alexametrics

Sang Kekasih Lebih Cinta "Vibrator", Lelaki Ini Naik Pitam dan...

Rizki Nurmansyah
Sang Kekasih Lebih Cinta "Vibrator", Lelaki Ini Naik Pitam dan...
Ilustrasi vibrator [Shutterstock]

Cemburu karena sang kekasih lebih mencintai alat bantu seksnya.

Suara.com - Hubungan yang berlangsung lama tak menjanjikan akan membawa kepada akhir yang membahagiakan. Ungkapan inilah yang setidaknya bisa menggambarkan tentang pengalaman pahit Rich Moore, lelaki asal Orpington, London, Inggris. 

Tidak kurang tujuh tahun Moore, 33 tahun, menjalin cinta dengan sang kekasih, Sarah Mills. Sayangnya, mahligai cinta yang bersemai cukup lama itu kini harus berakhir dengan pahit.

Penyebabnya sepele, hanya gara-gara Moore menghancurkan alat bantu seks (vibrator) milik Mills. Namun, seperti halnya kata pepatah, tidak ada asap kalau tidak ada api.

Moore merusak barang 'kesayangan' sang kekasih lantaran cemburu berat karena pujaan hatinya itu lebih menyukai vibrator tersebut dibanding dirinya.

Pengrusakan ini dilakukan Moore pada 6 Juli lalu di kediaman Mills, beserta sepasang kacamata seharga 200 poundsterling yang turut dirusaknya. 

"Saya sudah muak. Saya sudah mendapatkan barang-barang saya lagi dan saya melihat kacamata dan menghancurkan barang itu," kata Moore yang berprofesi sebagai pekerja bangunan.

"Lalu, saya melihat vibrator itu dan saya hanya merobeknya. Dia (Mills) lebih mencintai vibratornya daripada saya, itulah kenapa saya marah. Saya yang membelinya dengan uang saya, seharga 30 poundsterling," lanjut Moore.

Insiden itu sendiri rupanya membuat Mills benar-benar tidak senang. Dia pun melaporkan aksi perusakan barang kesukaannya yang dilakukan lelaki yang pernah tinggal bersamanya di Kanada sebelum kembali ke London pada 2014 itu ke kepolisian setempat. 

Mills melaporkan Moore dengan dakwaan telah melakukan tindak kriminal pengrusakan barang pribadi.

Sidang atas dakwaan ini sudah berlangsung dan Moore mengakui tindakannya itu di Pengadilan Croydon Magistrates dan dibebaskan dengan uang jaminan sampai 19 Oktober 2016.