2 Teman Ahok Cari Perlindungan, Diancam Ormas Bocorkan Data Duit

Siswanto | Nikolaus Tolen | Suara.com

Rabu, 22 Juni 2016 | 19:24 WIB
2 Teman Ahok Cari Perlindungan, Diancam Ormas Bocorkan Data Duit
Pendiri komunitas Teman Ahok, Singgih Widiastono [suara.com/Nikolaus Tolen]
Salah satu pendiri Teman Ahok, Singgih Widyastono, tidak kaget dengan adanya berita siang tadi mengenai kesaksian lima bekas Teman Ahok di acara diskusi di Kafe Dua Nyonya, Cikini, Jakarta Pusat.
 
Pasalnya, satu jam sebelum acara diskusi itu, katanya, ada dua relawan Teman Ahok yang datang ke kantor pusat Teman Ahok di Pejaten, Jakarta Selatan, untuk melaporkan bahwa mereka mengalami intimidasi dari ormas untuk ikut bercerita mengenai adanya manipulasi data.

"Pukul sembilan tadi, saya didatangi seorang koordinator posko, dia datang dengan tergopoh-gopoh ketemu saya dan Amalia. Dia terima ancaman dari ormas" kata Singgih di Sekretariat Teman Ahok Pejaten Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu(22/6/2016).

Namun, Singgih enggan menyebutkan nama ormas yang dia maksud. Dia hanya menyebutkan ormas tersebut pernah menjadi relawan pendukung Joko Widodo dan Ahok di pilkada Jakarta tahun 2012.
 
"Tetapi yang pasti ormas itu di bawah salah satu parpol, organisasi sayap parpollah," kata Singgih.

Dua relawan Teman Ahok yang mendapatkan ancaman ormas kini ditempatkan di tempat yang aman.

Kedua relawan mengaku pernah diancam seseorang melalui telepon. Mereka diminta membeberkan data anggaran yang masuk ke Teman Ahok.
 
"Mereka harus beberkan itu sambil gunakan seragam Teman Ahok," kata Singgih.

Lantaran tidak mau berbohong, kedua relawan Teman Ahok kabur dan datang ke markas Teman Ahok untuk meminta perlindungan.

"Tadi adakan yang pakai seragam Teman Ahok? Dan informasi terbaru, dia baru saja ditelepon bahwa rumahnya sudah ditunggu dan diancam. Sangat disayangkan terjadi seperti ini,"kata Singgih.
 
Siang tadi, lima bekas Teman Ahok yang keluar karena dipecat memberikan kesaksian dalam diskusi bertajuk Satu Juta KTP Fakta atau Dusta, Teman Ahok Relawan atau Karyawan di Kafe Dua Nyonya Cikini, Jakarta Pusat, Antara lain, mereka mengungkapkan adanya dugaan manipulasi dalam proses pengumpulan KTP. Mereka juga mengaku kecewa dengan proses pengumpulan KTP yang dilakukan Teman Ahok. Selain itu, mereka juga mengungkapkan sistem honor kepada relawan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pendukung Ahok Bawa Keranda ke Monas Tunggu Habiburokhman Loncat

Pendukung Ahok Bawa Keranda ke Monas Tunggu Habiburokhman Loncat

News | Rabu, 22 Juni 2016 | 19:04 WIB

Ada Ormas di Balik Barisan Sakit Hati Teman Ahok

Ada Ormas di Balik Barisan Sakit Hati Teman Ahok

News | Rabu, 22 Juni 2016 | 18:57 WIB

Lulung Sebut Sejuta KTP Propaganda: Sejenis Psywar Politik

Lulung Sebut Sejuta KTP Propaganda: Sejenis Psywar Politik

News | Rabu, 22 Juni 2016 | 18:23 WIB

Ungkap Info, Teman Ahok: Lima Bekas Relawan Sudah Lama Dipecat

Ungkap Info, Teman Ahok: Lima Bekas Relawan Sudah Lama Dipecat

News | Rabu, 22 Juni 2016 | 17:54 WIB

Latar Belakang Bekas Teman Ahok yang Ungkap di Balik Sejuta KTP

Latar Belakang Bekas Teman Ahok yang Ungkap di Balik Sejuta KTP

News | Rabu, 22 Juni 2016 | 17:28 WIB

Terkini

Niat Mulia Berujung Duka: Pria Berbaju Koko Tewas Dihantam KRL Saat Lerai Tawuran di Duren Sawit

Niat Mulia Berujung Duka: Pria Berbaju Koko Tewas Dihantam KRL Saat Lerai Tawuran di Duren Sawit

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:28 WIB

Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan

Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:13 WIB

Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret

Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:09 WIB

Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah

Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:08 WIB

Jadi Tersangka, Pengemudi Pajero Sport Penabrak Pedagang Buah di Kalimalang Tak Ditahan

Jadi Tersangka, Pengemudi Pajero Sport Penabrak Pedagang Buah di Kalimalang Tak Ditahan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:03 WIB

Donald Trump akan Bahas Taiwan dengan Xi Jinping di Beijing

Donald Trump akan Bahas Taiwan dengan Xi Jinping di Beijing

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:01 WIB

10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi

10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:47 WIB

UU Guru dan Dosen Digugat ke MK, 'Pahlawan Tanpa Tanda Jasa' Digaji di Bawah UMR

UU Guru dan Dosen Digugat ke MK, 'Pahlawan Tanpa Tanda Jasa' Digaji di Bawah UMR

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:46 WIB

DPR Sebut Aspirasi Publik soal Reformasi Polri Sudah Terangkum di KUHAP Baru

DPR Sebut Aspirasi Publik soal Reformasi Polri Sudah Terangkum di KUHAP Baru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:36 WIB

Viral Wisatawan Jatuh dari Ayunan Tebing, Korban Sempat Teriak: Tali Tidak Kencang!

Viral Wisatawan Jatuh dari Ayunan Tebing, Korban Sempat Teriak: Tali Tidak Kencang!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:30 WIB