Ketika Vatikan Kesulitan Mencari Pastor Baru Pengusir Arwah

Arsito Hidayatullah

Rabu, 19 Oktober 2016 | 19:51 WIB
Ketika Vatikan Kesulitan Mencari Pastor Baru Pengusir Arwah
Don Gabriele Amorth, pastor Vatikan yang telah melakukan lebih dari 160.000 pengusiran roh jahat, yang meninggal dunia September 2016 lalu. [Giulio Napolitano/AFP]

Suara.com - Fr Vincenzo Taraborelli adalah seorang pastor veteran yang sudah berusia 79 tahun. Namun bukan sekadar pastor, dia adalah sosok yang sudah berpengalaman selama 27 tahun menjadi pengusir arwah alias roh jahat (exorcist).

Bercerita sekilas mengenai kisahnya "terjun" ke dunia itu, Taraborelli mengaku bahwa pertama kali dia menjadi pengusir arwah adalah ketika rekan sesama pastor minta bantuannya.

"Saya (waktu itu) tidak tahu ada apa. Saya belum pernah mempelajarinya," ungkapnya. "Dia memberi tahu saya apa yang harus dilakukan. Saya benar-benar tidak tahu," sambungnya.

Namun kejadian awal itulah yang justru membuatnya kemudian serius menekuni bidang itu, hingga menjadi salah satu pengusir arwah tersibuk di Roma. Hanya saja kini, sementara Taraborelli sendiri kian menua, Vatikan masih kesulitan menemukan generasi baru pastor pengusir arwah.

Taraborelli bercerita, bekerja tiga kali sepekan di kamar tanpa jendela di gerejanya dekat Vatikan, dia bahkan bisa menerima 30 "pasien" tiap hari kerjanya.

"Sebelum melakukan pengusiran arwah, saya (selalu) menyarankan orang-orang untuk menemui psikolog atau psikiater, dan meminta mereka membawa prognosis (kesimpulan awal)-nya ke sini. Saya berhubungan dengan banyak psikolog yang mengirimkan pasien mereka ke sini," tutur Taraborelli.

Di ruang kerjanya yang penuh patung-patung kecil malaikat, dokumen kualifikasinya sebagai pengusir arwah, berkas-berkas, foto dan buku-buku doa, Taraborelli duduk sendiri di bangku kecilnya. Dia punya buku tua ritual pengusiran arwah Gereja Katolik yang sudah harus direkatkan ulang supaya tak berantakan.

Taraborelli mengenang, salah satu kasus menariknya adalah ketika harus menangani seorang perempuan berkeluarga selama 13 tahun.

"Seorang lelaki yang merupakan pemuja setan menginginkannya, tapi dia menolak. Lalu lelaki ini mengatakan bahwa dia (perempuan itu) akan membayarnya. Dan lelaki itu pun mengucapkan mantra --dua kali seminggu-- yang membuat si perempuan tertarik padanya," tuturnya.

"Lalu mereka datang pada saya di ruang ini. Saya mulai berdoa, dan perempuan itu mulai kejang-kejang. Dia kemudian meneriakkan kata-kata hinaan, kata-kata makian. Saya segera sadar bahwa dia sedang kerasukan," ujar Taraborelli lagi.

Taraborelli melanjutkan bahwa begitu dia kemudian memerintahkan arwah itu meninggalkan tubuh sang perempuan, perempuan itu lantas memuntahkan berbagai benda. Awalnya pin logam yang jumlahnya lima tiap kali muntah, lalu juga ada gulungan rambut, batu-batu kecil, hingga potongan kayu.

"Kedengarannya seperti dari dunia yang lain, bukan? Nyatanya, itu adalah (benda-benda) dari dunia (kita) ini," tukas Taraborelli.

Konsep kerasukan oleh arwah atau roh jahat memang diakui di lingkup Gereja Katolik. Bahkan dalam beberapa kejadian, konsepsi itu kerap dipakai untuk menjelaskan tindak pembunuhan, salah satunya seperti dalam pembunuhan Pastor Jacques Hamel (85) di Rouen, Prancis, oleh dua lelaki yang diduga terkait ISIS, Juli lalu.

Sementara di luar Gereja Katolik, banyak orang mempertentangkan bahkan meragukan konsep kerasukan setan serta ritual pengusiran arwah itu sendiri. Namun, Taraborelli dengan penuh keyakinan menepis keraguan banyak orang tersebut.

"Yah, seseorang yang tidak beriman (tentu) tidak juga akan percaya pada setan. Tapi seseorang yang beriman tahu bahwa setan itu ada. Anda bisa membacanya di Alkitab. Lalu, Anda hanya perlu melihat bagaimana dunia saat ini, tak pernah seburuk ini. Tindakan-tindakan keji itu semua tidak seperti (perilaku) manusia. Sangat mengerikan, seperti (tindakan) ISIS itu," ungkapnya.

