Isu 30 M Mengalir ke Teman Ahok, KPK: Kami Tak Mikir Politik

Siswanto, Nikolaus Tolen

Jum'at, 17 Juni 2016 | 13:12 WIB
Isu 30 M Mengalir ke Teman Ahok, KPK: Kami Tak Mikir Politik
Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan [suara.com/Oke Atmaja]
Beberapa waktu yang lalu, Komisi Pemberantasan Korupsi memberi sinyal akan menerbitkan surat perintah penyelidikan atas dugaan aliran dana sebesar Rp30 miliar dari pengembang reklamasi Teluk Jakarta kepada relawan Teman Ahok, organisasi pendukung Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama maju ke pilkada Jakarta melalui jalur non partai.
 
Ketika perkembangannya ditanyakan lagi, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan bahwa KPK tak akan terjebak pada kepentingan politik.
 
"KPK tak mikir politik. KPK penegak hukum, tak mikir urusan politik," kata Basaria, Jumat (17/6/2016).
 
Basaria mengatakan KPK bekerja secara profesional dalam menangai setiap kasus.
 
Terkait dugaan aliran dana ke Teman Ahok, katanya, tentu KPK tak akan mengesampingkannya. 
 
"Sepanjang KPK bisa membuktikan dua alat bukti itu, ya silakan saja, tak usah mikir politik. Tapi kalau penyidik kita tak bisa menemukan alat bukti itu, ya jangan dipaksakan juga. Jangan dicampurkan antara politik dan tindakan hukum. Penegakan hukum itu harus berdasarkan fakta dan bukti," katanya.
 
Basaria mengatakan saat ini masih pada tahap pengumpulan barang bukti dan keterangan.
 
"Informasi yang didapat KPK dilakukan pulbaket di Dumas(pengaduan masyarakat). Pulbaket ini sekarang sedang dilakukan kalau menurut dari tim lidik perlu dinaikan ke penyelidikan baru akan dinaikan ke penyelidikan," kata Basaria.
 
Isu ini berawal dari rapat dengar pendapat pada Rabu (15/6/2016). Anggota Fraksi PDI Perjuangan Junimart mempertanyakan adanya informasi yang dia terima bahwa ada aliran dana dari pengembang ke Teman Ahok.

"Kami dapat info, ada dana pengembang reklamasi sebesar Rp30 miliar untuk Teman Ahok. Dana tersebut disalurkan lewat Sunny dan Cyrus. Saya nggak tahu apakah KPK sudah memeriksa orang yang bernama Cyrus yang dipecat karena mengetahui aliran dana soal reklamasi ini. Tolong dijawab," kata Junimart.

Menanggapi hal tersebut, Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan kasus suap dalam pembahasan dua raperda reklamasi Teluk Jakarta akan segera dinaikkan tingkatnya.

"Reklamasi akan segera menaikkan ke penuntutan, masalah suapnya, masalah yang tadi disampaikan akan mengeluarkan surat penyelidikan, kelihatannya ada yang cukup besar dan perlu waktu cukup lama dan kita masih teliti," kata Agus.

Salah satu inisiator Teman Ahok Singgih Widiastono sudah membantah isu tersebut.

"Tidak ada," kata Singgih kepada Suara.com.

Singgih mengaku kaget dengan munculnya isu tersebut.

"Ini agak aneh, kok kami dibawa-bawa," tutur Singgih.

Agus Rahardjo menyatakan sedang menyiapkan surat perintah penyelidikan atas dugaan aliran uang dari pengembang kepada teman Ahok.

Menanggapi hal tersebut, Singgih mempersilakan penyidik KPK untuk menyelidiki keuangan Teman Ahok. Singgih mengatakan organisasinya sangat terbuka.

"Kami siap. Silakan, kami terbuka untuk diselidiki. Dan kami kan terbuka. kami," kata dia.

Singgih mengatakan sumber uang untuk kegiatan operasional relawan Teman Ahok selama ini berasal dari hasil penjualan merchandise.

"Kami dana operasionalnya dari merchandise, tak ada yang lain-lain," kata dia.

Ketika ditanya, darimana isu tersebut muncul kalau tak ada dasarnya? Singgih mengatakan tidak tahu.

"Kami belum tahu yang berkembang seperti apa. Kami prinsipnya siap saja diselidiki. Kami melakukan hal yang benar selama ini," katanya.

Staf Ahok, Sunny Tanuwidjaja, juga menyatakan tak tahu menahu perihal aliran dana tersebut, apalagi disebutkan melalui dirinya.

"Nggak ada," kata Sunny usai diperiksa KPK sebagai saksi kasus dugaan suap pembahasan dua raperda tentang reklamasi Teluk Jakarta.

Ahok juga membantah ada aliran uang dari pengembang proyek reklamasi kepada Teman Ahok. Ahok menantang agar tuduhan tersebut dibuktikan.

