. Kali ini kasusnya menimpa salah satu pesawat mereka, Wings Air.

Secara online, penumpang Wings Air bernama Taufiq menyampaikan protes atas layanan petugas maskapai. Taufiq merupakan penumpang rute Rote Ndao tujuan Kupang dengan nomor penerbangan IW 1936 pada Rabu (8/6/2016). Dia berharap protes ini didengar Kementerian Perhubungan agar melakukan audit investigasi terhadap Lion Air Grup tidak terbatas hanya manajemen ground handling, tetapi hingga manajemen keselamatan penumpang. 

"Seperti biasa saya check in di counter Wings Air. Koper saya diminta untuk ditimbang, hasilnya 7,45 kilogram dan diminta masuk dalam bagasi. Awalnya saya menolak karena selama ini bisa masuk dalam bagasi kabin pesawat. Tapi akhirnya saya bersedia memasukkannya dalam bagasi karena beratnya lebih dari 7 kilogram," kata Taufiq.

Tidak lama kemudian, kata Taufiq, muncul panggilan boarding. Pada saat akan memasuki pesawat, dia melihat kopilot ada di bawah dan menginstruksikan kepada petugas ground handling agar para penumpang tidak sekaligus, tapi tiap lima orang.

"Saya juga mendengar bahwa jika tidak dilaksanakan pesawat bisa terguling (tipe pesawat ATR 72-500). selama saya naik pesawat ATR baru kali ini proses boarding dilakukan tiap lima orang, apalagi mendengar bahwa jika dilakukan dengan cara tersebut pesawat bisa terguling," katanya.

Taufiq menambahkan akhirnya semua penumpang duduk di kursi masing-masing. Sekitar 20 menit, pesawat tidak kunjung bergerak. Kemudian petugas ground handling mengumumkan (tanpa pengeras suara) bahwa pesawat kelebihan muatan dan meminta kerelaan tiga orang penumpang untuk tidak ikut terbang untuk mengurangi beban.

Setelah beberapa saat (kira-kira 5-10 menit) ada tiga orang penumpang yang rela untuk tidak terbang. Anehnya, kata Taufiq, pramugari mengatakan bahwa ketiga penumpang tersebut untuk kembali duduk dan pesawat segera take off.

"Selama proses take off sampai mendarat, banyak penumpang, termasuk saya merasa was-was karena sebelumnya diumumkan bahwa pesawat kelebihan beban dan tidak akan terbang jika tidak ada pengurangan beban (meminta tiga orang penumpang untuk tidak ikut terbang)," katanya.

Sekitar jam 17.10 WITA pesawat mendarat dengan selamat di Bandara El Tari Kupang, walaupun dengan hard landing. Setelah itu, kata Taufiq, seperti biasa para penumpang turun dari pesawat dan menunggu di ruang pengambilan bagasi.

"Keanehan kedua terjadi saat mobil yang biasanya digunakan untuk mengambil bagasi di pesawat untuk kemudian diantar ke belt conveyor tidak membawa satu pun tas, koper, dus untuk diletakkan di belt conveyor," kata dia.

Setelah sekitar 10 menit menunggu, Taufiq menanyakan ke petugas Lion mengenai bagasi.

"Saya terkejut ketika petugas tersebut mengatakan bahwa semua bagasi penumpang diturunkan di Bandara Rote Ndao untuk mengurangi beban sehingga pesawat bisa terbang ke Kupang. para penumpang diminta untuk menunjukkan boarding pass, label bagasi dan KTP untuk kemudian didata. Penumpang diminta untuk mengambil bagasi di Bandara El Tari pada tanggal 9 Juni 2016 jam 16.30 WITA," katanya.

Taufiq dan beberapa penumpang tentu saja tidak terima dengan kejadian itu.

"Karena, pertama, besok pagi kami ada penerbangan menuju kota lain. Kedua, sudah ada tiga penumpang yang tadi secara sukarela untuk tidak terbang. Ketiga, penurunan bagasi para penumpang tidak dikonfirmasi ke kami," katanya.

