Didorong Jadi DKI 1, Kang Yoto Bicara Apa yang Dibutuhkan Jakarta

Siswanto | Welly Hidayat | Suara.com

Jum'at, 24 Juni 2016 | 19:45 WIB
Didorong Jadi DKI 1, Kang Yoto Bicara Apa yang Dibutuhkan Jakarta
Bupati Bojonegoro Suyoto [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Suyoto, turut menghadiri acara silaturahmi kandidat gubernur Jakarta dengan ulama yang diselenggarakan Majelis Pelayan Jakarta di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (24/6/2016).

Suyoto merupakan satu dari tujuh tokoh yang didorong Majelis Pelayan Jakarta maju ke pilkada Jakarta periode 2017-2022.

Suyoto bicara diplomatis. Dia mengatakan keadilan sosial merupakan kunci utama pembangunan Indonesia, khususnya Jakarta.

"Mau nggak mau pembangunan ini harus mengedepankan ‎pendekatan dialogis. Karena itu saya datang, ini tadi dalam rangka itu, semua komunitas kelompok apalagi kalau dia mengedepankan bangsa harus didengarkan," kata Suyoto.

Suyoto mengatakan Majelis Pelayan Jakarta merupakan perwakilan masyarakat.

Suyoto mendengarkan rekomendasi majelis bahwa Jakarta membutuhkan sosok pemimpin baru yang lebih mengedepankan rasa kemanusiaan.

"Mereka berikan rekomendasi, supaya pemimpinnya kelak dapat manfaat dan jadi baik. Kalau sudah baik, kemudian dipercepat. Kalau masalah potensi konflik yang muncul di Jakarta jangan sampai diabaikan. Itu manfaat, karena manfaat modal sosial, DKI Jadi lebih kuat, nggak boleh rusak," ujar Suyoto.

Suyoto mengatakan acara silaturahmi antara kandidat dan ulama ini bukan berarti hanya memikirkan untuk mencari pemimpin Islam, lebih dari itu.

"Kami lihat makin ke sini makin membicarakan tentang bangsa untuk kedepannya," kata Suyoto.

Ketujuh tokoh yang didorong majelis yaitu mantan Menpora Adhyaksa Dault, kader Partai Gerindra Sandiaga Uno, Nurdin Abdullah, mantan Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Suyoto, Keuta Umum PBB Yusril Ihza Mahendra, dan Ustadz Yusuf Mansur.

Namun dari ketujuh tokoh, hanya Suyoto dan Adhyaksa yang hadir ke acara di Masjid Sunda Kelapa.

Dari sekian tokoh, sementara ini baru Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang posisinya sudah relatif aman untuk maju. Ahok bisa maju lewat jalur non partai politik karena sudah memiliki sejuta salinan KTP warga Jakarta sebagai syarat mendaftar ke KPUD, juga bisa maju lewat partai karena sudah didukung tiga partai politik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Suyoto Rais: Jalan Panjang Mimpi Mobil Nasional Indonesia

Suyoto Rais: Jalan Panjang Mimpi Mobil Nasional Indonesia

wawancara | Senin, 11 Januari 2016 | 07:00 WIB

Terkini

Penampakan Baju Lumat Andrie Yunus, Bukti Kejam Anggota BAIS di Persidangan

Penampakan Baju Lumat Andrie Yunus, Bukti Kejam Anggota BAIS di Persidangan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:09 WIB

Coret Usul Kementerian Polri, Mahfud MD: Takut Dipolitisasi Orang Partai

Coret Usul Kementerian Polri, Mahfud MD: Takut Dipolitisasi Orang Partai

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:57 WIB

Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!

Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:46 WIB

Tangis Sri Rahayu di Benhil: Tinggal Sejak 1980, Kini Digusur PAM Jaya Tanpa Kejelasan Rusun

Tangis Sri Rahayu di Benhil: Tinggal Sejak 1980, Kini Digusur PAM Jaya Tanpa Kejelasan Rusun

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:38 WIB

Aturan Baru Selat Hormuz, Kapal Internasional Wajib Kantongi Persetujuan Tertulis dari Sini

Aturan Baru Selat Hormuz, Kapal Internasional Wajib Kantongi Persetujuan Tertulis dari Sini

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:37 WIB

Mayoritas Wilayah RI Diprediksi Alami Kemarau Lebih Kering dan Panjang Tahun Ini

Mayoritas Wilayah RI Diprediksi Alami Kemarau Lebih Kering dan Panjang Tahun Ini

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:25 WIB

Iran Wajibkan Izin Khusus Kapal yang Melintasi Selat Hormuz

Iran Wajibkan Izin Khusus Kapal yang Melintasi Selat Hormuz

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:21 WIB

Ironi Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Saat Rakyat Meksiko Terhimpit Biaya Hidup

Ironi Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Saat Rakyat Meksiko Terhimpit Biaya Hidup

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:16 WIB

Apresiasi Daerah Berprestasi, Mendagri: Perlu Keseimbangan Pengawasan dan Insentif

Apresiasi Daerah Berprestasi, Mendagri: Perlu Keseimbangan Pengawasan dan Insentif

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:10 WIB

Penjelasan PAM Jaya soal Penertiban 15 Rumah Dinas di Benhil

Penjelasan PAM Jaya soal Penertiban 15 Rumah Dinas di Benhil

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:06 WIB