BNN Umumkan Senjata Mematikan untuk Bandar Narkoba

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Senin, 05 September 2016 | 01:03 WIB
BNN Umumkan Senjata Mematikan untuk Bandar Narkoba
Kepala ‎Badan Nasional Narkotika Komisaris Jenderal Budi Waseso [suara.com/Erick Tanjung]

Suara.com - Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) akan dilengkapi dengan senjata canggih untuk memburu bandar narkotika dan obat/bahan berbahaya (narkoba). Senjata itu mematikan.

Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso menjelaskan pengadaan senjata canggih ini sudah disetujui oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam).

Senjata canggih buatan Amerika Serikat tersebut tidak dipakai untuk sembarang petugas BNN. Hanya pasukan terpilih yang diberikan.

Sebab senjata tembak tidak dimiliki oleh TNI maupun Polri. Khusus untuk BNN.

Kelebihan senjata tersebut yakni memiliki ketepatan bidik hingga 1,6 km. Namun untuk daya jelajahnya sampai 2,8 km.

Senjata itu diberikan khusus kepada petugas BNN, karena yang akan dihadapi adalah bandar besar yang memiliki senjata canggih juga.

Sehingga, petugas yang tengah memburu bandar narkoba tidak perlu mendekat, tetapi cukup dari jarak jauh saja. Selain itu, senjata tersebut juga kalibernya berbeda dengan senjata yang dimiliki oleh TNI/Polri.

"Senjata ini kami gunakan untuk menembak para bandar narkoba," tegas Buwas di Sukabumi, Minggu (4/9/2016).

Ia mengatakan untuk perang terhadap narkoba tidak bisa main-main, karena ulah mereka bisa menghancurkan bangsa ini. Maka dari itu, sebelum negara ini hancur akibat penyalahgunaan narkoba, harus lebih dahulu menghancurkan bandar barang haram itu.

"Kami tidak segan menjerat bandar narkoba dengan ancaman hukuman yang berat seperti hukuman mati, kami juga berharap dalam memberantas peredaran narkoba tidak hanya kami, pemerintah, Polri dan TNI saja tetapi seluruh elemen wajib turun tangan dan menyatakan perang terhadap penyalahgunaan narkoba," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pesta Narkoba di Melbourne, Cewek Selandia Baru Dibekuk di Bali

Pesta Narkoba di Melbourne, Cewek Selandia Baru Dibekuk di Bali

News | Jum'at, 02 September 2016 | 16:35 WIB

Dua Wilayah di Tangerang Ini Dinyatakan Zona Merah Narkoba

Dua Wilayah di Tangerang Ini Dinyatakan Zona Merah Narkoba

News | Rabu, 31 Agustus 2016 | 17:20 WIB

Warga Kenya Selundupkan Narkoba dengan Ditelan

Warga Kenya Selundupkan Narkoba dengan Ditelan

News | Rabu, 24 Agustus 2016 | 21:29 WIB

Di Daerah Ini Bandar Narkoba Siap Dijatuhkan Hukuman Maksimal

Di Daerah Ini Bandar Narkoba Siap Dijatuhkan Hukuman Maksimal

News | Senin, 22 Agustus 2016 | 02:56 WIB

Mencoba Kabur, Bandar Narkoba Nekat Rebut Pistol Polisi

Mencoba Kabur, Bandar Narkoba Nekat Rebut Pistol Polisi

News | Sabtu, 20 Agustus 2016 | 17:27 WIB

Belanja Narkoba di Indonesia Rp72 Triliun Setahun

Belanja Narkoba di Indonesia Rp72 Triliun Setahun

News | Jum'at, 19 Agustus 2016 | 14:08 WIB

Harta Bandar Narkoba Jaringan Freddy Budiman Rp2,6 Triliun

Harta Bandar Narkoba Jaringan Freddy Budiman Rp2,6 Triliun

News | Jum'at, 19 Agustus 2016 | 14:03 WIB

Pencanangan 2015 Bebas Narkoba Gagal

Pencanangan 2015 Bebas Narkoba Gagal

News | Jum'at, 19 Agustus 2016 | 12:53 WIB

BNN Minta OJK Pantau Transaksi Penjualan Narkoba

BNN Minta OJK Pantau Transaksi Penjualan Narkoba

Bisnis | Jum'at, 19 Agustus 2016 | 12:36 WIB

OJK-BNN Dukung Gerakan Bersih Narkoba di Jasa Keuangan

OJK-BNN Dukung Gerakan Bersih Narkoba di Jasa Keuangan

Bisnis | Jum'at, 19 Agustus 2016 | 12:00 WIB

Terkini

KSPI Boikot May Day di Monas, Tagih Janji Presiden soal RUU PPRT

KSPI Boikot May Day di Monas, Tagih Janji Presiden soal RUU PPRT

News | Rabu, 15 April 2026 | 19:05 WIB

Gubernur Pramono Lantik Serentak 11 Pejabat DKI: Syafrin Liputo Resmi Jadi Wali Kota Jaksel

Gubernur Pramono Lantik Serentak 11 Pejabat DKI: Syafrin Liputo Resmi Jadi Wali Kota Jaksel

News | Rabu, 15 April 2026 | 19:03 WIB

Drama 13 Hari Siswi SMK Bekasi Hilang Usai Diusir Ibu, Berhasil Dilacak Lewat Sinyal HP

Drama 13 Hari Siswi SMK Bekasi Hilang Usai Diusir Ibu, Berhasil Dilacak Lewat Sinyal HP

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:58 WIB

Bukan Cuma Fisik, Chat Mesum Termasuk Kekerasan Seksual: Pakar Soroti Kasus Mahasiswa UI

Bukan Cuma Fisik, Chat Mesum Termasuk Kekerasan Seksual: Pakar Soroti Kasus Mahasiswa UI

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:44 WIB

Tuduh Jubir KPK Sebar Fitnah Soal Sitaan Barang, Faizal Assegaf Lapor ke Dewas

Tuduh Jubir KPK Sebar Fitnah Soal Sitaan Barang, Faizal Assegaf Lapor ke Dewas

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:39 WIB

Aktivis Sambut Seruan Dasco: Persatuan Nasional Lebih Krusial daripada Opini Disharmoni

Aktivis Sambut Seruan Dasco: Persatuan Nasional Lebih Krusial daripada Opini Disharmoni

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:35 WIB

Solusi Macet Jakarta? DKI Bangun Flyover Latumenten dan Bintaro Puspita Hingga 2030

Solusi Macet Jakarta? DKI Bangun Flyover Latumenten dan Bintaro Puspita Hingga 2030

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:30 WIB

Pemprov DKI Siap Siaga Hadapi KLB Keracunan Pangan, Perketat Pengawasan MBG di Sekolah

Pemprov DKI Siap Siaga Hadapi KLB Keracunan Pangan, Perketat Pengawasan MBG di Sekolah

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:30 WIB

Sandiaga Uno Sebut Ekonomi Hijau Kunci Utama Ciptakan Lapangan Kerja Masa Depan

Sandiaga Uno Sebut Ekonomi Hijau Kunci Utama Ciptakan Lapangan Kerja Masa Depan

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:20 WIB

Ngaku Jadi Korban 'Deepfake' AI, Rismon Sianipar Bantah Fitnah Jusuf Kalla: Itu Video Rekayasa!

Ngaku Jadi Korban 'Deepfake' AI, Rismon Sianipar Bantah Fitnah Jusuf Kalla: Itu Video Rekayasa!

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:20 WIB