Polres Sukabumi Sita 470 Butir Obat Terlarang

Adhitya Himawan

Rabu, 22 Juni 2016 | 08:00 WIB
Polres Sukabumi Sita 470 Butir Obat Terlarang
Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya merilis pengungkapan tindak pidana narkoba periode April-Mei 2016 di Jakarta, Senin (23/5/2016). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Jajaran Polres Sukabumi Kota, Jawa Barat menyita 470 butir obat terlarang merk Tramadol, dari seorang pemuda bernama Heri saat Operasi Beranting yang dilaksanakan pada Selasa, (21/6/2016) dini hari.

"Saat kami melakukan razia terhadap kelompok bermotor yang disinyalir anggota genk motor, ditemukan 470 butir tramadol dari seorang pemuda yang tengah nongkrong," kata Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Rustam Mansur di Sukabumi, Rabu (22/6/2016).

Menurutnya, pemilik obat terlarang yang masuk dalam daftar G atau peredarannya harus ada izin dari medis atau dokter, saat ini tengah dilakukan pemeriksaan. Diduga obat yang dilarang dijual bebas tersebut akan dijual lagi oleh si pemilik.

Sesuai Undang-Undang tentang Kesehatan, warga yang ingin menggunakan atau membeli obat tersebut harus ada surat/resep dari dokter dan harus sesuai penggunaan.

Diduga obat tersebut disalah gunakan oleh orang yang mengkonsumsi untuk menenangkan diri dan jika penggunaannya dalam jumlah banyak si pengguna akan berhalusinasi.

Maka dari itu, dengan banyaknya beredar obat terlarang tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat dan setiap apotik agar tidak menjual bebas obat-obatan yang masuk dalam daftar G di UU Kesehatan.

"Kami masih melakukan pemeriksaan kepada si pemilik dan tidak menutup kemungkinan akan dijerat dengan pasal di UU Kesehatan maupun UU Perlindungan Konsumen jika obat itu dierdarkan kembali," tambahnya.

Rustam mengatakan jika obat ini dikonsumsi tidak sesuai dengan resep dokter bisa mempengaruhi terhadap kesehatan si penggunanya, bahkan jika dikonsumsi secara terus menerus akan terjadi kerusakan di sel otaknya.

Di sisi lain, dari hasil Operasi Beranting yang dilakukan anggota Polres Sukabumi Kota selain menyita ratusan obat terlarang, turut disita sebanyak 43 unit sepeda motor yang tidak dilengkapi dengan surat-surat kepemilikan seperti STNK. Selain itu, motor tersebut juga menggunakan knalpot bising serta tidak dilengkapi alat keselamatan seperti kaca spion dan lain-lain.

Pada razia dadakan ini, polisi juga menangkap enam orang anggota genk motor Brigez dan saat ini para anggota berandalan bermotor itu masih dilakukan pemeriksaan oleh tim penyidik dari Satuan Reskrim Polres Sukabumi. Dari enam pemuda tersebut disita jaket kelompok genk motor bertuliskan Brigez.

"Dalam razia ini kami turunkan sebanyak 250 personel. Para personel yang melakukan razia langsung ke titik-titik yang disinyalir menjadi tempat berkumpulnya kelompok bermotor atau lokasi yang dijadikan tempat nongkrong di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kasus Pencabulan Marak, MUI Sukabumi Usul Perda Kekerasan Seksual

