Masyarakat Internasional Hadapi Ketidakadilan HAM Lebih Rumit

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Minggu, 03 Juli 2016 | 07:04 WIB
Masyarakat Internasional Hadapi Ketidakadilan HAM Lebih Rumit
Ilustrasi Hak Asasi Manusia (Shutterstock)

Suara.com - Indonesia dan Uni Eropa menanggapi berbagai tantangan kontemporer bidang HAM yang dihadapi masyarakat global. Ini disampaikan dalam acara dialog HAM ke-6 yang diadakan di Brussel, Belgia akhir pekan.

Sejumlah tantangan global seperti hak para migran, isu "violent extremism", akses terhadap keadilan dan kebijakan penghukuman, mobilitas dan pembebasan visa "schengen" bagi WNI, hak penyandang disabilitas dan kelompok rentan, serta HAM dan bisnis telah dibahas dalam suasana keterbukaan dan bersahabat.

Sekretaris Pertama KBRI Brussel Devdy Risa mengatakan Direktur HAM dan Kemanusiaan Kementerian Luar Negeri mengatakan masyarakat internasional menghadapi tantangan global di bidang HAM yang jauh lebih besar dan kompleks.

Untuk itu, Indonesia atau UE mengedepankan dialog yang tulus dan kerja sama konstruktif sebagai kunci keberhasilan kerja sama dan efektivitas kerja berbagai forum multilateral.

Dalam Dialog HAM RI dan UE ke-6 di Brussel, kedua delegasi sepakat untuk tingkatkan kerja sama HAM di berbagai isu HAM tematik di tingkat nasional, regional dan multilateral.

Pelaksanaan dialog ini dinilai sangat tepat waktu di tengah ketidakpastian dan maraknya aksi kekerasan di Eropa. Salah satunya pasca migrasi massal dan referendum Brexit lalu yang telah menjadi tantangan tersendiri bagi UE.

Hasyim Muzadi yang juga berpartisipasi dalam dialog secara langsung menyampaikan bahwa Indonesia juga korban aksi radikal dan teroris. Pascaamandemen Konstitusi di awal reformasi Indonesia telah menyediakan ruang kebebasan yang lebih leluasa dan memungkinkan ruang bagi infiltrasi ideologi, nilai-nilai radikalisme dan terorisme, serta hate speech berbasis agama.

Indonesia terus menerapkan berbagai kebijakan dari pendekatan dasar dengan counter narativeteologis dan idelogis Pancasila, penegakan hukum serta upaya represif.

Delegasi UE menunjukan perhatian terhadap pendekatan basis dan berharap agar kerja sama dialog antar-agama, anti-terorisme dan deradikalisasi dapat terus dikembangkan. Selain membahas kerja sama HAM multilateral, kedua delegasi sepakat untuk memajukan kerja sama topik bisnis dan HAM, termasuk pertukaran informasi terkait praktik illegal fishing yang marak terjadi di perairan Indonesia dan melibatkan negara-negara lain.

Anggota Satgas 115 yang ikut menjadi delegasi dialog HAM RI-UE, Yunus Husein, mengatakan Uni Eropa menaruh perhatian terhadap kebijakan baru Indonesia yang memperkuat penghormatan HAM dalam industri perikanan.

Kedua delegasi mengkritisi meningkatnya politisisasi dan pertentangan antar Negara yang berlangsung diberbagai forum PBB, termasuk Dewan HAM PBB. Hal ini menyulitkan tercapainya konsensus global dalam merespon tantangan HAM global. Lebih lanjut EU dan Indonesia menentang keras upaya memecah belah Negara atau penyalahgunaan forum PBB yang melemahkan prinsip kedaulatan Negara dan Piagam PBB.

Untuk itu, Indonesia mendorong konsistensi pemajuan dialog dan kerjasama serta sense of ownership yang inklusif dalam meningkatkan kapasitas Negara dan forum terkait dalam penanganan masalah HAM.

Dialog berlangsung antara delegasi Indonesia beranggotakan wakil-wakil Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Agama, dan Kementerian Hukum dan HAM serta KBRI Brussel.

