Muncul Khawatir Naskah Pidato Jokowi Disusupi Minta Maaf ke PKI

Siswanto, Dian Rosmala

Kamis, 11 Agustus 2016 | 14:55 WIB
Muncul Khawatir Naskah Pidato Jokowi Disusupi Minta Maaf ke PKI
Ketua Front Pancasila Arukat Jaswadi bertemu Wakil Ketua DPR Fadli Zon di DPR [suara.com/Dian Rosmala]

Suara.com - Menjelang pembacaan pidato kenegaraan HUT RI oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 16 Agustus 2016 di gedung DPR, organisasi masyarakat Front Pancasila khawatir naskah pidato Kepala Negara disusupi kalimat permintaan maaf kepada Partai Komunis Indonesia dan keluarga.

"Kita menghadapi 17 Agustus, selalu khawatir Presiden kelepasan permintaan maaf itu," kata Ketua Front Pancasila Arukat Jaswadi di DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (11/8/2016).

Kedatangan perwakilan Front Pancasila ke DPR untuk menemui Wakil Ketua DPR dari Fraksi Partai Gerindra Fadli Zon hari ini berkaitan dengan kekhawatiran itu. Front Pancasila meminta DPR mengawasi agar jangan sampai Presiden kelepasan menyampaikan permintaan maaf kepada PKI dan keluarga. Arukat tadi diterima Fadli Zon di ruang rapat pimpinan, Nusantara III, lantai 2.

Arukat bersyukur selama ini dalam pidato kenegaraan, Presiden tidak pernah menyampaikan permintaan maaf kepada PKI dan keluarga. Tapi, katanya, harus tetap diantisipasi, apalagi akhir-akhir muncul wacana rekonsiliasi.

"Tahun kemarin alhamdulillah lewat, sekarang menghadapi 17 Agustus lagi. Walaupun Prsiden sudah menyatakan itu," kata Arukat.

"Tetapi karena di lampiran pidato Presiden yang kami baca, dan juga sudah diekspose bahwa ada memang, hampir atau sudah dinyatakan dalam lampiran Pidato Presiden itu akan ada permintaan maaf," Arukat menambahkan.

Front Pancasila khawatir karena mereka menganggap sebagian orang di lingkaran Presiden Jokowi kekiri-kirian.

"Oleh karena itu, sempat tercetak di dalam buku itu (buku berisi baskah pidato kenegaraan Presiden), bisa kita baca, kita khawatir karena di lingkungan Presiden, wantimpres itu ada unsur yang ke kiri-kirian," kata Arukat.

"Jangan sampai itu terlepas, mohon DPR bisa mengawasi. Agar jangan sampai terlepas, karena kalau sudah terjadi agak sulit untuk direvisi," Arukat menambahkan. "Bagaimanapun juga, Jokowi sudah jadi Presiden, kita harus hormati. Harus kita jaga, jangan sampai orang-orang yang masih berfikiran jelek menurut kita semua, bisa bermain dalam situasi seperti ini."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:43 WIB

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:28 WIB

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM

Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:18 WIB

Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT

Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:12 WIB