Peningkatan Kerjasama Pajak Secara Global akan Ciptakan Keadilan

Adhitya Himawan

Kamis, 31 Maret 2016 | 10:55 WIB
Peningkatan Kerjasama Pajak Secara Global akan Ciptakan Keadilan
Ilustrasi pajak. (Shutterstock)

Suara.com - Penghentian penyalahgunaan surga pajak (tax haven) dan peningkatan kerja sama pajak global akan membantu menciptakan masyarakat global yang lebih adil. Pernyataan ini dikemukakan oleh Jeffrey Sachs, ekonom AS dan penasihat khusus PBB mengenai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) kepada sejumlah wartawan, Rabu (31/3/2016).

Sachs membuat pernyataan tentang "tax haven" atau surga pajak pada konferensi pers di sela-sela acara PBB tentang SDG-10, yang bertujuan untuk mengurangi ketimpangan di dalam dan di antara negara-negara.

Ketika negara tidak bisa mengumpulkan cukup pajak, kata Sachs, mereka tidak mampu menyediakan banyak layanan yang dibutuhkan untuk mencapai 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, yang disetujui oleh para pemimpin dunia pada September 2015, termasuk kesehatan, pendidikan, gizi dan lingkungan yang aman.

"Ada banyak negara di dunia yang kekurangan dalam upaya menghimpun pajak mereka," katanya, "ini terjadi pada biaya yang sangat tinggi dan biasanya ketimpangan tinggi karena rakyat miskin menjadi sangat rentan." Bagi banyak negara-negara berkembang penerimaan pajak sangat rendah, dan ini dapat dibuat lebih buruk ketika perusahaan multinasional secara ilegal memindahkan uang untuk ke negara-negara yang disebut "tax havens" untuk menghindari membayar pajak di negara tempat mereka beroperasi.

"Kerja sama internasional diperlukan agar kita tidak 'race to bottom' (berlomba menderegulasi lingkungan pajak dalam rangka untuk menarik atau mempertahankan aktivitas ekonomi di wilayah hukum mereka) yang menawarkan jenis-jenis impunitas tertentu atau kerahasiaan tersembunyi atau pemotongan pajak guna mencoba untuk menarik modal," kata Sachs.

Menurut Komisi Ekonomi PBB untuk Afrika (UNECA), negara-negara Afrika kehilangan setidaknya sekitar 50 miliar dolar AS setiap tahun untuk arus keuangan terlarang, meskipun ini dianggap perkiraan konservatif. Jumlah kerugian arus keuangan terlarang hampir dua kali lipat apa yang negara-negara Afrika terima dalam uang bantuan dari negara-negara kaya.

Kelompok 77 plus Tiongkok (G77+Tiongkok), yang mewakili 134 negara, menyerukan sebuah badan antar-pemerintah untuk kerja sama pajak yang akan didirikan guna membantu mendanai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dalam Addis Ababa Financing for Development Conference pada Juni 2015.

Namun, kesepakatan tidak tercapai oleh masyarakat internasional pada pertemuan tersebut dan lembaga itu belum didirikan.

"Pertemuan Addis Ababa memiliki banyak perdebatan tentang isu-isu kerja sama pajak, dan sebagai hasilnya kita sekarang membahas bagaimana kita dapat memperkuat mekanisme yang ada yang berkaitan dengan masalah pajak internasional," kata Presiden Dewan Ekonomi dan Sosial PBB (ECOSOC) Oh Joon , yang juga berbicara di konferensi pers.

"Kami belum mencapai kesepakatan tentang bagaimana kami secara khusus akan bergerak tentang itu, tapi saya berpikir bahwa kita akan memilikinya segera tapi pasti mekanismenya akan diperkuat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya," kata Oh yang juga Duta Besar Republik Korea untuk PBB.

Sachs menambahkan bahwa isu-isu lain seperti tata kelola dan transparansi juga penting.

"Menumpas korupsi sangat penting juga karena korupsi merupakan salah satu alasan penting untuk ketidaksetaraan tinggi," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Akhirnya PBB Turun Tangan di Perang AS - Iran, Minta Rampungkan Konflik Selat Hormuz

Akhirnya PBB Turun Tangan di Perang AS - Iran, Minta Rampungkan Konflik Selat Hormuz

News | Sabtu, 26 September 2026 | 13:16 WIB

Total 70 Negara Walk Out dari Pidato PM Israel Netanyahu di PBB

Total 70 Negara Walk Out dari Pidato PM Israel Netanyahu di PBB

News | Sabtu, 26 September 2026 | 06:57 WIB

Alasan Kemlu, Indonesia Walkout saat Benjamin Netanyahu Pidato di Sidang Umum PBB

