Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Indonesia Dituding Kecolongan Masuknya Pekerja Cina

Pebriansyah Ariefana, Dian Kusumo Hapsari

Selasa, 02 Agustus 2016 | 12:40 WIB
Indonesia Dituding Kecolongan Masuknya Pekerja Cina
Buruh demo UU Pengampunan Pajak di depan Gedung MK. (suara.com/Dian Kusumo Hapsari)

Suara.com - Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia Mirah Sumirat menilai pemerintah Joko Widodo kecolongan karena maraknya Tenaga Kerja Asal Negeri Tirai Bambu yang berbondong-bondong masuk ke Indonesia.

"Berbagai fakta di lapangan telah membuktikan bahwa pemerintah kecolongan terkait membanjirnya tenaga kerja Cina," kata Mirah di wisma Antara, Jakarta, dalam seminar Nasional 'Efek Domino Serbuan Tenaga Kerja Asing', Selasa (2/8/2016).

Oleh sebab itu, pihaknya mengingatkan Presiden Joko Widodo untuk memenuhi janji-janji kampanyenya saat pemilihan Presiden 2014, terkait ketenagakerjaan.

Pasalnya, Jokowi telah bernjanji dan berkomitmen untuk mematuhi perintah konstitusi, yakni tugas Pemerintah untuk melindungi, mencerdaskan dan mensejahterahkan rakyat, termasuk bagi kaum buruh.

"Kami ASPEK mendesak pemerintah untuk serius dalam menyikapi informasi terkait membanjirnya tenaga kerja asal Cina," tegasnya.

Presiden Jokowi, lanjut Mirah, sebaiknya mengkaji ulang terkait permasalahan ini, serta memberikan solusi yang lebih berpihak kepada kepentingan rakyat Indonesia.

Pihaknya mengaku prihatin, atas kebijakan yang diterapkan oleh Pemerintah, khususnya terkait kebijakan kemudahan investasi asing untuk bisa membawa tenaga kerja dari Negara asalnya. Serta program bebas visa kunjungan yang menjadi salah satu penyebab serbuan pekerja asing ke Indonesia.

"Dari sejumlah kasus diketahui bahwa kebanyakan para pekerja itu masuk menggunakan visa turis," tegasnya.

Oleh sebab itu, pihaknya meminta kepada pemerintah harus hadir dalam bentuk kebijakan yang pro rakyat dan sejalan dengan amanah konstitusi.

"Pemerintah tidak boleh membiarkan rakyat Indonesia hanya sebagai penonton dari acara pesta poranya para investor. Jika pemerintah lebih berpihak pada investor, maka bukan tidak mungkin investasi asing akan berubah menjadi invasi asing," katanya.

Sementara Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Said Iqbal mencatat sampai saat ini sekitar 1 juta tenaga kerja asing asal Cina sudah masuk ke Indonesia.

"Kami perkirakan ada 1 juta tenaga kerja asing asal Cina yang masuk ke Indonesia. Itu terjadi kok, faktanya ada di Bali di Buleleng, Konawe, Bayah di Pandeglang. Karena kita dateng langsung ini yang terbukti banyak tenaga kerja asing," kata Said.

Bahkan, ia pun mencontohkan serbuan tenaga kerja asing paling dekat ada di Pulo Gadung. Ada enam perusahaan yang tergolong Penanam Modal Asing atau PMA sudah mempekerjakan 30 persen pekerja yang tidak mempunyai keahlian.

"Ini pemerintah bagaimana. Kalau di Korea, Amerika atau negara di Eropa boleh kalau mempekerjakan skill workers, di Indonesia juga boleh asal biaa bahasa Indonesia atau ada pendampingnya. Kalau yang unskill kan harus dari dalam agar ada pembelajaran. Jangan asing terus mendominasi," tegasnya.

Oleh sebab itu, pihaknya meminta untuk mengerem serbuan tenaga kerja asing agar tenaga kerja di dalam negeri bisa meningkatkan kesejahteraan.

"Jangan selalu asing dianggap paling mampu melakukan segala hal. Harus seimbang, jadi investasi ini berdampak signifikan kepada perekonomian di dalam negeri," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Said Iqbal Tuding Jokowi Gagal Lindungi Buruh

Said Iqbal Tuding Jokowi Gagal Lindungi Buruh

News | Selasa, 02 Agustus 2016 | 11:53 WIB

Ini yang Terjadi Bila Lapangan Kerja Diserahkan ke Buruh Cina

Ini yang Terjadi Bila Lapangan Kerja Diserahkan ke Buruh Cina

News | Rabu, 20 Juli 2016 | 07:00 WIB

Isu Banjir Buruh Cina, Pemerintah Diminta Memihak Buruh Indonesia

Isu Banjir Buruh Cina, Pemerintah Diminta Memihak Buruh Indonesia

DPR | Senin, 18 Juli 2016 | 10:05 WIB

Benarkah Pemerintah Jokowi Anak Emaskan Cina?

Benarkah Pemerintah Jokowi Anak Emaskan Cina?

News | Sabtu, 16 Juli 2016 | 07:00 WIB

Upah Buruh Selama Ramadan 2016 Naik 0,21 Persen

Upah Buruh Selama Ramadan 2016 Naik 0,21 Persen

Bisnis | Jum'at, 15 Juli 2016 | 13:29 WIB

Buruh Protes Tak Dapat Pengampunan Pajak Seperti Pengusaha

Buruh Protes Tak Dapat Pengampunan Pajak Seperti Pengusaha

Bisnis | Rabu, 29 Juni 2016 | 11:04 WIB

Mau Ahok Jadi Tersangka, KSPI Ancam KPK Kerahkan Banyak Massa

Mau Ahok Jadi Tersangka, KSPI Ancam KPK Kerahkan Banyak Massa

News | Kamis, 02 Juni 2016 | 19:23 WIB

Petani Sawit Dinilai Masih Sulit Akses Pembiayaan Perbankan

Petani Sawit Dinilai Masih Sulit Akses Pembiayaan Perbankan

Bisnis | Rabu, 01 Juni 2016 | 06:59 WIB

Buruh Perempuan Sukabumi Diduga Dibunuh, Cuma Pakai Pakaian Dalam

Buruh Perempuan Sukabumi Diduga Dibunuh, Cuma Pakai Pakaian Dalam

News | Minggu, 29 Mei 2016 | 21:55 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×