Buni Yani Bantah Dirinya Pendukung Lawan Ahok di Pilkada DKI 2017

Adhitya Himawan, Agung Sandy Lesmana

Senin, 10 Oktober 2016 | 15:09 WIB
Buni Yani Bantah Dirinya Pendukung Lawan Ahok di Pilkada DKI 2017
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). [suara.com/Oke Atmaja]

Buni Yani, pemilik akun Facebook yang mengunggah video dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membantah merupakan salah satu pendukung pasangan calon yang menjadi penantang Ahok di Pilkada DKI Jakarta periode 2017-2022. Bahkan dia menantang agar bisa ditelusuri rekam jejaknya soal tudingan tersebut.

"Apakah sudah ada yang mengecek kalau saya masuk jadi salah satu tim pendukung cagub," kata Buni di Polda Metro Jaya, Senin (10/10/2016).

Dia mengklaim upayanya mengunggah vidoe Ahok yang menyinggung surat Al Maidah Ayat 51 ketika berkunjung ke Kepulauan Seribu bukan untuk menyebarkan fitnah di media sosial.

"Saya dulu wartawan loh saya tau apa yang saya lakukan. Emangnya bodoh apa saya mau masuk penjara karena saya memfitnah. Dan saya dosen saya udah baca UU ITE, pers, penyiaran," kata Buni.

Menurutnya upayanya mengunggah video tersebut bukan ada maksud tertentu untuk menjegal Ahok di Pilgub DKI.

"Sebenernya ada dua hal yang saya perjuangan. Ini bukan persoalan saya. Siapa sih saya dan nggak ada yang kenal saya dan saya warga biasa hanya dosen," katanya.

"Pertama saya memperjuangkan apa yang kawan kawan lakukan. Memperjuangkan kebebasan berpendapat yang sudah dijamin oleh UUD bukan turunannya. Paling tinggi. Kedua, kalau ada orang orang yang menyampaikan ke kawan kawan yang bersifat provokatif yang menyentuh hal hal SARA lalu bisa disebut menistakan agama. Lalu bagaimana?itu kan sudah melanggar KUHP," kata Buni menambahkan.

Lebih lanjut, Buni menganggap tindakannya tersebut semata-mata untuk melawan penggunaan isu SARA yang diduga dilakukan Ahok sebagai pejabat publik.

"Sudah ada 200 pengacara yang membela saya. Siapapun yang mau serius karena ini menyentuh SARA kita akan lawan siapapun. Dan tidak hanya Islam, agama apapun. Ini perjuangan warga negara di dalam negara demokrasi biar kita beradab semua," kata dia.

Buni yang didampingi 20 anggota Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI) melaporkan dugaan pencemaran nama baik dan fitnah dua terlapor atas nama Muannas Alaidid dan Muhammad Guntur Romli dengan nomor polisi LP/4898/X/2016/PMJ/Dit.Reskrimsus tertanggal 10 Oktober 2016. Keduanya diduga melanggar Pasal 310 KUHP dann Pasal 311 KUHP dan atau Pasal 27 ayat (1) Jo Pasal 45 UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Djarot: Jangan Dagang Sembarangan

Djarot: Jangan Dagang Sembarangan

News | Minggu, 09 Oktober 2016 | 18:47 WIB

Ini yang Dilakukan Ahok untuk Tingkatkan Kembali Elektabilitas

Ini yang Dilakukan Ahok untuk Tingkatkan Kembali Elektabilitas

News | Minggu, 09 Oktober 2016 | 09:57 WIB

Pelajar Islam indonesia Kecam Ahok soal Ayat Al Maidah

Pelajar Islam indonesia Kecam Ahok soal Ayat Al Maidah

News | Minggu, 09 Oktober 2016 | 07:44 WIB

Terkini

GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya

GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:22 WIB

GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri

GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:41 WIB

Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA

Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:28 WIB

Penyakit Bawaan Ditemukan Saat Pemeriksaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri

Penyakit Bawaan Ditemukan Saat Pemeriksaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:24 WIB

KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim

KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:55 WIB

Anak 5 Tahun Bongkar Dugaan Pembunuhan Ibunya di Tambora

Anak 5 Tahun Bongkar Dugaan Pembunuhan Ibunya di Tambora

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:36 WIB

KPK Cecar Yaqut soal Barang Bukti Kasus Korupsi Haji yang Telah Dikumpulkan Penyidik

KPK Cecar Yaqut soal Barang Bukti Kasus Korupsi Haji yang Telah Dikumpulkan Penyidik

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 10:50 WIB

Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Anak Miskin, Wamensos: Presiden Jalankan Amanat Konstitusi

Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Anak Miskin, Wamensos: Presiden Jalankan Amanat Konstitusi

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:18 WIB

Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta

Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:55 WIB

Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional

Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:33 WIB