Kasus Pencabulan Marak, MUI Sukabumi Usul Perda Kekerasan Seksual

News | Sabtu, 18 Juni 2016 | 11:03 WIB

Sindikat Narkoba Internasional Gunakan Kebun Durian Jadi Markas

Sindikat Narkoba Internasional Gunakan Kebun Durian Jadi Markas

News | Jum'at, 17 Juni 2016 | 10:51 WIB

Polisi Musnahkan Puluhan Kilo Sabu Cair & Ratusan Ribu Ekstasi

Polisi Musnahkan Puluhan Kilo Sabu Cair & Ratusan Ribu Ekstasi

News | Kamis, 16 Juni 2016 | 14:15 WIB

Marak Narkoba, Pintu Masuk Bali Diperketat

Marak Narkoba, Pintu Masuk Bali Diperketat

News | Sabtu, 21 Mei 2016 | 09:14 WIB

Setiap Hari 40-50 Orang Tewas Akibat Narkoba

Setiap Hari 40-50 Orang Tewas Akibat Narkoba

News | Minggu, 15 Mei 2016 | 17:40 WIB

Pil Diduga Narkoba Ditemukan di Ruang Bupati Bengkulu Selatan

Pil Diduga Narkoba Ditemukan di Ruang Bupati Bengkulu Selatan

News | Kamis, 12 Mei 2016 | 01:29 WIB

Modus Baru, Sabu Coba Diselundupkan di Kepala Ikan

Modus Baru, Sabu Coba Diselundupkan di Kepala Ikan

News | Selasa, 10 Mei 2016 | 02:35 WIB

Indonesia Pimpin Pernyataan Bersama Soal Hukuman Mati

Indonesia Pimpin Pernyataan Bersama Soal Hukuman Mati

News | Kamis, 21 April 2016 | 05:07 WIB

Beri Contoh, Menhan Juga Jalani Tes Urine

Beri Contoh, Menhan Juga Jalani Tes Urine

News | Senin, 18 April 2016 | 10:02 WIB

Ternyata Sabu-sabu yang Beredar di Indonesia Produksi Malaysia

Ternyata Sabu-sabu yang Beredar di Indonesia Produksi Malaysia

News | Sabtu, 16 April 2016 | 20:14 WIB

Terkini

Janda di Labuhanbatu Dianiaya Besan Hingga Pingsan, Laporan Mandek di Meja Polisi?

Janda di Labuhanbatu Dianiaya Besan Hingga Pingsan, Laporan Mandek di Meja Polisi?

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:14 WIB

BRIN Minta Maaf atas Kesalahan Desain Lambang Garuda di Konten Hari Lahir Pancasila

BRIN Minta Maaf atas Kesalahan Desain Lambang Garuda di Konten Hari Lahir Pancasila

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:10 WIB

674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan

674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:42 WIB

Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19

Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:23 WIB

Menkes Bingung Harga Obat di RI 2-6 Kali Lebih Mahal dari Harga Pasar Global: Kita Harus Negosiasi

Menkes Bingung Harga Obat di RI 2-6 Kali Lebih Mahal dari Harga Pasar Global: Kita Harus Negosiasi

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:14 WIB

Respons PDIP Soal Keakraban Prabowo dan Megawati: Biasa Saja, Sudah Bersahabat Lama

Respons PDIP Soal Keakraban Prabowo dan Megawati: Biasa Saja, Sudah Bersahabat Lama

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:08 WIB

Papua Barat Punya Sekolah Berbasis Konservasi Pertama di Indonesia, Apa Beda dengan Sekolah Biasa?

Papua Barat Punya Sekolah Berbasis Konservasi Pertama di Indonesia, Apa Beda dengan Sekolah Biasa?

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:00 WIB

Suasana PN Jaksel Riuh! Gugatan Praperadilan Dikabulkan, Kasus Air Keras Andrie Yunus Berlanjut

Suasana PN Jaksel Riuh! Gugatan Praperadilan Dikabulkan, Kasus Air Keras Andrie Yunus Berlanjut

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 11:57 WIB

Nadiem Makarim: Chromebook Bikin Negara Hemat Triliunan, Mengapa Saya yang Dituntut?

Nadiem Makarim: Chromebook Bikin Negara Hemat Triliunan, Mengapa Saya yang Dituntut?

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 11:52 WIB

Fenomena Mas Bahlil Ganteng, Kala Kritik di Media Sosial Berbalik Jadi Keuntungan Politik

Fenomena Mas Bahlil Ganteng, Kala Kritik di Media Sosial Berbalik Jadi Keuntungan Politik

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 11:39 WIB