Suara.com - Pemerintah Rusia, pada Rabu (6/7/2016), mengatakan bahwa Presiden Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat Barack Obama telah berbicara lewat sambungan telepon. Dalam pembicaraan tersebut Putin dan Obama sepakat untuk meningkatkan koordinasi dalam melancarkan serangan militer di Suriah.
Selama ini, hubungan antara Rusia dan AS selalu terhambat oleh banyaknya perbedaan pendapat mengenai konflik di Suriah. Rusia dan AS membekingi dua kubu yang berlawanan dalam perang saudara yang terjadi di negeri tersebut.
Melalui sebuah pernyataannya, Istana Kremlin menyebut bahwa Putin mendesak Obama untuk membantu mengidentifikasi pemberontak di Suriah. Putin meminta Obama untuk membedakan pemberontak Front Nusra dengan kelompok ekstrimis lainnya.
Kremlin menyebut, pembicaraan via telepon tersebut merupakan inisiatif Rusia dan kedua belah pihak telah sama-sama menekankan pentingnya untuk segera memulai sebuah perundingan damai yang dimediasi oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). (Reuters)