Pemerintah Fokus Jaga Stabilitas Pemerintahan

Dythia Novianty, Nikolaus Tolen

Sabtu, 25 Juni 2016 | 16:06 WIB
Pemerintah Fokus Jaga Stabilitas Pemerintahan
Pernyataan Dubes Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik di Kedubes Inggris, Jakarta, Sabtu (25/6/2016). [Antara]

Suara.com - Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik, belum mau menjawab pertanyaan terkait hal-hal yang mungkin terjadi setelah Inggris memilih keluar dari persatuan negara Eropa. Saat ini, pemerintah Inggris hanya lebih fokus menjaga kestabilan pemerintahan hingga muncul pemimpin yang baru nantinya.

"Ada banyak pertanyaan tentang bagaimana kedepannya dan kami tidak bisa menjawab semuanya hari ini. Namun, seperti apa yang dikatakan Perdana Menteri, David Cameron, pemerintah Inggris akan terus mencoba menstabilkan pemerintahan dan menyerahkan tampuk pemerintahan ke Perdana Menteri yang baru pada Oktober mendatang," kata Malik dalam konferensi pers di Kedutaan Besar Inggris di Jakarta Selatan, Sabtu (25/6/2016).

Dia menjelaskan, saat ini David Cameron sudah menyatakan diri untuk mundur dari tampuk pemerintahan Ratu Elisabeth tersebut pada Oktober 2016 mendatang. Oleh karenanya, dia menyerahkan sepenuhnya kepada Pemimpin yang baru berbicara dengan Uni Eropa terkait keluarnya Inggris.

"Pemimpin yang baru akan memulai secara resmi proses negosiasi dengan Uni Eropa. Implementasi tentu saja akan membutuhkan waktu," ujar dia.

Tetapi kata Malik, keluarnya Inggris sejak masuk 43 tahun lalu mendatangkan ketidakpastian dalam beberapa hal bagi Inggris sendiri. Namun, dia juga tidak menyangkal kalau momen ini sudah mendatangkan kepastian yang cukup bagi masa depan Inggris.

"Inggris akan tetap menjadi rumah bagi 65 juta warganya yang beragam dan berbakat, yang memiliki ras serta keyakinan yang berbeda-beda namun tetap satu dalam sebuah demokrasi," jelas Malik.

Dia juga menjelaskan bahwa Inggris akan tetap menjadi negara yang masuk dalam kategori 10 ekonomi terbesar dunia, yang memiliki orientasi eksternal yang terbuka, inovatif serta berkomitmen mewujudkan sistem peraturan yang berbasis internasional.

Selain itu, meskipun keluar dari Uni Eropa Inggris akan tetap menjadi anggota G20, G7, Anggota tetap Dewan Keamanan PBB, NATO dan juga akan tetap menjadi negara yang terus berkomitmen mengalokasikan dana sebesar 2% dari GDP untuk belanja pertahanan dan 0,7% dari Pendapatan Nasional untuk bantuan pembangunan.

"Kami menduduki peringkat kedua dunia dalam hal “soft power”. London tetap menjadi pusat finansial global yang terletak antara zona waktu Amerika dan Asia. Kami tetap memiliki sejumlah universitas terbaik dunia, pusat riset tercanggih, industri kreatif yang innovatif serta kemampuan manufacturing yang sangat kompetitif. Dan tentu saja kami punya tiga tim Inggris yang bermain di Piala Euro 2016, yakni Inggris, Wales dan Irlandia Utara serta Liga Primer Inggris, EPL juga akan tetap ada," pungkas Malik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Keluar dari Eropa, Ini Pernyataan Dubes Inggris di Indonesia

Keluar dari Eropa, Ini Pernyataan Dubes Inggris di Indonesia

News | Sabtu, 25 Juni 2016 | 13:37 WIB

Terkini

Putusan MK soal Anggaran MBG Dinilai Masih Sisakan Celah hingga 2027

Putusan MK soal Anggaran MBG Dinilai Masih Sisakan Celah hingga 2027

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:33 WIB

Bocah SD Diduga Jadi Korban Penganiayaan, Kini Jalani Operasi, Polisi Selidiki Kasusnya

Bocah SD Diduga Jadi Korban Penganiayaan, Kini Jalani Operasi, Polisi Selidiki Kasusnya

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:33 WIB

Berapa Banyak Warga Sulsel Nikmati Program MBG? Ini Data Kementerian Keuangan

Berapa Banyak Warga Sulsel Nikmati Program MBG? Ini Data Kementerian Keuangan

Sulsel | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:32 WIB

Usai Perry Warjiyo Mundur, Prabowo: Kita Harus Jadi Satu Tim yang Mendukung!

Usai Perry Warjiyo Mundur, Prabowo: Kita Harus Jadi Satu Tim yang Mendukung!

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:29 WIB

PN Jaksel Tolak Praperadilan Lodewyk Pusung, Status Tersangka Korupsi MBG Tetap Sah

PN Jaksel Tolak Praperadilan Lodewyk Pusung, Status Tersangka Korupsi MBG Tetap Sah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:27 WIB

Jatim Media Summit 2026: Ancaman Siber Mengintai Media dan Kreator, Keamanan Digital Jadi Keharusan

Jatim Media Summit 2026: Ancaman Siber Mengintai Media dan Kreator, Keamanan Digital Jadi Keharusan

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:26 WIB

Mentan Luruskan Klaim Presiden Prabowo soal Penggilingan Padi Untung Rp2 Triliun per Bulan

Mentan Luruskan Klaim Presiden Prabowo soal Penggilingan Padi Untung Rp2 Triliun per Bulan

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:25 WIB

Sudah 26 Tahun Tak Berubah, Mendagri Beri Lampu Hijau Revisi Aturan Gaji Kepala Daerah

Sudah 26 Tahun Tak Berubah, Mendagri Beri Lampu Hijau Revisi Aturan Gaji Kepala Daerah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:25 WIB

Bukan Gagal, Penurunan Kepuasan Publik ke Prabowo Disebut Bukti Agenda Bersih-bersih Berjalan

Bukan Gagal, Penurunan Kepuasan Publik ke Prabowo Disebut Bukti Agenda Bersih-bersih Berjalan

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:21 WIB

Sabun Cuci Muka Sombong Apakah Sudah BPOM? Intip Fakta dan Harganya

Sabun Cuci Muka Sombong Apakah Sudah BPOM? Intip Fakta dan Harganya

Lifestyle | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:20 WIB

×