Suara.com - Seorang utusan perdamaian PBB tewas diserang kelompok bersenjata di utara Mali. Saat itu dia tengah mengantarkan logistik untuk koorban perang di sana.
Penyerangan itu berlangsung saat ada 5 utusan perdamaian PBB konvoi mengantarkan logistik. Penyerangan terjadi di 11 km selatan Aguelhoc di wilayah Kidal. Di sana memang kawasan rawan kelompok bersenjata.
Seorang Juru Bicara PBB menyatakan sampai saat ini tetara pemerintah Mali belum maksimal mencegah pergerakan kelompok radikal bersenjata di sana. Bahkan di tahun 2014, ada 50 tentara pemerintah yang tewas.
Mali telah menjadi tempat paling mematikan untuk para utusan perdamaian PBB. Ada lebih dari 100 pasukan penjaga perdamaian tewas sejak Juli 2013. Ada 2.500 tentara perdamaian yang berjaga di sana.
Sementara Mei lalu ada lima penjaga perdamaian Chad tewas dalam penyergapan di dekat Kidal. Kelompok Al Qaeda mengaku bertanggung jawab atas serangan bulan itu yang juga menewaskan 3 warga sipil. (Reuters)