Putin: Mana Saya Tahu Siapa Peretas Data Partai Demokrat AS

Arsito Hidayatullah

Jum'at, 02 September 2016 | 15:30 WIB
Putin: Mana Saya Tahu Siapa Peretas Data Partai Demokrat AS
Presiden Rusia, Vladimir Putin, dalam sebuah wawancara di Wladiwostok, Rusia, Kamis (1/9/2016). [Sputnik/Kremlin /Alexei Druzhinin via Reuters]

Suara.com - Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyatakan dirinya tidak tahu siapa yang berada di belakang peretasan jaringan elektronik dan data Partai Demokrat Amerika Serikat (AS) belum lama ini. Tapi menurutnya, sebagaimana dilansir Bloomberg, Jumat (2/9/2016), informasi yang telah disebarluaskan ke publik itu penting artinya.

Dalam sebuah wawancara dua hari menjelang KTT G-20 di Cina di mana dia juga akan berjumpa Presiden AS Barack Obama, Putin menyebut bahwa mungkin akan mustahil untuk mengetahui siapa dalang peretasan tersebut. Namun, dia memastikan bahwa aksi yang memunculkan sejumlah email sensitif Partai Demokrat itu tidak dilakukan oleh pemerintah Rusia.

"Memangnya penting siapa yang meretas data tersebut?" ujar Putin berkomentar sembari melontarkan pertanyaan. "Yang penting (dalam hal ini) adalah konten yang telah disebarluaskan ke publik itu," sambungnya.

 
"Tidak perlu mengalihkan perhatian publik dari esensi masalahnya, dengan melontarkan isu kecil berkaitan dengan pencarian siapa yang melakukannya," tutur Putin lagi.

"Tapi saya ingin katakan sekali lagi, saya tidak tahu apa pun mengenai hal tersebut, dan dalam konteks kenegaraan, Rusia tidak pernah melakukan hal itu," tegasnya.

Diketahui, sejumlah email yang diretas telah dirilis oleh WikiLeaks pada Juli lalu. Isinya cukup mengejutkan, bahwa ada semacam "persekongkolan" di Komite Nasional Demokrat demi mendukung pencalonan Hillary Clinton. Kasus itu berujung pada pengunduran diri perempuan pimpinan komite tersebut.

Selain email-email yang dirilis, diberitakan pula bahwa jaringan komputer yang digunakan untuk kepentingan kampanye Clinton, juga komite penggalangan dana partai itu di parlemen, telah ikut diretas.

Terkait skandal itu, pada Agustus lalu, Barack Obama pun sempat berujar akan membicarakannya dengan Putin jika ada dugaan Rusia terlibat, meski menekankan bahwa hal ini tak perlu merusak hubungan kedua negara. [Reuters]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Putin Telepon Obama Soal Konflik Suriah, Apa yang Dibicarakan?

Putin Telepon Obama Soal Konflik Suriah, Apa yang Dibicarakan?

News | Kamis, 07 Juli 2016 | 04:02 WIB

Terkini

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:40 WIB

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:39 WIB

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

Sumsel | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:29 WIB

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Bogor | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:17 WIB

×