Pendiri lembaga Cyrus Network, Hasan Nasbi, juga membantah. Dia menilai Junimart sebagai orang partai politik yang tengah kalap melihat dukungan publik kepada Ahok.

"Sekarang KTP sudah mau satu juta. Janji Ahok kan kalau satu juta dia (Ahok) mau ikut Teman Ahok. Nah ada yang kalap kayanya. Ngamuk di-injury time," kata Hasan, Kamis (16/6/2016).

Hasan tidak terkejut dengan peristiwa terakhir ini. Dia menilai tentu saja banyak lawan politik yang akan menyerang Ahok dengan berbagai isu.

"Biarin sajalah ya. Pasti ada partai-partai yang enggak suka dengan gerakan Teman Ahok. Mereka akan lakukan segala cara untuk mendiskreditkan Teman Ahok," katanya.

Tetapi agar tak menimbulkan tanda tanya, Hasan meminta Junimart untuk membuktikan soal dugaan aliran dana ke Teman Ahok tersebut.

"Kalau dia nuduh-nuduh begitu ya suruh buktikan saja. Saya bisa bilang omongan dia nggak benar sama sekali," ujar Hasan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Demokrat Yakin Info Junimart soal 30 M ke Teman Ahok Ada Dasarnya

Demokrat Yakin Info Junimart soal 30 M ke Teman Ahok Ada Dasarnya

News | Jum'at, 17 Juni 2016 | 11:56 WIB

Buntut Pengusiran, Wartawan Balai Kota Protes Keras Ahok

Buntut Pengusiran, Wartawan Balai Kota Protes Keras Ahok

News | Kamis, 16 Juni 2016 | 21:42 WIB

Ahok Usir Wartawan, Lulung: Dia Kelihatan Banyak Masalah

Ahok Usir Wartawan, Lulung: Dia Kelihatan Banyak Masalah

News | Kamis, 16 Juni 2016 | 19:53 WIB

Mohamad Taufik Minta KPK Telusuri Isu Rp30 Miliar ke Teman Ahok

Mohamad Taufik Minta KPK Telusuri Isu Rp30 Miliar ke Teman Ahok

News | Kamis, 16 Juni 2016 | 16:51 WIB

Terkini

Don't Disturb Me Farming: Love-Hate yang Dibalut Pertanian dan Peternakan

Don't Disturb Me Farming: Love-Hate yang Dibalut Pertanian dan Peternakan

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 16:00 WIB

Kapasitas Data Center di Cikarang Terisi Penuh, NeutraDC Perluas Langkah Ekspansi Infrastruktur AI

Kapasitas Data Center di Cikarang Terisi Penuh, NeutraDC Perluas Langkah Ekspansi Infrastruktur AI

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 15:59 WIB

KP2MI - Barantin Teken MoU, Perkuat Pelindungan Pekerja Migran di Bandara dan Pelabuhan

KP2MI - Barantin Teken MoU, Perkuat Pelindungan Pekerja Migran di Bandara dan Pelabuhan

News | Selasa, 03 November 2026 | 15:59 WIB

Mutasi Besar-besaran Polri, 264 Perwira Bergeser: Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

Mutasi Besar-besaran Polri, 264 Perwira Bergeser: Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

News | Selasa, 03 November 2026 | 15:58 WIB

5 Hair Oil Terbaik untuk Atasi Rambut Rontok Mulai Rp40 Ribuan Biar Lebat Kembali!

5 Hair Oil Terbaik untuk Atasi Rambut Rontok Mulai Rp40 Ribuan Biar Lebat Kembali!

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 15:58 WIB

Suket Penyetaraan SMA Gibran Tak Sah, Demokrat Pelajari Serius Pertimbangan Hukum MA

Suket Penyetaraan SMA Gibran Tak Sah, Demokrat Pelajari Serius Pertimbangan Hukum MA

News | Selasa, 03 November 2026 | 15:55 WIB

Air Kelapa dan Limbah Tahu Bisa Jadi Bahan Sensor untuk Pantau Aktivitas Otot: Bagaimana Caranya?

Air Kelapa dan Limbah Tahu Bisa Jadi Bahan Sensor untuk Pantau Aktivitas Otot: Bagaimana Caranya?

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 15:55 WIB

Ulasan On Your Wedding Day: Ketika Melepaskan Menjadi Cara untuk Mencintai

Ulasan On Your Wedding Day: Ketika Melepaskan Menjadi Cara untuk Mencintai

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 15:55 WIB

Komisaris Krakatau Steel Tiba-tiba Mundur

Komisaris Krakatau Steel Tiba-tiba Mundur

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 15:52 WIB

Atasi Tekstur Kasar: 5 Refining Serum untuk Kulit Wajah Mulus

Atasi Tekstur Kasar: 5 Refining Serum untuk Kulit Wajah Mulus

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 15:50 WIB

×