Presiden Jokowi: Tindak Tegas Pelaku Perusakan Lingkungan

Adhitya Himawan | Suara.com

Jum'at, 30 September 2016 | 03:10 WIB
Presiden Jokowi: Tindak Tegas Pelaku Perusakan Lingkungan
Presiden Jokowi didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengunjungi lokasi bencana di Garut, Jawa Barat, Kamis (29/9/2016). [Dok Biro Setpres]

Presiden Joko Widodo tidak tinggal diam melihat tindakan perusakan lingkungan yang menyebabkan bencana seperti banjir bandang yang terjadi di Garut beberapa waktu lalu. Dirinya pun menginstruksikan Kapolri untuk menindak tegas para pelaku perusakan lingkungan. Hal itu ditegaskannya saat memberikan keterangan usai meninjau Rumah Sakit Umum Dokter Slamet pada Kamis, (29/9/2016), di Kabupaten Garut.

"Penegakan hukum, ini yang paling penting. Karena tanpa itu hutan, vegetasi, dan pohon ini akan terus digunduli. Saya perintahkan tindakan hukum dari Kapolri untuk para perusak lingkungan yang menyebabkan banjir bandang seperti yang terjadi di Garut ini. Tidak hanya di sini, saya kira di seluruh Tanah Air," tegas Presiden Jokowi dalam keterangan tertulis, Kamis (29/9/2016).

Untuk diketahui, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebelumnya telah menyatakan bahwa kerusakan daerah aliran sungai (DAS) di hulu Sungai Cimanuk disinyalir menjadi faktor utama dari penyebab bencana banjir bandang di Kabupaten Garut. Faktor manusia menjadi salah satu penyebab kerusakan tersebut yang antara lain karena penggunaan lahan dan penambangan galian seperti pasir, tanah liat, dan lain-lain.

"Mengenai kerusakan di hulu daerah aliran Sungai Cimanuk, ini dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup sudah turun ke lapangan dan juga akan dilakukan proses-proses dalam rangka konservasi lahan yang ada di sana. Dan juga penataan ruang yang betul agar vegetasi-vegetasi yang ada di atas itu tidak semuanya hilang dan gundul," ungkap Presiden.

Terkait dengan pencarian korban hilang, Presiden menerangkan bahwa sampai dengan saat ini Basarnas masih terus melakukan pencarian para korban hilang yang diperkirakan masih sekitar 19 orang. Kementerian Sosial disebutnya juga sudah bergerak untuk memberikan santunan bagi keluarga korban.

Perbaikan infrastruktur dan sarana umum lainnya tak luput dari perhatian pemerintah. Presiden menyebut bahwa perbaikan tanggul dan penyediaan air bersih sudah langsung dikerjakan. Terhadap penyediaan tempat tinggal bagi para korban yang kini berada di pengungsian, telah diputuskan bersama dengan pemerintah daerah bahwa akan dibangun dua rumah susun (rusun) yang nantinya dapat ditempati para pengungsi.

"Tadi saya bertanya ke Bupati Garut apakah masyarakat menyetujui untuk tinggal di rusun. Jawabannya setuju. Sudah diputuskan juga untuk pembangunan secepat-cepatnya dua tower rusun yang nantinya bisa ditempati masyarakat. Yang di Sumedang juga sama, tapi rusun atau tidak rusun, nanti akan dicek di lapangan," terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo juga menyampaikan kepada Bupati Garut untuk mencari lahan pengganti di lokasi yang lebih aman untuk pembangunan dan relokasi rumah sakit. Sebab, menurut Presiden, rumah sakit yang tersedia saat ini dibangun di daerah yang rawan bencana.

"Untuk rumah sakit masih dalam proses perhitungan apakah akan dibangun yang sudah ada di sini, karena ini adalah daerah yang saya kira rawan bencana, ataukah akan direlokasi ke tempat yang lain. Untuk sekolah-sekolah kerusakan-kerusakannya juga akan segera dikerjakan," imbuhnya.

Peninjauan Sejumlah Lokasi Bencana

Tiba sekitar pukul sembilan pagi, Presiden dan rombongan langsung menuju Posko Utama Tanggap Darurat di Kodim 0611/Garut dengan berkendaraan mobil. Di sana, Presiden mendapatkan pemaparan dari Kepala BNPB, Willem Rampangilei, mengenai kondisi di Garut dan penanganan terhadap korban bencana banjir sekaligus melakukan peninjauan.

Setelahnya, Presiden juga meninjau perbaikan tanggul di lapangan Paris sekitar pukul 09.35 WIB. Sebelumnya, Tim SAR Gabungan sendiri telah memfokuskan pencarian korban di lokasi tersebut yang disebut sebagai salah satu lokasi dengan kerusakan dan korban terbanyak. Presiden menyaksikan sendiri banyak bangunan yang rata dengan tanah, begitu juga pohon-pohon yang tumbang di lokasi yang berada tepat di samping Sungai Cimanuk.

