Politisi PDIP Desak Investigasi Vaksin Palsu Dibuka ke Publik

Adhitya Himawan, Dian Rosmala

Senin, 04 Juli 2016 | 10:50 WIB
Politisi PDIP Desak Investigasi Vaksin Palsu Dibuka ke Publik
Keterangan pers satgas penanganan vaksin palsu usai rapat koordinasi tentang vaksin palsu di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Selasa (28/6). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Arteria Dahlan mendesak pemerintah beberkan hasil investigasi kasus peredaran vaksin balita palsu.

"Saya minta pemerintah segera mengumumkan hasil investigasi peredaran vaksin palsu," kata Arteria kepada Suara.com, di Jakarta, Senin (4/6/2016).

Dia meminta supaya pemerintah tidak sembunyikan satu hal pun terkait dengan hasil investigasi tersebut. Hal tersebut diperlukan supaya masyarakat antisipasi dan menghindari vaksin palsu tersebut.

"Baik itu jenis vaksin, sarana dan prasarana pelayanan kesehatan masyarakat yang digunakan, baik itu rumah sakit, klinik, dokter, tenaga kesehatan, petugas pengadaan, serta cakupan peredaran," tutur Arteria.

Tidak cuma itu, Arteria juga meminta agar pemerintah segera mencari tahu siapa saja yang telah menjadi korban vaksin tersebut.

"Terus korban, yakni siapa saja yang telah menggunakan atau diberikan vaksin yang ternyata palsu tersebut untuk segera dan sedapat mungkin dilakukan upaya pemulihan," kata Arteria.

Arteria menilai, tindakan yang dilakukan pelaku sudah berada diluar batas sifat manusia. Katanya, demi kepentingan pribadi pelaku tega hendak mengorbankan orang lain.

"Kan kita sudah melihat, perbuatan pelaku sangat biadab dan tidak berperikemanusiaan, masa alasan komersial bisa mengalahkan nilai kemanusiaan," kata Arteria.

Dia mengimbau supaya pemerintah bijak menangani masalah tersebut, terutama pengambilan langkah hukum. Dia mengingatkan, korban dari vaksin palsu tersebut bukan cuma satu, dua, tiga balita saja. Kata dia, tindakan pelaku dapat menghancurkan tunas bangsa.

"Pelaku seperti ini tidak pas dikenakan sanksi hukuman biasa, karena perbuatan mereka sangat luar biasa, menghancurkan sumber daya manusia, penerus masa depan bangsa," kata Arteria.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Legislator: Vaksin Palsu Tanggung Jawab Kemenkes-BPOM

Legislator: Vaksin Palsu Tanggung Jawab Kemenkes-BPOM

News | Minggu, 03 Juli 2016 | 07:57 WIB

Kapolri: Minta BPOM dan Kemenkes Perketat pengawasan Vaksin

Kapolri: Minta BPOM dan Kemenkes Perketat pengawasan Vaksin

News | Jum'at, 01 Juli 2016 | 16:27 WIB

Dinkes Jakarta Temukan 35 Faskes Sediakan Vaksin Bermasalah

Dinkes Jakarta Temukan 35 Faskes Sediakan Vaksin Bermasalah

News | Jum'at, 01 Juli 2016 | 16:20 WIB

Skandal Pembuatan Vaksin Palsu Terbongkar, Ini 4 Langkah Menkes

Skandal Pembuatan Vaksin Palsu Terbongkar, Ini 4 Langkah Menkes

News | Kamis, 30 Juni 2016 | 19:45 WIB

Bisakah Pemerintah Awasi Vaksin Seketat Pengawasan Mata Uang?

Bisakah Pemerintah Awasi Vaksin Seketat Pengawasan Mata Uang?

News | Rabu, 29 Juni 2016 | 19:14 WIB

Gawat, Vaksin Palsu Ternyata Bisa Bikin Bayi Keracunan

Gawat, Vaksin Palsu Ternyata Bisa Bikin Bayi Keracunan

News | Rabu, 29 Juni 2016 | 19:04 WIB

Terkini

Kenapa Air Fryer Tidak Panas? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kenapa Air Fryer Tidak Panas? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 16:05 WIB

Ulasan Film Agensi Rumah Tangga: Angkat Isu Sosial Lewat Tawa Menyegarkan

Ulasan Film Agensi Rumah Tangga: Angkat Isu Sosial Lewat Tawa Menyegarkan

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 16:00 WIB

3 Rekomendasi Tablet Tipis 2026, dari yang Terjangkau hingga Premium

3 Rekomendasi Tablet Tipis 2026, dari yang Terjangkau hingga Premium

Tekno | Sabtu, 26 September 2026 | 15:55 WIB

Hanung Bramantyo Siapkan Plot Twist di Film Lobang Buaya, Dalangnya Bikin Penonton Terkecoh

Hanung Bramantyo Siapkan Plot Twist di Film Lobang Buaya, Dalangnya Bikin Penonton Terkecoh

Entertainment | Sabtu, 26 September 2026 | 15:53 WIB

Harga Minyak Dunia Kembali Naik, WFH Bakal Diterapkan Lagi?

Harga Minyak Dunia Kembali Naik, WFH Bakal Diterapkan Lagi?

Bisnis | Sabtu, 26 September 2026 | 15:52 WIB

Ombudsman Sidak Mendadak, Lapas Cibinong Bikin Publik Terbelalak

Ombudsman Sidak Mendadak, Lapas Cibinong Bikin Publik Terbelalak

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 15:50 WIB

Indra Kenz Bebas Bersyarat: Korban Masih Menanti Ganti Rugi yang Tersendat di Paguyuban

Indra Kenz Bebas Bersyarat: Korban Masih Menanti Ganti Rugi yang Tersendat di Paguyuban

News | Sabtu, 26 September 2026 | 15:49 WIB

Semakin Diteguk, Semakin Haus: Mengejar Dunia dalam Pareidolia

Semakin Diteguk, Semakin Haus: Mengejar Dunia dalam Pareidolia

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 15:40 WIB

'Siapa yang Memindahkan?!' Foto Jimmy Masrin dan Fasilitas Mewah Mendadak Hilang di Lapas Cibinong

'Siapa yang Memindahkan?!' Foto Jimmy Masrin dan Fasilitas Mewah Mendadak Hilang di Lapas Cibinong

News | Sabtu, 26 September 2026 | 15:34 WIB

Setelah Belasan Tahun Berjuang, Kampung Adat Urug Bogor Akhirnya Mengantongi Sertifikat Komunal

Setelah Belasan Tahun Berjuang, Kampung Adat Urug Bogor Akhirnya Mengantongi Sertifikat Komunal

Bogor | Sabtu, 26 September 2026 | 15:32 WIB

×