Praktik Penggandaan Uang di Samarinda Sudah Menahun

Dythia Novianty

Jum'at, 07 Oktober 2016 | 01:08 WIB
Praktik Penggandaan Uang di Samarinda Sudah Menahun
Dimas Kanjeng Taat Pribadi dalam salah satu adegan videonya. [YouTube/screen grab]

Suara.com - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Samarinda, Kalimantan Timur, KH Zaini Naim mengungkapan, praktik penggandaan uang berkedok agama di wilayah setempat sudah berlangsung sejak lama.

"Sebenarnya, penggandaan uang seperti kasus Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Samarinda sudah setahun lalu saya mendapat laporan. Bahkan dari pantauan saya, hal seperti itu ada di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Sambutan, Samarinda Utara dan Sungai Kunjang," kata Zaini Naim, Kamis (6/10/2016).

Tahun 2015, lanjutnya, seorang warga Sambutan mengaku tertipu oleh seseorang yang mengaku sebagai ustad di Jawa Timur yang bisa menggandakan uang.

"Warga itu mengaku jika menyetor uang Rp2,5 juta akan berlipat ganda sekaligus bisa melihat Tuhan. Tetapi, setelah menunggu, uang yang disetor tidak kembali dan juga tidak ketemu Tuhan. Jadi, saya katakan praktik agama yang ujung-ujungnya meminta uang adalah penipuan," ujar dia.

Zaini juga mengungkapkan, sekitar lima tahun lalu pernah mendapat laporan terkait kasus penipuan dengan modus penggandaan uang yang dilakukan oleh seseorang mengaku kyai.

Warga diminta menaruh uang di dalam sebuah kotak yang dimasukkan bersama baju orang kaya, kemudian tidak diperbolehkan dibuka dalam jangka waktu tertentu. Namun, saat kotak itu dibuka 10 hari kemudian, uang tersebut raib.

"Lima tahun lalu, saya mendapat laporan bahwa di Kecamatan Samarinda Seberang ada seorang kyai yang mengaku mampu menggandakan uang. Warga ada yang tertipu Rp5 juta sampai Rp10 juta. Jadi, modus-modus penggandaan uang seperti yang dilakukan Dimas Kanjeng Taat Pribadi tersebut sudah lama ada di Samarinda," terangnya.

"Namun, apakah kasus tersebut ada hubungannya dengan praktik yang dilakukan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, itu yang belum saya tahu," ucap Zaini.

MUI Samarinda mengimbau masyarakat tidak mudah tertipu dengan penampilan seseorang yang mengaku sebagai ustad maupun kyai, tetapi meminta sejumlah uang untuk kegiatan tertentu.

"Kalau persoalan agama, apakah itu ustad maupun kyai merupakan orang yang membawa nilai-nilai agama dan dilakukan dengan penuh keikhlasan, bukan ujung-ujungya duit, apalagi seks," tuturnya.

Jika ingin belajar agama, lanjutnya, masyarakat harus melihat secara jeli kualitas keagamaan seorang ustad ataupun kyai, dengan melihat apa yang diajarkan, menggunakan media apa serta apa motivasinya.

"Jadi, jika agamanya sudah baik, medianya betul, niatnya ikhlas tetapi orangnya tidak benar, semisal mengaji saja tidak bisa, shalat tidak bisa, itu jangan diikuti," jelasnya.

