Pengamat: 13 Paket Kebijakan Ekonomi Tidak Berjalan

Adhitya Himawan

Senin, 26 September 2016 | 03:48 WIB
Pengamat: 13 Paket Kebijakan Ekonomi Tidak Berjalan
Presiden Jokowi memimpin rapat kabinet di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (13/9/2016). [Dok Setpres]

Pada hari Kamis, (22/9/2016)Presiden Joko Widodo mengundang ekonom dan juga pengusaha ke istana. Rata-rata adalah ekonom pendukung waktu pemilihan presiden dan menduduki jabatan publik. Pertemuan tersebut mendapat kritik tajam dari  Defiyan Cori, Pengamat Ekonomi sekaligus Ketua Umum Forum Ekonomi Konstitusi yang menganggapnya sebagai sebuah lelucon.

"Jelas sebuah lelucon semata. Disebut lelucon adalah, bagaimana mungkin yang disebut ekonom tapi ada dalam struktural pemerintahan, bukankah day to day mereka harus memberi input kebijakan ekonomi? Terlebih lagi yang dibahas hanya soal kinerja tax amnesty, pertumbuhan ekonomi makro, terutama soal moneter dan keuangan," kata Defiyan dalam keterangan tertulis, Senin (26/9/2016).

Menurut Defiyan, pertemuan Presiden Jokowi dengan para ekonom tersebut tidak terlalu relevan. Sebab para ekonom yang diundang jelas pro pemerintah. "Secara kasat mata 13 paket kebijakan ekonomi yang telah diterbitkan oleh pemerintah dan tidak berjalan inilah seharusnya yang dibahas oleh ekonom yang diundang dengan Presiden," ujar Defiyan.

Ia menambahkan bahwa suatu hal yang sangatlah naif jika ekonom yang hadir tidak menyampaikan pada Presiden bagaimana seharusnya pasal 33 UUD 1945 atau Ekonomi Konstitusi harus disusun sebagai sebuah Sistem Ekonomi Nasional. Ini pentinga agar sistem ekonomi yang khas Indonesia bukan hanya menjiplak pelaksanaan ekonomi kapitalis-liberalis yang telah berlangsung bertahun-tahun. "Inilah seharusnya peran ekonom bangsa dalam memperbaiki tatanan ekonomi yang dipenuhi ketimpangan, kemiskinan dan pengangguran struktural dan kultural bukan menegaskan pelaksanaan ekonomi mainstream yang berjalan saat ini," tambah Defiyan.

Ia memberikan contoh, bagaimana ekonom memberikan input atas pengelolaan sumber daya alam kita yang sangat kaya ini dengan mencermati UU Migas, UU Mineral dan Batu Bara, UU PMA, UU BUMN dan lain-lain. Menurutnya, banyak sekali UU yang ada saat ini tidak menguntungkan Indonesia dalam mengisi pundi-pundi penerimaan negara dari sektor BUMN karena besarnya penguasaan kapital asing. Kenyataan ini juga diperparah  sistem perbankan dan keuangan kita saat ini yang seharunya menjadi jantung pergerakan sirkulasi uang belum berfungsi seperti yang seharusnya. "Padahal perbankan dan keuangan kita sangat penting untuk menggerakkan sektor-sektor perekonomian bangsa dalam mengatasi kemiskinan dan ketimpangan struktural, kultural dan regional," jelas Defiyan. 

Kondisi inilah yang menjadi permasalahan prioritas dan mendesak yang harus disampaikan kepada Presiden Jokowi. "Sehingga pertemuan ekonom dengan Presiden bisa konstruktif dan produktif memecahkan sumbatan (bottle neck) persoalan perekonomian bangsa secara sistematis melalui kebijakan," tutup Defiyan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bangun Smelter di Kuala Tanjung, Inalum Siapkan 800 Juta Dolar AS

Bangun Smelter di Kuala Tanjung, Inalum Siapkan 800 Juta Dolar AS

Bisnis | Senin, 26 September 2016 | 01:20 WIB

46 Unit Kapal Pesiar Kunjung Pelabuhan Pelindo III di 2016

46 Unit Kapal Pesiar Kunjung Pelabuhan Pelindo III di 2016

Bisnis | Minggu, 25 September 2016 | 23:30 WIB

Dana Tax Amnesty Bank Mandiri Capai Rp7,37 Triliun

Dana Tax Amnesty Bank Mandiri Capai Rp7,37 Triliun

Bisnis | Minggu, 25 September 2016 | 21:17 WIB

Barata dan GE Kerjasama di Bidang Pembangkit Listrik

Barata dan GE Kerjasama di Bidang Pembangkit Listrik

Bisnis | Sabtu, 24 September 2016 | 04:50 WIB

IPW Peringatkan Stimulus Properti Jangan Tumpul  Diimplementasi

IPW Peringatkan Stimulus Properti Jangan Tumpul Diimplementasi

Bisnis | Sabtu, 24 September 2016 | 04:09 WIB

Program  e-Warung KUBE Digelar di Kota Kediri

Program e-Warung KUBE Digelar di Kota Kediri

Bisnis | Jum'at, 23 September 2016 | 23:35 WIB

Batalkan Tender, PLN Dikritik Agar Lebih Transparan

Batalkan Tender, PLN Dikritik Agar Lebih Transparan

Bisnis | Jum'at, 23 September 2016 | 21:36 WIB

Pelindo III Revitalisasi Enam Pelabuhan di NTT

Pelindo III Revitalisasi Enam Pelabuhan di NTT

Bisnis | Rabu, 21 September 2016 | 13:37 WIB

PHE WMO Luncurkan Anjungan Baru dari Cilegon

PHE WMO Luncurkan Anjungan Baru dari Cilegon

Bisnis | Rabu, 21 September 2016 | 12:22 WIB

Dorong Bisnis, Layanan KA Kontainer KALOG Hadir di Semarang

Dorong Bisnis, Layanan KA Kontainer KALOG Hadir di Semarang

Bisnis | Rabu, 21 September 2016 | 11:09 WIB

Terkini

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:20 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:14 WIB

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:58 WIB

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:56 WIB

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:32 WIB

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:27 WIB

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:19 WIB

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:13 WIB

×