Istri Munir Tuding Presiden Jokowi Tidak Bertanggung Jawab

Adhitya Himawan, Nikolaus Tolen

Rabu, 19 Oktober 2016 | 12:38 WIB
Istri Munir Tuding Presiden Jokowi Tidak Bertanggung Jawab
Istri almarhum Munir, Suciwati (berdiri), di Jakarta, Rabu (19/10/2016). [Suara.com/Oke Atmaja]

Suciwati, istri Almarhum Munir sangat menyesalkan sikap Presiden Joko Widodo yang dinilainya tidak bertanggung jawab. Jokowi, kata dia tidak merespon dengan sepenuh hati kasus yang menimpa Suaminya, karena mengabaikan putusan Komisi Informasi Pusat Nomor. 025/IV/KIP-PS-A/2016 tertanggal 10 Oktober 2016. Putusan tersebut menyatakan bahwa dalam dokumen Tim Pencari Fakta Munir adalah informasi publik yang harus diumumkan kepada masyarakat.

"Kami kembali mengingatkan presiden untuk menghentikan pembelaan diri dan melempar tanggung jawab atas kelalaian pemerintah dalam menyimpan dokumen TPF," kata Suciwati di gedung Kontras, jalan Keramat Nomor 2, Jakarta Pusat, Rabu (19/10/2016).

Menurutnys, pihaknya menemukan dugaan kelalaian dan ketidakpatuhan hukum dibawah administrasi pemerintahan Joko Widodo. Pemerintah juga mengaku bahwa tidak memiliki dokumen tersebut, padahal Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono susah secara resmi menerima dokumen TPF Munir tersebut pada 24 Juni 2005.

"Respon tersebut menunjukkan kepanikan pihak istana melalu klarifikasi bahwa mereka tidak bisa mengumumkan dokumen TPF Munir karena tidak menyimpan dokumen tersebut, dan membela diri dengan mengatakan bahwa dokumen TPF Munir seharusnya disimpan oleh Mantan Presiden SBY," kata Suciwati.

Karena itu, dia menilai apa yang dilakukan oleh Pemerintah adalah sebuah pelanggaran serius. Menurutnya, dokumen TPF Munir adalah manifestasi dari tafsir kebijakan negara untuk menyelesaikan kasus Munir, yang disusun atas mandat Presiden, melibatkan institusi negara dan perwakilan masyarakat sipil yang kredibel, termasuk juga kerjasama internasional. Karenanya, sudah seharusnya pemerintah mengumumkannya dan ditindaklanjuti untuk menunjukkan negara serius untuk memwujudkan kebijakannya.

"Bahwa kelalaian dan ketidakpatuhan ini telah merugikan saya, Suciwati sebagai Keluar korban, selama 12 tahun terjadi ketidakpastian hukum, karena tidak adanya tindak lanjut yang memadai dalam mengusut konspirasi kematian Munir," katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa perintah Presiden Jokowi kepada Jaksa Agung untuk mencari dokumen tersebut bukanlah solusi atas kasus pelanggaran HAM tersebut. Karenanya, dia terus mendesak presiden untuk tidak lagi menunda dan mengulur waktu untuk segera mengumumkan hasil penyelidikan TPF Munir.

"Memerintahkan, mengawal, dan memastikan seluruh jajaran dan lembaga negara yang terkait untuk menindaklanjuti rekomendasi dan temuan TPF Munir," kata Suciwati.

Untuk diketahui sebelumnya ada kabar bahwa dokumen hasil Tim Pencari Fakta terkait kasus Munir hilang dari Sekretariat Negara. Dan atas kabar tersebut Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Haris Azhar mengatakan hilangnya dokumen  yang seharusnya dipegang Sekretariat Negara harus diusut Lantara negara dianggap lalai dalam mengurus administrasi publik. Hal ini menyusul argumen dari lembaga tersebut yang mengaku tak memiliki dokumen TPF.

Padahal menurut anggota TPF, Hendardi dan Usman Hamid, dokumen tersebut telah diserahkan di Istana Negara kepada Presiden saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono, Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra, dan menteri terkait lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dokumen TPF Munir Hilang, Wiranto: Masa Bolak-balik Dijelasin

Dokumen TPF Munir Hilang, Wiranto: Masa Bolak-balik Dijelasin

News | Rabu, 19 Oktober 2016 | 12:34 WIB

Jokowi Minta Jaksa Agung Telusuri Dokumen TPF Kematian Munir

Jokowi Minta Jaksa Agung Telusuri Dokumen TPF Kematian Munir

News | Jum'at, 14 Oktober 2016 | 06:00 WIB

Kapolri Belum Tahu Dokumen TPF Munir Hilang di Setneg

Kapolri Belum Tahu Dokumen TPF Munir Hilang di Setneg

News | Rabu, 12 Oktober 2016 | 12:08 WIB

Kontras Menang Gugatan di KIP

Kontras Menang Gugatan di KIP

Foto | Selasa, 11 Oktober 2016 | 11:16 WIB

Kumpulkan Ahli Hukum, Jokowi: Kasus Munir Perlu Diselesaikan

Kumpulkan Ahli Hukum, Jokowi: Kasus Munir Perlu Diselesaikan

News | Kamis, 22 September 2016 | 18:02 WIB

Sidang Lanjutan Kasus Munir

Sidang Lanjutan Kasus Munir

Foto | Selasa, 02 Agustus 2016 | 14:24 WIB

Poengky Indarti: Saya Yakin, Banyak Polisi Jujur

Poengky Indarti: Saya Yakin, Banyak Polisi Jujur

wawancara | Senin, 30 Mei 2016 | 07:00 WIB

Suaminya Sejajar dengan Pejuang HAM Besar, Istri Munir Bangga

Suaminya Sejajar dengan Pejuang HAM Besar, Istri Munir Bangga

News | Sabtu, 11 April 2015 | 20:16 WIB

Lewat Petisi Online, Istri Munir Sampaikan Harapan kepada Jokowi

Lewat Petisi Online, Istri Munir Sampaikan Harapan kepada Jokowi

News | Rabu, 10 September 2014 | 11:24 WIB

Peringatan 10 Tahun Munir

Peringatan 10 Tahun Munir

Foto | Rabu, 03 September 2014 | 09:24 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×