Alasan Kemlu, Indonesia Walkout saat Benjamin Netanyahu Pidato di Sidang Umum PBB

News | Sabtu, 26 September 2026 | 06:48 WIB

PM Israel Netanyahu Sebut Delegasi yang Walk Out sebagai 'Moral Cowards'

PM Israel Netanyahu Sebut Delegasi yang Walk Out sebagai 'Moral Cowards'

Video | Jum'at, 25 September 2026 | 21:05 WIB

Ekonomi Gelap Menggurita di Indonesia, Sektor Legal dan Pajak Terancam Makin Tertekan

Ekonomi Gelap Menggurita di Indonesia, Sektor Legal dan Pajak Terancam Makin Tertekan

News | Jum'at, 25 September 2026 | 21:16 WIB

Delegasi RI Walk Out dari Aula PBB saat Benjamin Netanyahu akan Pidato

Delegasi RI Walk Out dari Aula PBB saat Benjamin Netanyahu akan Pidato

Video | Jum'at, 25 September 2026 | 18:25 WIB

Indonesia Pamer Kesuksesan Perdamaian Aceh dan Maluku di Markas PBB

Indonesia Pamer Kesuksesan Perdamaian Aceh dan Maluku di Markas PBB

News | Jum'at, 25 September 2026 | 15:18 WIB

Tak Nurut Amerika, Presiden Sudan Tak Bisa ke Sidang PBB

Tak Nurut Amerika, Presiden Sudan Tak Bisa ke Sidang PBB

News | Jum'at, 25 September 2026 | 15:05 WIB

Indonesia Tanda Tangani Konvensi Siber PBB, Apa Saja Isi Perjanjiannya?

Indonesia Tanda Tangani Konvensi Siber PBB, Apa Saja Isi Perjanjiannya?

News | Jum'at, 25 September 2026 | 13:04 WIB

Walk Out di PBB: Protes Moral Perkasa, tapi Apakah Taktis?

Walk Out di PBB: Protes Moral Perkasa, tapi Apakah Taktis?

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 14:40 WIB

Terkini

Pasar Kripto Semringah Pada Agustus 2026, Transaksi Melonjak 16%

Pasar Kripto Semringah Pada Agustus 2026, Transaksi Melonjak 16%

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 10:07 WIB

Profil Abe Hoed, Anak Melly Goeslaw yang Resmi Lamar Putri Bambang Soesatyo

Profil Abe Hoed, Anak Melly Goeslaw yang Resmi Lamar Putri Bambang Soesatyo

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 09:58 WIB

BYD Makin Perkasa: Ekspansi Raksasa Otomotif Tiongkok Kini Rambah Kereta Listrik Industri

BYD Makin Perkasa: Ekspansi Raksasa Otomotif Tiongkok Kini Rambah Kereta Listrik Industri

Otomotif | Minggu, 27 September 2026 | 09:56 WIB

Bosan Makan Nasi? Intip 3 Cara Pengolahan Sorgum sebagai Alternatif Karbo

Bosan Makan Nasi? Intip 3 Cara Pengolahan Sorgum sebagai Alternatif Karbo

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 09:50 WIB

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Masih Berkantor dan Belum Ditahan? Ini Alasannya

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Masih Berkantor dan Belum Ditahan? Ini Alasannya

Sulsel | Minggu, 27 September 2026 | 09:40 WIB

Rudy Mas'ud Arahkan Kegiatan ke Hotel BUMD, Dinas Pariwisata Ungkap Alasannya

Rudy Mas'ud Arahkan Kegiatan ke Hotel BUMD, Dinas Pariwisata Ungkap Alasannya

Kaltim | Minggu, 27 September 2026 | 09:40 WIB

BEI Hapus Kriteria Papan Pemantauan Khusus, Besok Harga Minimum Saham Jadi Rp1

BEI Hapus Kriteria Papan Pemantauan Khusus, Besok Harga Minimum Saham Jadi Rp1

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 09:35 WIB

Jalan Aroepala Dibuka Penuh, Gubernur Sulsel: Akses Gowa-Makassar Makin Lancar

Jalan Aroepala Dibuka Penuh, Gubernur Sulsel: Akses Gowa-Makassar Makin Lancar

Sulsel | Minggu, 27 September 2026 | 09:26 WIB

Komunitas Otomotif Jajal Pengecekan Spooring Instan di Automechanika Jakarta 2026

Komunitas Otomotif Jajal Pengecekan Spooring Instan di Automechanika Jakarta 2026

Otomotif | Minggu, 27 September 2026 | 09:20 WIB

Review The Love Hypothesis: Fake Dating yang Manis, Romantis, dan Humoris

Review The Love Hypothesis: Fake Dating yang Manis, Romantis, dan Humoris

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 09:20 WIB

×