"Atau ustadnya baik, tapi medinya tidak benar. Misalnya, memakai media burung kemudian disembelih dan daranhnya diambil, berarti media yang digunakan tidak betul karena itu najis. Ada juga ustadnya baik, medianya betul, doanya betul tapi niatnya atau motivasinya selain Lillahi Ta'ala, ustad ataupun kyai yang seperti itu jangan ikut," kata Zaini. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kasus Dimas Kanjeng, Polisi  Belum Agendakan Periksa Marwah Daud

Kasus Dimas Kanjeng, Polisi Belum Agendakan Periksa Marwah Daud

News | Kamis, 06 Oktober 2016 | 19:41 WIB

Mantan Pengikut Dimas Kanjeng Ungkap Kesaksian Menggegerkan

Mantan Pengikut Dimas Kanjeng Ungkap Kesaksian Menggegerkan

News | Kamis, 06 Oktober 2016 | 19:35 WIB

Cerita Rahasia dari Dalam Padepokan Dimas Kanjeng

Cerita Rahasia dari Dalam Padepokan Dimas Kanjeng

News | Kamis, 06 Oktober 2016 | 19:30 WIB

Penampakan Padepokan Setelah Dua Pekan DImas Kanjeng Ditangkap

Penampakan Padepokan Setelah Dua Pekan DImas Kanjeng Ditangkap

News | Kamis, 06 Oktober 2016 | 19:25 WIB

Pengaruh Tokoh Agama Bisa Turun karena Kasus Dimas Kanjeng

Pengaruh Tokoh Agama Bisa Turun karena Kasus Dimas Kanjeng

News | Kamis, 06 Oktober 2016 | 17:17 WIB

Terkini

Lipatan iPhone Duo Nyaris Tak Terlihat, Apple Ungkap Rahasianya

Lipatan iPhone Duo Nyaris Tak Terlihat, Apple Ungkap Rahasianya

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 09:27 WIB

Apa Saja Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong yang Sedang Viral?

Apa Saja Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong yang Sedang Viral?

News | Selasa, 29 September 2026 | 09:20 WIB

IHSG Dibuka Makin Merosot ke Level 6.100, Pantau MEDC

IHSG Dibuka Makin Merosot ke Level 6.100, Pantau MEDC

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 09:19 WIB

Harman Hapus 500 Ribu Tautan Produk Ilegal, 300 Ribu di Antaranya Barang Palsu JBL

Harman Hapus 500 Ribu Tautan Produk Ilegal, 300 Ribu di Antaranya Barang Palsu JBL

Tekno | Selasa, 29 September 2026 | 09:16 WIB

LRT Jabodebek Terganggu Saat Jam Sibuk, Rem Mendadak hingga Penumpang Menumpuk di Cawang

LRT Jabodebek Terganggu Saat Jam Sibuk, Rem Mendadak hingga Penumpang Menumpuk di Cawang

News | Selasa, 29 September 2026 | 09:11 WIB

Calon Komisaris-Direksi BRK Syariah Ditetapkan, Plt Gubri: Tunggu Hasil OJK

Calon Komisaris-Direksi BRK Syariah Ditetapkan, Plt Gubri: Tunggu Hasil OJK

Riau | Selasa, 29 September 2026 | 09:08 WIB

Sinyal 5G Makin Diperluas, Pemerintah Kini Kejar Kualitas dan Harga Murah

Sinyal 5G Makin Diperluas, Pemerintah Kini Kejar Kualitas dan Harga Murah

Tekno | Selasa, 29 September 2026 | 09:02 WIB

Kementerian PU Operasikan Tiga Pompa Atasi Kekeringan Sawah di Bekasi

Kementerian PU Operasikan Tiga Pompa Atasi Kekeringan Sawah di Bekasi

Bekaci | Selasa, 29 September 2026 | 08:59 WIB

Didampingi Istri, Oknum 'Abah' Mantan Pimpinan Ponpes Jalani Pemeriksaan Kasus Pelecehan Seksual

Didampingi Istri, Oknum 'Abah' Mantan Pimpinan Ponpes Jalani Pemeriksaan Kasus Pelecehan Seksual

Bali | Selasa, 29 September 2026 | 08:51 WIB

Bukan Lagi Rebut Infrastruktur, Ini Tantangan Kedaulatan Digital Indonesia

Bukan Lagi Rebut Infrastruktur, Ini Tantangan Kedaulatan Digital Indonesia

Tekno | Selasa, 29 September 2026 | 08:50 WIB

×