Sebanyak 115 Tentara Tewas Dalam Pertempuran di Sudan

Adhitya Himawan

Minggu, 10 Juli 2016 | 12:09 WIB
Sebanyak 115 Tentara Tewas Dalam Pertempuran di Sudan
Tentara Sudan sedang berbaris. [Pixabay]

Setidaknya 115 tentara dari faksi-faksi bertikai di Sudan Selatan tewas dalam pertempuran yang berlangsung di ibu kota, Juba. Informasi ini disampaikan juru bicara militer oposisi, Sabtu (9/7/2016).

Pertempuran terjadi di tengah rapuhnya proses perdamaian di negara yang masih belum pulih dari perang dua tahun itu.

Bentrokan senjata muncul pada Jumat petang di dekat gedung negara, tempat Presiden Salva Kiir dan wakil presiden Riek Machar sedang melakukan pembicaraan.

Kedua sosok, yang sebelumnya bersaing, itu tidak tahu faktor apa yang menjadi pemicu munculnya pertempuran baru antara faksi-faksi yang mereka pimpin. Namun, keduanya meminta semua pihak untuk tenang.

Juru bicara militer faksi Machar, William Gatjiah Eng, mengatakan pertempuran berlangsung di dekat gedung negara dan di barak-barak tentara.

"Pada pagi hari, kami mengumpulkan dan menghitung ada 35 personel (meninggal) dari SPLM-10 (faksi pimpinan Machar) dan 80 orang dari pasukan pemerintah," ujarnya.

Deng mengatakan jumlah itu bisa meningkat di pihak Machar "karena ada beberapa prajurit yang luka berat".

Belum ada komentar dari pihak pemerintah menyangkut situasi di Juba.

Setidaknya lima tentara tewas pada Kamis dalam bentrokan serupa antara kedua pihak.

Negara paling baru di Afrika itu sedang memulihkan diri dari perang saudara dua tahun sejak Desember 2013, setelah Kiir memecat Machar sebagai wakil presiden.

Konflik tersebut kemudian meluas ke kalangan etnis. Kiir mendapat sebagian besar dukungan dari suku asalnya, Dinka, sementara Machar disokong oleh sukunya, Nuer.

Kesepakatan perdamaian yang dicapai Agustus tahun lalu berhasil menghentikan perang namun Kiir dan Machar belum menyatukan pasukan mereka, yang merupakan bagian kunci perjanjian.

Pertempuran pada Kamis dan Jumat merupakan kekerasan besar pertama yang terjadi di Juba sejak Machar kembali ke ibu kota pada April setelah ia ditunjuk kembali sebagai wakil presiden.

Petugas bantuan yang bekerja untuk World Vision, Jeremiah Young, mengatakan situasi keamanan bisa "dengan cepat memburuk karena ketegangan di Juba dan wilayah-wilayah sekitarnya." Inggris menganjurkan pada Sabtu menganjurkan para warga negaranya untuk meninggalkan Sudan Selatan. Inggris mengatakan pihaknya sedang memindahkan anggota-anggota staf kedutaan yang tugasnya tidak terlalu penting.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa Ban Ki-Moon mengatakan pada Jumat bahwa kekerasan terbaru itu menunjukkan tidak adanya komitmen pada proses perdamaian.

Ban mendesak para pemimpin Sudan Selatan untuk mengakhiri pertikaian, mendisiplinkan para pemimpin militer serta bekerja sama dalam menerapkan perjanjian perdamaian. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

8 Gerilyawan Aljazair Tewas dalam Baku Tembak dengan Tentara

8 Gerilyawan Aljazair Tewas dalam Baku Tembak dengan Tentara

News | Senin, 20 Juni 2016 | 09:08 WIB

Ngeri, Sudan Selatan Izinkan Tentaranya Perkosa Warga Sipil

Ngeri, Sudan Selatan Izinkan Tentaranya Perkosa Warga Sipil

News | Sabtu, 12 Maret 2016 | 03:31 WIB

Boko Haram Bantai 86 Orang di Timur Laut Nigeria

Boko Haram Bantai 86 Orang di Timur Laut Nigeria

News | Senin, 01 Februari 2016 | 05:34 WIB

PBB Tunjuk Pemimpin Perdamaian yang Baru di Mali

PBB Tunjuk Pemimpin Perdamaian yang Baru di Mali

News | Jum'at, 25 Desember 2015 | 07:22 WIB

Tunisia Kembali Perpanjang Keadaan Darurat

Tunisia Kembali Perpanjang Keadaan Darurat

News | Rabu, 23 Desember 2015 | 06:30 WIB

Mabes Polri Kirim 140 Pasukan untuk Misi Perdamaian ke Sudan

Mabes Polri Kirim 140 Pasukan untuk Misi Perdamaian ke Sudan

News | Kamis, 17 Desember 2015 | 10:29 WIB

Boko Haram Bantai 18 Orang di Niger

Boko Haram Bantai 18 Orang di Niger

News | Jum'at, 27 November 2015 | 06:50 WIB

Zambia Tetap Butuh Bantuan IMF Untuk Atasi Krisis Ekonomi

Zambia Tetap Butuh Bantuan IMF Untuk Atasi Krisis Ekonomi

Bisnis | Jum'at, 27 November 2015 | 06:44 WIB

Diserang ISIS, Tunisia Tutup Perbatasan Libya Selama 15 Hari

Diserang ISIS, Tunisia Tutup Perbatasan Libya Selama 15 Hari

News | Kamis, 26 November 2015 | 11:08 WIB

5 Menteri Korupsi Dipecat oleh Presiden Kenya

5 Menteri Korupsi Dipecat oleh Presiden Kenya

News | Kamis, 26 November 2015 | 06:19 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×