BNN: Risiko Warga Sumatera Utara Sangat Tinggi Terjerat Narkoba

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 10 Agustus 2016 | 22:03 WIB
BNN: Risiko Warga Sumatera Utara Sangat Tinggi Terjerat Narkoba
Ilustrasi narkoba [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Angka prevalensi masyarakat yang berisiko terpapar narkotika di Sumatera Utara masih sangat tinggi. Sehingga butuh upaya pencegahan dan pemberantasan yang lebih gencar.

"Dilihat dari jenjang usia antara 10-59 tahun yang ada di Sumut, sebanyak 350 ribu orang berisiko terpapar narkoba di Sumut," ujar Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumut, Andi Loedianto di Medan, Rabu (10/8/2016).

Dia mengatakan itu pada acara peringatan Hari Anti Narkoba Indonesia. Menurut dia, perang melawan narkoba tidak cukup dengan pencegahan saja, namun juga harus lewat pemberantasan.

"Perang melawan narkoba dengan pencegahan dan pemberantasan juga sudah diinstruksikan Presiden RI Joko Widodo, jadi harus semua pemangku kepentingan ikut menjalankannya," katanya, Melihat tingginya masyarakat yang berisiko, BNN menilai pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Narkoba yang diketuai langsung oleh Gubernur Sumut H Tengku Erry Nuradi sangat penting dan tepat.

Harapannya, Satgas Pemberantasan dapat menjangkau masyarakat penderita narkoba yang selama ini belum terjangkau. Andi mengakui, akibat masih masifnya tingkat pengungkapan narkoba, menjadikan Sumut saat saat ini berada di ranking (peringkat) pertama untuk pengungkapan kasus narkoba dari sebelumnya di peringkat tiga.

Naiknya peringkat sebagai daerah pengungkap narkoba juga didukung oleh banyaknya masyarakat yang secara sukarela mau mengakui dirinya terpapar narkoba dan menjalani proses rehabilitasi serta juga keseriusan pemberantasan narkoba yang semakin meningkat.

Menurut dia, untuk mencapai target Indonesia bersih dari narkoba di 2017 diperlukan kesadaran yang tinggi untuk mencegah dan memberantas narkoba itu.

"Jangan lagi ada keluarga yang menyembunyikan anggota keluarga pemakai narkoba dengan alasan aib dan takut jadi tersangka. Para penderita harus disembuhkan melalui proses rehabilitasi," katanya.

Dia mengakui perlunya dukungan sarana dan prasarana di tempat rehabilitasi seperti di Lubuk Pakam, Deliserdang yang kapasitas penghuni hanya sebanyak 100 orang. Gubernur Sumut Erry Nuradi mengatakan, tugas melawan narkoba tidak hanya BNN maupun Polri, namun juga semua pihak.

"Pencegahan dan pemberantasan narkoba baru akan efektif kalau ada sinergitas seluruh pihak," katanya.

Erry menegaskan, narkoba harus dilawan atau diberantas karena faktanya selama ini penggunaannya sering memicu tindakan kriminalitas sehingga keamanan terganggu dan bahkan penggunaan narkoba bisa mengancam masa depan bangsa dan negara Indonesia. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×