Inilah Alasan Lion Air Pecat 14 Pilotnya

Adhitya Himawan | Suara.com

Selasa, 09 Agustus 2016 | 14:42 WIB
Inilah Alasan Lion Air Pecat 14 Pilotnya
Pesawat Lion Air [suara.com/Dian Kusumo Hapsari]

Pihak manajemen Lion Air akhirnya buka suara mengenai kontroversi pemecatan terhadap 14 pilot yang diduga melakukan pemogokan nasional.

"Mengenai adanya berita tentang sedikit ketidak selarasannya hubungan pihak manajemen dengan beberapa oknum penerbang Lion Air Group, perlu diketahui bahwa pihak manajemen sangat menyayangkan hal ini dapat terjadi. Sebagai perusahaan yang terdaftar di Indonesia, tentunya kami pasti mengadopsi dan menjalankan Peraturan Perusahaan sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku," kata Harris Arthur Hedar, Head of Corporate Lawyer Lion Air Group dalam keterangan tertulis, Senin (8/8/2016).

Perjanjian Ikatan Dinas Penerbang juga tidak lepas dari pemahaman Undang-Undang termasuk isi dari perjanjian tersebut. Perjanjian Ikatan Dinas Penerbang adalah kesepakatan kedua belah pihak antara pilot dan perusahaan dan dalam perjanjian tersebut telah diatur hak dan kewajiban dari masing-masing pihak. Adapun yang diatur dalam perjanjian tersebut antara lain adalah jangka waktu kerja dan ganti rugi terkait investasi pendidikan yang telah dikeluarkan oleh perusahaan sehingga tidak mungkin adanya unsur paksaan pada saat penandatanganan kontrak tersebut. "Tindakan indispliner yang menyebabkan puluhan ribu penumpang terlantar merupakan tindakan yang melanggar peraturan perusahaan yang diadopsi dari UU dan Perjanjian Ikatan Dinas Penerbang," ujarnya.

Arthur menegaskan bahwa mengingat kembali kejadian pada tanggal 10 Mei 2016 lalu, ada beberapa oknum penerbang Lion Air yang pada tanggal 9 Mei 2016 terbang ke daerah luar Jakarta dan pada keesokan harinya menolak secara mendadak untuk menerbangkan pesawat yang telah dijadwalkan, dan diduga melakukan sabotase massal dengan menelantarkan puluhan ribu penumpang, menimbulkan kerugian bagi perusahaan,  beban moril karyawan yang bertugas pada saat itu, pemaksaan kehendak ke beberapa penerbang kami lainnya tanpa adanya pemberitahuan sebelumnya. Hal ini diyakini sebagai sebuah aksi kesengajaan dengan mengorbankan nama perusahaan dan yang terpenting mengorbankan para penumpang kami yang telah siap berangkat ke tujuannya masing – masing pada saat itu.

“Sebuah asosiasi semestinya memberikan hal yang positif, namun tindakan maupun aksi yang dilakukan oleh para oknum pilot dirasa sangat berbanding terbalik dari apa yang diharapkan. Jika memang ada kebijakan atau tindakan dari perusahaan yang tidak sesuai dengan hak – hak para penerbang semestinya hal ini disampaikan secara kekeluargaan, tentram, dan penuh dengan musyawarah. Namun pada kenyataannya kesewenangan aksi menunda terbang tanpa pemberitahuan dengan alasan kondisi emosi dan psikis pilot sedang terganggu diyakini sebuah agenda dengan motif untuk menjatuhkan kredibilitas perusahaannya”, jelasnya.

Harris menambahkan bahwa beberapa pilot yang pada saat itu ikut melakukan aksi menolak untuk terbang, langsung menemui pihak manajemen pada keesokan harinya untuk meminta maaf dan mengaku bersalah karena telah dihasut oleh pilot lainnya. Setelah diberikan pembinaan oleh manajemen maka saat ini mereka telah kembali terbang namun terdapat beberapa pilot yang Perjanjian Ikatan Dinas Penerbangnya kami akhiri karena tidak melaksanakan kewajibannya yang telah disepakati antara lain melakukan aksi menolak untuk terbang dan melakukan penghasutan kepada para pilot lainnya. "Hal ini juga menyebabkan iklim investasi negara yang kurang baik terutama bagi  industri penerbangan dimana para investor dan mitra kerja menanyakan mengenai kejelasan kejadian tersebut," tutur Arthur.

