Tolak Pilih Ahok di Pilkada DKI, Ini Alasan Buruh

Madinah

Selasa, 02 Agustus 2016 | 14:28 WIB
Tolak Pilih Ahok di Pilkada DKI, Ini Alasan Buruh
Presiden Konferederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal dalam konferensi pers di Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (2/8/2016). [suara.com/Agung Sandy Lesmana]

Suara.com - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengungkap alasan penolakan terhadap Basuki Tjajaha Purnama (Ahok) maju dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang. Menurutnya, kebijakan Ahok-begitu dia akrab disapa, tak berpihak kepada kaum buruh.

"Ada beberapa alasan. Pertama adalah gubernur petahana atau incumbent tidak pro kepada buruh. Lebih pro kepada pengusaha itu terlihat dari kebijakannya," kata Iqbal dalam konferensi pers di kawasam Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (2/8/2016).

Upah minimum provinsi yang terima buruh di Jakarta, menurut Iqbal, jauh lebih kecil ketimbang kota lainnya. Menurutnya, kebijakan Ahok soal UMP 3,1 juta perbulan di Jakarta, sangat tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga buruh. Diduga ada barter antara pemilik modal dengan Ahok selaku gubernur.

"Kebijakannya upah minumum lebih tinggi Bekasi dibandingkan Jakarta menjelaskan bahwa ada barter CSR dari pemilik modal ke gubernur petahana sehingga keluarlah upah murah. Upah DKI lebih murah dari Manila, Phnom Penh, Bangkok, Kuala Lumpur," kata dia.

Yang kedua, selama Ahok memimpin Jakarta, kaum buruh juga tak pernah mendapatkan rumah susun secara gratis.

"Mana rusun untuk buruh kita setuju untuk orang miskin, tapi untuk buruh tidak ada. Negara industri selalu menyediakan flat (rumah susun) untuk kaum buruh," kata dia.

Iqbal juga ungkit sistem transportasi massal yang ada di Jakarta. Dia menganggap fasilitas angkutan umum seperti Transjakarta malah membuat buruh makin banyak merogoh kocek untuk membayar angkutan lainnya untuk menuju tempat kerja.

"Kalau anda ke Bangkok, yang (transportasi) non AC itu gratis. Hari ini mahal, itu pun adanya Transjakarta di daerah protokol, dan arah menuju tempat kerja mahal karena naik ojek, naik angkot. Tidak ada keberpihakan pada buruh," kata dia.

Dia juga menilai Ahok cenderung melanggar aturan soal proyek reklamasi Teluk Jakarta. Untuk itu, lanjut Iqbal, kaum buruh yakin mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli yang didukung untuk menggantikan Ahok sebagai Gubernur DKI bisa menjawab semua persoalan ini.

"Dan kami tidak setuju dengan gubernur petahana yang reklamasi pantai melanggar undang-undang melanggar KLHK, dan anti penggusuran. Dan RR (Rizal Ramli) adalah orang yang menurut buruh, tepat untuk menjawab persoalan tadi," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Buruh di 5 Kota Akan Turun ke Jalan untuk Dukung Rizal Ramli

Buruh di 5 Kota Akan Turun ke Jalan untuk Dukung Rizal Ramli

News | Selasa, 02 Agustus 2016 | 14:12 WIB

Usai Dicopot Jokowi, Rizal Ramli Diusung KSPI Buat Ganti Ahok

Usai Dicopot Jokowi, Rizal Ramli Diusung KSPI Buat Ganti Ahok

News | Selasa, 02 Agustus 2016 | 13:26 WIB

Indonesia Dituding Kecolongan Masuknya Pekerja Cina

Indonesia Dituding Kecolongan Masuknya Pekerja Cina

Bisnis | Selasa, 02 Agustus 2016 | 12:40 WIB

Said Iqbal Tuding Jokowi Gagal Lindungi Buruh

Said Iqbal Tuding Jokowi Gagal Lindungi Buruh

News | Selasa, 02 Agustus 2016 | 11:53 WIB

Terkini

Silmy Karim Gugat KPK di Praperadilan, Minta Status Tersangka Dibatalkan dan Aset Dikembalikan

Silmy Karim Gugat KPK di Praperadilan, Minta Status Tersangka Dibatalkan dan Aset Dikembalikan

News | Senin, 21 September 2026 | 12:44 WIB

Mengukur Kecocokan Jodoh Andre Taulany dan Amanda Rigby dari Weton: Banyak Rezeki Tapi Waspada Ujian

Mengukur Kecocokan Jodoh Andre Taulany dan Amanda Rigby dari Weton: Banyak Rezeki Tapi Waspada Ujian

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 12:39 WIB

Keberangkatan Skuad Bangladesh Jelang Hadapi Timnas Indonesia Diwarnai Aksi Bakar-bakaran Suporter

Keberangkatan Skuad Bangladesh Jelang Hadapi Timnas Indonesia Diwarnai Aksi Bakar-bakaran Suporter

Bola | Senin, 21 September 2026 | 12:36 WIB

Kekeringan Parah Melanda Sri Lanka, Angkatan Udara Terbangkan Biksu untuk Berdoa Minta Hujan

Kekeringan Parah Melanda Sri Lanka, Angkatan Udara Terbangkan Biksu untuk Berdoa Minta Hujan

News | Senin, 21 September 2026 | 12:35 WIB

Review Film The Last Sunrise: Nikmatnya Jatuh Cinta di Detik-Detik Terakhir

Review Film The Last Sunrise: Nikmatnya Jatuh Cinta di Detik-Detik Terakhir

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 12:34 WIB

Novel Melodi Senin: Di Balik Kebiasaan Bolos, Ada Mimpi yang Dikejar

Novel Melodi Senin: Di Balik Kebiasaan Bolos, Ada Mimpi yang Dikejar

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 12:30 WIB

Mengapa Suara Nelayan Penting dalam Pembangunan Giant Sea Wall di Teluk Jakarta?

Mengapa Suara Nelayan Penting dalam Pembangunan Giant Sea Wall di Teluk Jakarta?

News | Senin, 21 September 2026 | 12:30 WIB

Pajak Toko Online Harus Terintegrasi untuk Cegah Pemungutan Berganda

Pajak Toko Online Harus Terintegrasi untuk Cegah Pemungutan Berganda

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 12:24 WIB

Ada BRIZZI ARKIV di Blok M Hub, Saatnya Jelajahi Karya Lokal

Ada BRIZZI ARKIV di Blok M Hub, Saatnya Jelajahi Karya Lokal

Bali | Senin, 21 September 2026 | 12:24 WIB

Rano Karno: Jakarta Boleh Makin Modern, Tapi Akar Sejarah Harus Makin Dalam

Rano Karno: Jakarta Boleh Makin Modern, Tapi Akar Sejarah Harus Makin Dalam

News | Senin, 21 September 2026 | 12:23 WIB

×