Dalam kunjungan kerjanya kali ini, Presiden menyempatkan diri untuk bertemu langsung dengan para pengungsi yang menjadi korban dalam bencana banjir bandang tersebut. Presiden bersama rombongan singgah di tenda pengungsian yang berlokasi di Terminal Guntur, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut. Di sana, Presiden turut memberikan bantuan bahan pokok dan perlengkapan sekolah yang langsung dibagikannya sendiri di lokasi. Dalam kesempatan terpisah, Presiden Joko Widodo melalui pihak Sekretariat Presiden juga telah menyalurkan bantuan serupa bagi para korban bencana longsor di Sumedang yang tersebar di sejumlah posko pengungsian.

Bantuan perlengkapan sekolah diberikan kepada para murid yang berada dalam pengungsian dan terdiri atas seragam sekolah, seragam pramuka, buku tulis, alat tulis, dan tas. Sebanyak 2.200 paket bantuan diberikan kepada para murid di Garut dan 319 paket bagi para murid di Sumedang. Di Sumedang, bantuan diberikan oleh Tim dari Sekretariat Presiden di Posko Pengungsian yang berada di GOR Tadjimalela, Markas Kodim 0610 Sumedang dan RM Ponyo Sumedang.

Selain bantuan bahan pokok dan perlengkapan sekolah, Presiden Joko Widodo juga menyalurkan bentuk bantuan lainnya yang berupa selimut, pembalut, makanan, susu bayi, dan alas tidur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ibu Negara Iriana Minta Kualitas Guru PAUD Ditingkatkan

Ibu Negara Iriana Minta Kualitas Guru PAUD Ditingkatkan

News | Jum'at, 30 September 2016 | 03:04 WIB

Rusun Korban Bencana Garut Dilelang Mulai Bulan Oktober

Rusun Korban Bencana Garut Dilelang Mulai Bulan Oktober

Bisnis | Jum'at, 30 September 2016 | 01:46 WIB

Presiden Jokowi Instruksikan Bangun Dua Rusun di Garut

Presiden Jokowi Instruksikan Bangun Dua Rusun di Garut

Bisnis | Jum'at, 30 September 2016 | 01:34 WIB

Presiden Jokowi Optimis Proyek Palapa Ring Tuntas di 2019

Presiden Jokowi Optimis Proyek Palapa Ring Tuntas di 2019

Tekno | Kamis, 29 September 2016 | 22:13 WIB

Mensesneg Pratikno Bantah Dirinya Ketemu Prabowo Soal Pilkada DKI

Mensesneg Pratikno Bantah Dirinya Ketemu Prabowo Soal Pilkada DKI

News | Rabu, 28 September 2016 | 23:17 WIB

Misbakhun Berharap Tebusan Tax Amnesty Periode I Rp15 Triliun

Misbakhun Berharap Tebusan Tax Amnesty Periode I Rp15 Triliun

Bisnis | Rabu, 28 September 2016 | 21:46 WIB

Jokowi Ingin Produk UKM Dipasarkan Lewat Ekonomi Digital

Jokowi Ingin Produk UKM Dipasarkan Lewat Ekonomi Digital

Bisnis | Rabu, 28 September 2016 | 04:14 WIB

Jokowi: Nation Branding Bukan Cuma Logo atau Membuat Slogan

Jokowi: Nation Branding Bukan Cuma Logo atau Membuat Slogan

News | Rabu, 28 September 2016 | 03:58 WIB

Partai Golkar Konsolidasi Nasional Buat Menangkan Jokowi di 2019

Partai Golkar Konsolidasi Nasional Buat Menangkan Jokowi di 2019

News | Senin, 26 September 2016 | 21:22 WIB

Pengamat: 13 Paket Kebijakan Ekonomi Tidak Berjalan

Pengamat: 13 Paket Kebijakan Ekonomi Tidak Berjalan

Bisnis | Senin, 26 September 2016 | 03:48 WIB

Terkini

Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran

Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran

News | Senin, 23 Maret 2026 | 23:15 WIB

Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil

Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil

News | Senin, 23 Maret 2026 | 23:00 WIB

Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa

Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa

News | Senin, 23 Maret 2026 | 22:05 WIB

Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius

Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius

News | Senin, 23 Maret 2026 | 22:04 WIB

Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa

Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:55 WIB

Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?

Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:55 WIB

Kabar Duka, Legislator 3 Periode NasDem Tamanuri Meninggal Dunia

Kabar Duka, Legislator 3 Periode NasDem Tamanuri Meninggal Dunia

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:53 WIB

Arus Balik Lebaran: Contraflow Tol Japek KM 70 Sampai KM 36 Arah Jakarta Berlaku Malam Ini

Arus Balik Lebaran: Contraflow Tol Japek KM 70 Sampai KM 36 Arah Jakarta Berlaku Malam Ini

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:48 WIB

Antisipasi Dinamika Global, Kemhan-TNI Siapkan Langkah Efisiensi BBM dan Skema 4 Hari Kerja

Antisipasi Dinamika Global, Kemhan-TNI Siapkan Langkah Efisiensi BBM dan Skema 4 Hari Kerja

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:41 WIB

Waspada, BMKG Sebut Jabodetabek Dikepung Hujan Lebat dan Angin Kencang Malam Ini

Waspada, BMKG Sebut Jabodetabek Dikepung Hujan Lebat dan Angin Kencang Malam Ini

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:38 WIB