Dinkes Jakarta Temukan 35 Faskes Sediakan Vaksin Bermasalah

Adhitya Himawan, Bagus Santosa

Jum'at, 01 Juli 2016 | 16:20 WIB
Dinkes Jakarta Temukan 35 Faskes Sediakan Vaksin Bermasalah
Konferensi pers Dinas Kesehatan DKI Jakarta tentang vaksin palsu, Jumat (1/7/2016). [Suara.com/Bagus Santosa]
Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta telah melakukan pemeriksaan persediaan vaksin dan penelusuran distribusi vaksin ke 605 fasilitas kesehatan swasta di Seluruh Wilayah DKI Jakarta. Pemeriksaan ini dilakukan sejak tanggal 28 Juni usai ditemukannya penyebaran vaksin palsu.
 
‎"Untuk sementara kita telah temukan 35 fasilitas kesehatan yang faktur pemesanannya tidak sesuai prosedur dan distributornya tidak benar," kata Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Koesmedi Priharto dalam konfrensi persnya di Balai Kota, Jakarta, Jumat (1/7/2016).
 
Dia menerangkan, 35 fasilitas kesehatan ini kebanyakan tersebar di ‎wilayah Jakarta Timur. Kebanyakan fasilitas kesehatan ini berbentuk praktek dokter, praktek bersama, dan paling banyak praktek bidan, praktek mandiri.
 
Koesmedi menambahkan, pihaknya tidak bisa menyatakan temuan ini adalah vaksin palsu. Namun, saat ini semua sediaan vaksin tersebut sudah disegel. Dia menerangkan, yang bisa menyebutkan vaksin palsu hanyalah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
 
"Karena tidak sesuai prosedur pengadaannya, diduga kemungkinan ini vaksin palsu. Tapi yang bisa memberikan penjelasan palsu adalah BPOM," kata Koesmedi.
 
Karenanya, dia menambahkan, akan ada sistem yang dibangun supaya melakukan pengawasan jalur distribusi vaksin ke fasilitas kesehatan di Jakarta, baik untuk vaksin yang digunakan dalam program pemerintah maupun vaksin tambahan di luar program pemerintah.
 
Dia pun mengimbau supaya semua fasilitas kesehatan yang akan melakukan pengadaan vaksin di luar vaksin yang disediakan oleh pemerintah untuk program imunisasi, harus melalui distributor yang resmi.
 
Selain itu, dia berharap semua fasilitas kesehatan memberikan layanan imunisasi baik imunisasi program nasional, maupun di luar program nasional sesuai dengan format yang ditentukan.
 
Dan, semua Puskesmas harus membuat ‎posko pengaduan dan layanan imunisasi di kecamatan masing-masing, dengan pendampingan Ikatan Dokter Anak Indonesia Jaya.
 
"Jadi, untuk masyarakatnya harus teliti juga. Kalau penempatan vaksin cuma diplastikin terus dikasih es. Jangan mau," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Vaksin Palsu, Kapolri: Tak Ada Perusahaan Farmasi Besar Terlibat