Taraborelli sendiri tampaknya belum berniat untuk pensiun. Faktanya, telepon genggamnya pun masih senantiasa berdering, mengindikasikan banyak orang yang butuh bantuannya. Hanya saja, hampir tidak ada pastor muda yang tertarik mempelajari dan menekuni bidang spesifik ini.

"Saya katakan kepada uskup bahwa saya tak dapat menemukan orang (lain) yang mau melakukan ini. Banyak di antara mereka ketakutan. Bahkan pastor pun bisa saja ketakutan. Ini adalah (jalur) hidup yang sulit," pungkas Taraborelli. [BBC]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Paus: Orang Kristen Harus Minta Maaf pada Komunitas Homoseksual

Paus: Orang Kristen Harus Minta Maaf pada Komunitas Homoseksual

News | Senin, 27 Juni 2016 | 13:05 WIB

Keuskupan Agung Singapura Peringatkan Kemunculan Nabi-nabi Palsu

Keuskupan Agung Singapura Peringatkan Kemunculan Nabi-nabi Palsu

News | Selasa, 02 Februari 2016 | 13:44 WIB

Vatikan Minta Umat Katolik Tidak Berciuman dalam Gereja

Vatikan Minta Umat Katolik Tidak Berciuman dalam Gereja

News | Selasa, 05 Agustus 2014 | 17:51 WIB

Pastor Ini Diteror Setan Lewat SMS

Pastor Ini Diteror Setan Lewat SMS

News | Selasa, 05 Agustus 2014 | 04:15 WIB

Terkini

Bukan Pemain Baru, Istri Pemilik WO Marwah Ternyata Residivis Penipuan Kelas Kakap

Bukan Pemain Baru, Istri Pemilik WO Marwah Ternyata Residivis Penipuan Kelas Kakap

News | Senin, 01 Juni 2026 | 20:18 WIB

Isak Tangis Iringi Pemakaman 5 Korban Bom PD II di Biak, Maut yang Terpendam Puluhan Tahun

Isak Tangis Iringi Pemakaman 5 Korban Bom PD II di Biak, Maut yang Terpendam Puluhan Tahun

News | Senin, 01 Juni 2026 | 20:11 WIB

Kolaborasi dengan FBI, Polda Jateng Ungkap Sindikat Penipuan Online Bermodus Pig Butchering

Kolaborasi dengan FBI, Polda Jateng Ungkap Sindikat Penipuan Online Bermodus Pig Butchering

News | Senin, 01 Juni 2026 | 20:06 WIB

Jokowi Ungkap Alasan Tak Hadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

Jokowi Ungkap Alasan Tak Hadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

News | Senin, 01 Juni 2026 | 19:53 WIB

Maut dari Masa Lalu, 3 Warga Biak Masih Hilang Usai Ledakan Bom Perang Dunia II

Maut dari Masa Lalu, 3 Warga Biak Masih Hilang Usai Ledakan Bom Perang Dunia II

News | Senin, 01 Juni 2026 | 19:49 WIB

Waspada Jasa Badal Haji Bodong, DPR Desak Pemerintah Bentuk Lembaga Resmi

Waspada Jasa Badal Haji Bodong, DPR Desak Pemerintah Bentuk Lembaga Resmi

News | Senin, 01 Juni 2026 | 19:34 WIB

Soroti Maraknya Jasa Badal Haji Ilegal, DPR Dorong Pembentukan Lembaga Resmi

Soroti Maraknya Jasa Badal Haji Ilegal, DPR Dorong Pembentukan Lembaga Resmi

News | Senin, 01 Juni 2026 | 19:31 WIB

Ramai Sebutan Gotham City untuk Jakarta Barat, Walkot Iin Mutmainnah Buka Suara

Ramai Sebutan Gotham City untuk Jakarta Barat, Walkot Iin Mutmainnah Buka Suara

News | Senin, 01 Juni 2026 | 19:27 WIB

Gurita Korupsi Bea Cukai, KPK Bidik 20 Forwarder di Seluruh Pelabuhan Indonesia

Gurita Korupsi Bea Cukai, KPK Bidik 20 Forwarder di Seluruh Pelabuhan Indonesia

News | Senin, 01 Juni 2026 | 19:20 WIB

Pemilik Rumah Yakin Teror Api Misterius di Sleman Bukan Fenomena Mistis

Pemilik Rumah Yakin Teror Api Misterius di Sleman Bukan Fenomena Mistis

News | Senin, 01 Juni 2026 | 18:55 WIB