Taufiq menambahkan di antara tiga penumpang, ada satu orang yang tasnya berisi obat penyakit gula (injeksi) yang ikut tertinggal. Menurut penumpang tersebut, saat di Rote dia telah menjelaskan ke petugas check in bahwa tasnya berisi obat gula darah dia dan tidak perlu masuk bagasi, tapi petugas tetap memaksa agar tas masuk bagasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

YLKI Desak Pilot Lion Air Dipidana

YLKI Desak Pilot Lion Air Dipidana

News | Rabu, 11 Mei 2016 | 07:56 WIB

Sengketa Bandara, Lion Air Group Belum Terima Salinan Putusan MA

Sengketa Bandara, Lion Air Group Belum Terima Salinan Putusan MA

Bisnis | Jum'at, 11 Maret 2016 | 14:18 WIB

Lion Air Group: Tak Ada Pengalihan Kepemilikan Bandara Halim

Lion Air Group: Tak Ada Pengalihan Kepemilikan Bandara Halim

Bisnis | Jum'at, 11 Maret 2016 | 12:34 WIB

Terkini

3 Personel UNIFIL RI Terluka Lagi di Lebanon, Kemlu: Serangan Berulang Ini Tidak Dapat Diterima!

3 Personel UNIFIL RI Terluka Lagi di Lebanon, Kemlu: Serangan Berulang Ini Tidak Dapat Diterima!

News | Sabtu, 04 April 2026 | 15:31 WIB

Mendagri Tito Kerahkan Praja IPDN, Percepat Pemulihan Permukiman Terdampak Bencana

Mendagri Tito Kerahkan Praja IPDN, Percepat Pemulihan Permukiman Terdampak Bencana

News | Sabtu, 04 April 2026 | 14:43 WIB

Wujudkan Jakarta Terintegrasi, Pramono Wajibkan Gedung di Atas 4 Lantai Koneksi CCTV ke Pemprov

Wujudkan Jakarta Terintegrasi, Pramono Wajibkan Gedung di Atas 4 Lantai Koneksi CCTV ke Pemprov

News | Sabtu, 04 April 2026 | 14:05 WIB

Ditetapkan Sebagai Tersangka, Dittipideksus Bareskrim Cekal Founder PT DSI

Ditetapkan Sebagai Tersangka, Dittipideksus Bareskrim Cekal Founder PT DSI

News | Sabtu, 04 April 2026 | 13:50 WIB

Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap

Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap

News | Sabtu, 04 April 2026 | 13:27 WIB

Mediasi Buntu, Iran Tolak Mentah-mentah Tawaran Gencatan Senjata AS

Mediasi Buntu, Iran Tolak Mentah-mentah Tawaran Gencatan Senjata AS

News | Sabtu, 04 April 2026 | 13:07 WIB

Jenguk 72 Siswa di Jaktim yang Keracunan Makanan, Pramono: Kondisinya Mulai Stabil

Jenguk 72 Siswa di Jaktim yang Keracunan Makanan, Pramono: Kondisinya Mulai Stabil

News | Sabtu, 04 April 2026 | 12:53 WIB

Tragis! Niat Cari Makan, Karyawan Laundry Tewas Tersambar KRL di Pancoran

Tragis! Niat Cari Makan, Karyawan Laundry Tewas Tersambar KRL di Pancoran

News | Sabtu, 04 April 2026 | 11:42 WIB

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Said Abdullah Desak PBB Seret Israel ke Mahkamah Pidana Internasional

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Said Abdullah Desak PBB Seret Israel ke Mahkamah Pidana Internasional

News | Sabtu, 04 April 2026 | 11:02 WIB

Perkuat Hak Saksi dan Korban, Komisi XIII DPR dan Pemerintah Mulai Bahas RUU PSDK dengan 491 DIM

Perkuat Hak Saksi dan Korban, Komisi XIII DPR dan Pemerintah Mulai Bahas RUU PSDK dengan 491 DIM

News | Sabtu, 04 April 2026 | 10:40 WIB