Vaksin Palsu, Kapolri: Tak Ada Perusahaan Farmasi Besar Terlibat

News | Jum'at, 01 Juli 2016 | 06:28 WIB

Skandal Pembuatan Vaksin Palsu Terbongkar, Ini 4 Langkah Menkes

Skandal Pembuatan Vaksin Palsu Terbongkar, Ini 4 Langkah Menkes

News | Kamis, 30 Juni 2016 | 19:45 WIB

Kapolri Rahasiakan Rumah Sakit yang Diduga Terlibat Vaksin Palsu

Kapolri Rahasiakan Rumah Sakit yang Diduga Terlibat Vaksin Palsu

News | Kamis, 30 Juni 2016 | 10:36 WIB

Bareskrim Gelar Prarekonstruksi Kasus Pembuatan Vaksi Palsu

Bareskrim Gelar Prarekonstruksi Kasus Pembuatan Vaksi Palsu

News | Kamis, 30 Juni 2016 | 10:11 WIB

Tersangka Pembuat Vaksin Palsu untuk Bayi Bertambah Jadi 17 Orang

Tersangka Pembuat Vaksin Palsu untuk Bayi Bertambah Jadi 17 Orang

News | Kamis, 30 Juni 2016 | 10:05 WIB

Selain Vaksin, Jangan-jangan Obat Juga Dipalsukan

Selain Vaksin, Jangan-jangan Obat Juga Dipalsukan

News | Rabu, 29 Juni 2016 | 18:58 WIB

Mabes Polri Tak Bisa Ungkap Rumah Sakit Pengguna Vaksin Palsu

Mabes Polri Tak Bisa Ungkap Rumah Sakit Pengguna Vaksin Palsu

News | Rabu, 29 Juni 2016 | 16:48 WIB

Bisakah Pemerintah Awasi Vaksin Seketat Pengawasan Mata Uang?

Bisakah Pemerintah Awasi Vaksin Seketat Pengawasan Mata Uang?

News | Rabu, 29 Juni 2016 | 19:14 WIB

Gawat, Vaksin Palsu Ternyata Bisa Bikin Bayi Keracunan

Gawat, Vaksin Palsu Ternyata Bisa Bikin Bayi Keracunan

News | Rabu, 29 Juni 2016 | 19:04 WIB

Terkini

Kuliah Makin Mahal, tapi Kenapa Gaji Fresh Graduate Tetap Segitu-gitu Aja?

Kuliah Makin Mahal, tapi Kenapa Gaji Fresh Graduate Tetap Segitu-gitu Aja?

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 08:30 WIB

SMGR Hadapi Banjir Semen, Tata Kelola Jadi Benteng

SMGR Hadapi Banjir Semen, Tata Kelola Jadi Benteng

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 08:26 WIB

Donald Trump Ancam Hancurkan Iran Jelang Pertemuan di Sidang PBB: Mereka Harus Jaga Sikap

Donald Trump Ancam Hancurkan Iran Jelang Pertemuan di Sidang PBB: Mereka Harus Jaga Sikap

News | Senin, 21 September 2026 | 08:24 WIB

Agar Warga Tinggalkan Mobil Pribadi, Tarif LRT Harus Terintegrasi dan Terjangkau

Agar Warga Tinggalkan Mobil Pribadi, Tarif LRT Harus Terintegrasi dan Terjangkau

News | Senin, 21 September 2026 | 08:24 WIB

Spesifikasi dan Harga Helm KYT Elsico, yang Nyaman Buat Perempuan Berhijab

Spesifikasi dan Harga Helm KYT Elsico, yang Nyaman Buat Perempuan Berhijab

Otomotif | Senin, 21 September 2026 | 08:20 WIB

Pengusaha Mau Genjot Ekonomi Daerah, UMKM Dipacu Naik Kelas

Pengusaha Mau Genjot Ekonomi Daerah, UMKM Dipacu Naik Kelas

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 08:19 WIB

Gak Bikin Iritasi! 5 Invisible Acne Patch yang Aman untuk Kulit Sensitif

Gak Bikin Iritasi! 5 Invisible Acne Patch yang Aman untuk Kulit Sensitif

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 08:10 WIB

Harga Emas Berpotensi Dijual Rp2,82 Juta per Gram

Harga Emas Berpotensi Dijual Rp2,82 Juta per Gram

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 08:10 WIB

Pekan Lalu KPK Mangkir, Sidang Praperadilan Silmy Karim Kembali Digelar Hari Ini

Pekan Lalu KPK Mangkir, Sidang Praperadilan Silmy Karim Kembali Digelar Hari Ini

News | Senin, 21 September 2026 | 08:07 WIB

Kepercayaan dan Kolaborasi Jadi Fondasi Utama Dunia Kerja

Kepercayaan dan Kolaborasi Jadi Fondasi Utama Dunia Kerja

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 08:02 WIB

×