Kekerasan Terhadap Jurnalis Kembali Terjadi di Sulsel

Yazir Farouk

Sabtu, 22 Oktober 2016 | 01:37 WIB
Kekerasan Terhadap Jurnalis Kembali Terjadi di Sulsel
Aksi Tolak Kekerasan Terhadap Wartawan

Suara.com - Kekerasan terhadap Jurnalis kembali terjadi hampir bersamaan di dua tempat berbeda di Kota Makassar dan Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan pada Jumat (21/10/2016).

Ashar, seorang jurnalis dari media harian Rakyat Sulsel mendapat kekerasan berupa pukulan di kepala dan badan oleh oknum anggota TNI Angkatan Udara (AU). Peristiwa itu terjadi saat oknum tersebut melakukan pengamanan istri salah satu Jenderal di salah satu restoran di jalan Gunung Merapi, Makassar, Sulsel.

Perlakuan arogan oknum TNI AU ini, kata Ashar, ketika dirinya melintas di jalan tersebut. Di saat bersamaan, rombongan istri pejabat itu singgah untuk makan di restoran. Kala itu oknum ini bertindak heroik melakukan kekerasan terhadap wartawan dengan dalih pengamanan.

"Saat itu saya melintas di jalan Gunung Merapi setelah liputan di Rujab Gubernur dan mau ke kantor redaksi membuat berita. Tetapi ketika saya melintas oknum anggota TNI itu secara arogan melarang dan memukuli saya waktu mau melintas," tuturnya.

Dirinya menceritakan oknum aparat hukum ini melakukan pengawalan, disaat bersamaan juga berada di samping rombongan, saat itu dirinya hendak memberi jalan mobil sedan yang ditumpang istri pejabat TNI AU menuju restoran untuk parkir.

Namun oknum pengawal secara tiba-tiba menghampiri lalu memukuli korban tanpa basa-basi. Meski sudah menyebut Jurnalis namun oknum itu tidak bergeming.

"Waktu itu saya sudah bilang, wartawan, tapi tidak dipeduli malah memukul kepalaku tiga kali serta badan satu kali lalu didorong. Setelah saya ulangi bahwa wartawan baru berhenti memukul ," bebernya.

Ketua terpilih Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI) Sulsel Abdullah Ratingan menyatakan kasus ini akan diadvokasi sampai proses hukum. "Kami sudah terima kronologis peristiwa tersebut baik dari korban maupun beberapa orang yang melihat aksi pemukulan itu. Kami tetap melakukan koordinasi dengan pihak TNI AU agar langkah hukum diambil terhadap oknum yang bersangkutan," kata redaktur media Rakyat Sulsel itu.

Sementara, Kepala Penerangan Koopsau II Letkol G Maliti memberikan konfirmasi bahwa kejadian itu tidak ada unsur kesengajaan. Pihaknya berdalih lokasi tersebut sudah diblok anggota POM agar semua berjalan lancar.

"Kami sudah mengecek kepada yang bersangkutan bawa tidak ada unsur kesengajan. Bahwa dia mengakui menepuk helm dari pengendara motor yang ternyata seorang wartawan," katanya.

Selain itu pihaknya meminta maaf atas kejadian tersebut. Berdasarkan versinya, anggota POM ini menceritakan sudah menyuruh jalan yang bersangkutan namun masih berhenti.

Karena dianggap menghalangi, badannya didorong karena tamu yang dikawal mau masuk ke rumah makan Bakso Ati Raja. Pada saat itu jalan sudah di blok tapi yang bersangkutan masih tetap memaksa masuk. Setelah itu anggota menepuk helmnya lalu kemudian masuk ke kamar kecil.

"Kami memohon maaf kepada rekan-rekan media atas peristiwa ini. Semoga teman-teman wartawan memaklumi," ujarnya.

Sementara di tempat terpisah, kekerasan Jurnalis juga terjadi di Kabupaten Bone, Sulsel. Sejumlah wartawan mendapat tendangan dari oknum tim pengamanan anggota AMPG Golkar saat mengawal Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto di Lapangan Merdeka, Bone.

Saat itu sejumlah wartawan ingin melakukukan atau wawancara cegatan atau "doorstop" kemudian dihalau anggota AMPG tepat di hadapan Setya Novanto usai pembukaan Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) Golkar se Sulsel.

Tidak hanya dihalangi, beberapa wartawan mendapat perlakuan tidak menyenangkan, didorong dan ditendang serta disikut sampai keluar dari blokade barisan AMPG itu agar akses jalan bebas tanpa gangguan.

"Mereka mengatakan awas, awas bapak mau jalan sambil menendang, mendorong juga menyikut wartawan," ucap Mustaqim salah seorang Jurnalis kharian Fajar menceritakan kejadian yang menimpa bersamaan rekan lainnya.