Lion Air telah beroperasi dan melayani masyarakat selama 16 tahun dengan mempekerjakan karyawannya dengan total 26.000 karyawan dan 10 ribu pekerja dari pihak ketiga. Sampai dengan saat ini frekwensi penerbangan Lion Air Group mencapai 1000 flights perharinya. Dengan 290 armada yang beroperasi mengangkut dan melayani 110.000 jiwa perharinya Lion Air Group hingga kini akan terus berusaha melakukan ekspansi demi melakukan pelayanan kepada masyarakat dan terus membuka lapangan pekerjaan seiring dengan pertumbuhan bisnis Lion Air Group dan penambahan armada dan rute yang tentunya peluang akan sangat terbuka bagi anak bangsa untuk bisa berkarya bersama kami. "Hal ini juga kami lakukan untuk terus memberikan iklim investasi yang stabil bagi para investor kami dan menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang terus berkembang," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lima Penerbangan Lion Air Delay Panjang, Rupanya Ini yang Terjadi

Lima Penerbangan Lion Air Delay Panjang, Rupanya Ini yang Terjadi

News | Selasa, 02 Agustus 2016 | 16:00 WIB

Lion Air Delay Bikin Penumpang Emosi, Besok Dipanggil Menhub

Lion Air Delay Bikin Penumpang Emosi, Besok Dipanggil Menhub

News | Senin, 01 Agustus 2016 | 21:04 WIB

Lion Air Ajukan Extra Flight Lebaran, Kemenhub Tak Beri Izin

Lion Air Ajukan Extra Flight Lebaran, Kemenhub Tak Beri Izin

Bisnis | Rabu, 22 Juni 2016 | 18:06 WIB

Terkini

Cerita Arus Balik: Syamsudin Trauma Macet 27 Jam di Jalan, Derris Pilih War Tiket Sejak H-45

Cerita Arus Balik: Syamsudin Trauma Macet 27 Jam di Jalan, Derris Pilih War Tiket Sejak H-45

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 22:13 WIB

Anak Durhaka! Kata-kata Sadis Remaja 18 Tahun Usai Bunuh Ibu Kandung

Anak Durhaka! Kata-kata Sadis Remaja 18 Tahun Usai Bunuh Ibu Kandung

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 22:00 WIB

Akal Bulus Model Cantik Tipu Pria Kaya, Korban Merugi Sampai Rp3 Miliar

Akal Bulus Model Cantik Tipu Pria Kaya, Korban Merugi Sampai Rp3 Miliar

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 21:30 WIB

Dear Donald Trump! Ini Ada Ejekan dari Jubir Iran: Malu yah Kalah Perang

Dear Donald Trump! Ini Ada Ejekan dari Jubir Iran: Malu yah Kalah Perang

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 21:00 WIB

Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus

Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:32 WIB

AS-Israel Lakukan Kejahatan Perang: 600 Sekolah Hancur, 66 Balita Iran Tewas

AS-Israel Lakukan Kejahatan Perang: 600 Sekolah Hancur, 66 Balita Iran Tewas

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:30 WIB

Dicari CIA dan Mossad, Teka-teki Keberadaan Ayatollah Mojtaba Khamenei

Dicari CIA dan Mossad, Teka-teki Keberadaan Ayatollah Mojtaba Khamenei

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:11 WIB

Geger! Trader Misterius Raup Jutaan Dolar dalam 15 Menit Sebelum Klaim Damai Trump

Geger! Trader Misterius Raup Jutaan Dolar dalam 15 Menit Sebelum Klaim Damai Trump

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:04 WIB

Tak Sekedar Bicara, PM Spanyol Embargo Senjata dan Bongkar Niat Jahat Israel ke Lebanon

Tak Sekedar Bicara, PM Spanyol Embargo Senjata dan Bongkar Niat Jahat Israel ke Lebanon

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:00 WIB

Menakar Posisi Tawar Iran: Benarkah Makin Kuat Usai Digempur AS dan Israel?

Menakar Posisi Tawar Iran: Benarkah Makin Kuat Usai Digempur AS dan Israel?

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 19:18 WIB