Sementara wakil Uni Eropa terdiri atas European External Action Service, Komisi Perdagangan, Komisi Perikanan dan Maritim, dan delegasi negara anggota UE. Dialog berikutnya akan diselenggarakan di Indonesia tahun depan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kebebasan Berekspresi, Walhi Minta Negara Tak Mengintervensi

Kebebasan Berekspresi, Walhi Minta Negara Tak Mengintervensi

News | Kamis, 12 Mei 2016 | 20:03 WIB

Korban 1965 Akan Bahas Kuburan Massal dengan Luhut Senin

Korban 1965 Akan Bahas Kuburan Massal dengan Luhut Senin

News | Minggu, 08 Mei 2016 | 19:09 WIB

Tak Semua Kasus Pelanggaran HAM Jadi Prioritas Pemerintah

Tak Semua Kasus Pelanggaran HAM Jadi Prioritas Pemerintah

News | Senin, 18 April 2016 | 13:48 WIB

Kontras Minta Jokowi Pecat Jaksa Agung

Kontras Minta Jokowi Pecat Jaksa Agung

News | Rabu, 02 Maret 2016 | 14:16 WIB

Catat! Jokowi Janji Tuntaskan Kasus HAM Masa Lalu Tahun 2016

Catat! Jokowi Janji Tuntaskan Kasus HAM Masa Lalu Tahun 2016

News | Sabtu, 09 Januari 2016 | 00:15 WIB

Kasus HAM Mangkrak, KontraS Desak Jaksa Agung Dicopot

Kasus HAM Mangkrak, KontraS Desak Jaksa Agung Dicopot

News | Sabtu, 26 Desember 2015 | 19:25 WIB

Kasus HAM Mandek, Jaksa Agung Dicurigai Berpolitik

Kasus HAM Mandek, Jaksa Agung Dicurigai Berpolitik

News | Sabtu, 26 Desember 2015 | 17:57 WIB

Kebijakan Jokowi Cenderung Anti-HAM

Kebijakan Jokowi Cenderung Anti-HAM

News | Sabtu, 26 Desember 2015 | 17:44 WIB

Kontras Catat Banyak Kasus HAM 2015 Mangkrak di Zaman Jokowi

Kontras Catat Banyak Kasus HAM 2015 Mangkrak di Zaman Jokowi

News | Sabtu, 26 Desember 2015 | 16:40 WIB

Latifah A. Siregar: Pelanggaran HAM di Papua Terus Berlanjut

Latifah A. Siregar: Pelanggaran HAM di Papua Terus Berlanjut

wawancara | Senin, 21 Desember 2015 | 07:00 WIB

Terkini

Mendagri Tegaskan Realisasi Program Perumahan Rakyat Akan Dorong Kemajuan Daerah

Mendagri Tegaskan Realisasi Program Perumahan Rakyat Akan Dorong Kemajuan Daerah

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:37 WIB

Hakim Siap Jemput Bola! Andrie Yunus Absen Sidang Demi Operasi Cangkok Kulit Akibat Air Keras

Hakim Siap Jemput Bola! Andrie Yunus Absen Sidang Demi Operasi Cangkok Kulit Akibat Air Keras

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:37 WIB

Misteri Hilangnya Pebisnis Berakhir Horor, Polisi Temukan Jasad dalam Perut Buaya Raksasa

Misteri Hilangnya Pebisnis Berakhir Horor, Polisi Temukan Jasad dalam Perut Buaya Raksasa

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:26 WIB

Singapura Wacanakan Hukuman Cambuk untuk Siswa Pelaku Perundungan, Tuai Pro dan Kontra

Singapura Wacanakan Hukuman Cambuk untuk Siswa Pelaku Perundungan, Tuai Pro dan Kontra

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:23 WIB

KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya

KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:05 WIB

Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz

Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:00 WIB

Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan

Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:39 WIB

Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"

Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:32 WIB

Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu

Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:32 WIB

Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir

Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:23 WIB