Angkat Wiranto, Jokowi Kasih Kejutan Menyedihkan

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 27 Juli 2016 | 19:05 WIB
Angkat Wiranto, Jokowi Kasih Kejutan Menyedihkan
Ketua Umum Partai Hanura Wiranto [suara.com/Nikolaus Tolen]

Suara.com - Keluarga korban pelanggaran hak asasi manusia di masa lalu yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia (IKOHI) menyesal dengan pilihan perombakan menteri Presiden Joko Widodo. Jokowi dianggap salah jika memilih Wiranto sebagai menteri.

Ketua IKOHI Wanmayetti menjelaskan Wiranto adalah orang yang bertanggung jawab atas berbagai tindak pelanggaran HAM berat, di antaranya kasus Kerusuhan Mei 1998, penculikan dan penghilangan paksa  aktivis tahun 1997/1998, Kasus Trisakti dan Semanggi, serta kerusuhan pasca referendum Timor Timur 1999.

“Presiden Jokowi memberi kejutan yang tak kalah menyedihkan dengan menunjuk Jenderal Purnawirawan Wiranto sebagai Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam),” kata Wanmayetti dalam pernyataannya, Rabu (27/7/2016). 

Di era 1998, Wiranto adalah panglima TNI yang memiliki wewenang dan tanggung jawab dalam penugasan operasi dan pengendalian pasukan TNI.

“Penunjukan Wiranto tentu menciderai janji presiden Jokowi untuk menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM berat. Janji untuk menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM berat di masa lalu mendorong para korban dan keluarga korban mendukung penuh agar ia terpilih menjadi presiden,” kata dia.

Wanmayetti mengenang masa-masa Jokowi pertama kali menjadi presiden. Saat itu 9 Desember 2014, di Gedung Agung Yogyakarta. Di hadapan para korban dan penyintas kasus-kasus pelanggaran berat HAM masa lalu, presiden Jokowi menyatakan pemerintah terus berkomitmen untuk bekerja keras dalam menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM di masa lalu secara berkeadilan.

Jokowi pun mempunya dua jalan yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan itu. Di antaranya lewat jalan rekonsiliasi secara menyeluruh, dan lewat pengadilan HAM ad hoc. Janji Jokowi pun pernah dikuatkan kembali pada 14 Agustus 2015. Saat itu Jokowi mengaku sedang menjadi jalan paling bijaksana untuk menyelesaikan kasus pelanggaran HAM di Indonesia.

“Harapan bagi keluarga korban pelanggaran HAM, juga rakyat Indonesia yang mencintai tegaknya keadilan dan HAM, kini pupus dengan penunjukan orang yang diduga kuat sebagai pelanggar HAM. Bagaimana janji itu masih bisa dipercaya, jika menteri yang seharusnya  bertugas menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM adalah pelanggar HAM itu sendiri?” kata dia.

“Presiden bisa saja berdalih bahwa belum pernah ada pengadilan HAM di Indonesia yang menyatakan bahwa jenderal purnawirawan Wiranto bersalah dan bertanggung jawab atas berbagai kasus pelanggaran HAM tersebut. Justru tugas presiden Jokowi lah yang harus membentuk pengadilan HAM ad hoc terhadap kasus-kasus pelanggaran HAM berat sebagaimana yang dijanjikannya, baik  secara lisan maupun  tertulis dalam program Nawacita dan Rencana Pembangunan  Jangka Menengah Nasional tahun 2015-2019,” papar dia.

“Belum genap dua tahun bekuasa, kami semakin melihat bahwa presiden Jokowi tanpa rasa malu telah melupakan janjinya terhadap korban dan keluarga korban pelanggaran HAM. Ia semakin menunjukkan sikap politik penguasa pada umumnya. Program penyelesaian kasus-kasus pelanggaran HAM berat tak lebih dari sekadar pemanis dokumen program pemerintah belaka. Presiden Jokowi semakin membuat keluarga korban terluka dengan menempatkan para pelanggar HAM makin kuat di sisinya. Terhadap janji penyelesaian pelanggaran HAM tersebut, presiden Jokowi sedang menghayati pepatah Jawa, seperti penguasa yang kakehan gludhug kurang udan (banyak bicara tanpa kenyataan),” tutup Wanmatetti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Butuh Pekerja Cepat dan Solid, Jokowi Pilih Wiranto

Butuh Pekerja Cepat dan Solid, Jokowi Pilih Wiranto

News | Rabu, 27 Juli 2016 | 15:14 WIB

Aktivis HAM Kecewa Wiranto Jadi Menkopolhukam

Aktivis HAM Kecewa Wiranto Jadi Menkopolhukam

News | Rabu, 27 Juli 2016 | 13:55 WIB

Wiranto Jadi Menkopolhukam

Wiranto Jadi Menkopolhukam

News | Rabu, 27 Juli 2016 | 11:35 WIB

Amnesty Internasional Desak Jokowi Penuhi Janji Pemilu Soal HAM

Amnesty Internasional Desak Jokowi Penuhi Janji Pemilu Soal HAM

News | Rabu, 27 Juli 2016 | 06:46 WIB

Masyarakat Internasional Hadapi Ketidakadilan HAM Lebih Rumit

Masyarakat Internasional Hadapi Ketidakadilan HAM Lebih Rumit

News | Minggu, 03 Juli 2016 | 07:04 WIB

Di Depan Wiranto, Ahok: Saya Nggak akan Kecewakan Bapak

Di Depan Wiranto, Ahok: Saya Nggak akan Kecewakan Bapak

News | Kamis, 23 Juni 2016 | 16:49 WIB

LBH Jakarta: Tito Karnavian Banyak Lakukan Pelanggaran HAM

LBH Jakarta: Tito Karnavian Banyak Lakukan Pelanggaran HAM

News | Senin, 20 Juni 2016 | 11:01 WIB

Hanura Bebaskan Pilihan Jalur Ahok Maju Pilkada DKI

Hanura Bebaskan Pilihan Jalur Ahok Maju Pilkada DKI

News | Rabu, 15 Juni 2016 | 21:55 WIB

Kebebasan Berekspresi, Walhi Minta Negara Tak Mengintervensi

Kebebasan Berekspresi, Walhi Minta Negara Tak Mengintervensi

News | Kamis, 12 Mei 2016 | 20:03 WIB

Korban 1965 Akan Bahas Kuburan Massal dengan Luhut Senin

Korban 1965 Akan Bahas Kuburan Massal dengan Luhut Senin

News | Minggu, 08 Mei 2016 | 19:09 WIB

Terkini

Di Balik Drakor Pinocchio: Membeda Cermin Buram Industri Media Masa Kini

Di Balik Drakor Pinocchio: Membeda Cermin Buram Industri Media Masa Kini

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 06:20 WIB

Literasi Keuangan Penting di Era Digital, Bukan Sekadar Tahu Cara Mengelola Uang

Literasi Keuangan Penting di Era Digital, Bukan Sekadar Tahu Cara Mengelola Uang

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 06:08 WIB

Ratas Ekonomi di Istana, PMI Manufaktur Indonesia Tembus Level 54,0

Ratas Ekonomi di Istana, PMI Manufaktur Indonesia Tembus Level 54,0

Foto | Selasa, 03 November 2026 | 06:00 WIB

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

×