Kejadian ini pun mengundang reaksi Setya dengan mengatakan kepada barisan pengamanan, jangan kalian seperti itu sama wartawan. Meski Setya Novanto memberikan waktu wawancara saat tiba di Rujab Bupati Bone, namun wartawan terlanjur kecewa dan tidak menghadiri sesi wawancara itu.

"Mereka jelas-jelas menghalang-halangi kerja kami. Jauh-jauh kami dari Makassar diundang untuk meliput kegiatan ini, tapi diperlakukan kasar seperti itu," kesal Mustaqim saat dihubungi melalui ponselnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tentara Serbu Kantor Media dan Tangkap Jurnalis Senior Somalia

Tentara Serbu Kantor Media dan Tangkap Jurnalis Senior Somalia

News | Senin, 17 Oktober 2016 | 04:03 WIB

Wartawan TV One Dipukul Polisi, Kapolres Jakpus Harus Cepat Gerak

Wartawan TV One Dipukul Polisi, Kapolres Jakpus Harus Cepat Gerak

News | Jum'at, 07 Oktober 2016 | 15:07 WIB

Awal Mula Wartawan TV One Dipukuli, Diborgol dan Ditodong Polisi

Awal Mula Wartawan TV One Dipukuli, Diborgol dan Ditodong Polisi

News | Jum'at, 07 Oktober 2016 | 14:12 WIB

Kasus Madiun Jadi "Kado" HUT Ke-71 TNI

Kasus Madiun Jadi "Kado" HUT Ke-71 TNI

News | Rabu, 05 Oktober 2016 | 01:59 WIB

Indonesia Tuan Rumah WPFD, Jurnalis Masih Jadi Korban Militer

Indonesia Tuan Rumah WPFD, Jurnalis Masih Jadi Korban Militer

News | Senin, 03 Oktober 2016 | 19:45 WIB

PWI Kecam Pemukulan Oknum TNI Terhadap Wartawan

PWI Kecam Pemukulan Oknum TNI Terhadap Wartawan

News | Senin, 03 Oktober 2016 | 04:00 WIB

Terkini

Kenapa Air Fryer Tidak Panas? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kenapa Air Fryer Tidak Panas? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 16:05 WIB

Ulasan Film Agensi Rumah Tangga: Angkat Isu Sosial Lewat Tawa Menyegarkan

Ulasan Film Agensi Rumah Tangga: Angkat Isu Sosial Lewat Tawa Menyegarkan

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 16:00 WIB

3 Rekomendasi Tablet Tipis 2026, dari yang Terjangkau hingga Premium

3 Rekomendasi Tablet Tipis 2026, dari yang Terjangkau hingga Premium

Tekno | Sabtu, 26 September 2026 | 15:55 WIB

Hanung Bramantyo Siapkan Plot Twist di Film Lobang Buaya, Dalangnya Bikin Penonton Terkecoh

Hanung Bramantyo Siapkan Plot Twist di Film Lobang Buaya, Dalangnya Bikin Penonton Terkecoh

Entertainment | Sabtu, 26 September 2026 | 15:53 WIB

Harga Minyak Dunia Kembali Naik, WFH Bakal Diterapkan Lagi?

Harga Minyak Dunia Kembali Naik, WFH Bakal Diterapkan Lagi?

Bisnis | Sabtu, 26 September 2026 | 15:52 WIB

Ombudsman Sidak Mendadak, Lapas Cibinong Bikin Publik Terbelalak

Ombudsman Sidak Mendadak, Lapas Cibinong Bikin Publik Terbelalak

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 15:50 WIB

Indra Kenz Bebas Bersyarat: Korban Masih Menanti Ganti Rugi yang Tersendat di Paguyuban

Indra Kenz Bebas Bersyarat: Korban Masih Menanti Ganti Rugi yang Tersendat di Paguyuban

News | Sabtu, 26 September 2026 | 15:49 WIB

Semakin Diteguk, Semakin Haus: Mengejar Dunia dalam Pareidolia

Semakin Diteguk, Semakin Haus: Mengejar Dunia dalam Pareidolia

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 15:40 WIB

'Siapa yang Memindahkan?!' Foto Jimmy Masrin dan Fasilitas Mewah Mendadak Hilang di Lapas Cibinong

'Siapa yang Memindahkan?!' Foto Jimmy Masrin dan Fasilitas Mewah Mendadak Hilang di Lapas Cibinong

News | Sabtu, 26 September 2026 | 15:34 WIB

Setelah Belasan Tahun Berjuang, Kampung Adat Urug Bogor Akhirnya Mengantongi Sertifikat Komunal

Setelah Belasan Tahun Berjuang, Kampung Adat Urug Bogor Akhirnya Mengantongi Sertifikat Komunal

Bogor | Sabtu, 26 September 2026 | 15:32 WIB

×