Enam Tantangan Indonesia Hadapi Pengembangan Energi Panas Bumi

Pebriansyah Ariefana, Ummi Hadyah Saleh

Senin, 24 Oktober 2016 | 12:29 WIB
Enam Tantangan Indonesia Hadapi Pengembangan Energi Panas Bumi
Ilustrasi energi panas bumi. (Shutterstock)

Suara.com - Indonesia masih bergantung pada energi fosil untuk memenuhi kebutuhan energinya. Data Kementerian Energi dan Sumber Data Mineral (ESDM) mencatat kebutuhan energi Indonesia dipasok dari minyak bumi sebesar 46 persen ,gas alam 8 persen, dan batubara 31 persen.
Sementara energi terbarukan hanya berkontribusi sebanyak 5 persen dengan kontribusi dari panas bumi sebesar 1,1 persen. Hal itu dipaparkan Wakil Ketua DPR Agus Hermanto.

"Indonesia berada di jalur yang sering disebut "Ring of Fire" Indonesia memiliki potensi sumber daya panas bumi sangat besar. Menurut data kementerian ESDM potensi sumber daya panas bumi di Indonesia hampir 30 giga watt dan distribusi di 330 titik potensi dengan keberadaan 127 gunung api di seluruh nusantara, akan tetapi potensi tersebut baru termanfaatkan sekitar 5 persen dari total yang ada," ujar Agus dalam sambutan pertemuan atau diskusi tingkat Senior Officials Meeting yang bertema "Potensi Tantangan dan Usulan Solusi Pengembangan Panas Bumi di Indonesia, di Gedung Nusantara III, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (23/10/2016).

Menurut dia, pemerintah harus memanfaatkan secara maksimal untuk menunjang Program 35.000 Megawatt yang telah dicanangkan Oleh Pemerintah diamantkan Presiden Joko Widodo dalam Nawacita.

Politisi Partai Demokrat menegaskan, DPR melihat ada enam tantangan yang akan dihadapi Indonesia dalam pengembangan panas bumi di indonesia. Tantangan pertama mengenai resiko pembiayaan dan investasi proyek panas bumi.

Pasalnya proyek panas bumi memiliki resiko yang tinggi dan memerlukan dana awal yang besar. Di mana kedua hal itu sangat terkait dengan tahapan eksplorasi terutama kegiatan pengeboran sumur eksplorasi.

Serta biaya dimuka tinggi dan waktu yang relatif lama untuk menemukan, mengkonfirmasi dan mengembangkan sumber daya panas bumi, dapat memiliki dampak negatif pada pembiayaan proyek secara keseluruhan.

Sementara estimasi biaya eksplorasi panas bumi di Indonesia mencapai 8 dari 9 persen dari total biaya proyek. Oleh karena itu, kata Agus sangat diperlukan suatu solusi yang implementatif untuk dapat mengurangi resiko kehilangan biaya investasi panas bumi.

"Kami berpandangan, untuk mengurangi resiko tersebut, Pemerintah harus berperan di dalam tahapan eksplorasi baik dari segi pembiayaan maupun teknis. Pemerintah dapat menggunakan fasilitas-fasilitas pendanaan yang ada seperti dana panas bumi yang dikelola oleh PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI), dana hibah dan dana pinjaman luar negeri untuk melaksanakan hal ini. Dan untuk BUMN dapat diperkuat dengan menggunakan skema Penyertaan Modal Negara (PMN)," tuturnya.

Tantangan kedua yakni mekanisme pengelolaan wilayah kerja panas bumi. Nantinya Pemerintah akan melakukan proses lelang sesuai yang telah diatur dalam Undang Undang Panas Bumi nomor 21 tahun 2014 untuk pengembang yang ingin mendapatkan suatu wilayah kerja panas bumi.

"Oleh karena itu diperlukan Permen (Peraturan Menteri) ESDM yang tidak memperbolehkan pengalihan operasi kerja untuk setiap WKP (wilayah kerja proyek). Selain itu masih banyak wilayah kerja panas bumi eksisting yang mangkrak. Melihat hal ini, Pemerintah melalui Kementerian ESDM dapat mencabut izin wilayah kerja dari pengembang yang tidak melaksanakan kewajibannya selama ini sesuai dengan peraturan yang ada. Karena apabila tidak dilakukan, hal tersebut dapat menghambat perkembangan panas bumi ke depan," jelas Agus.

Adapun tantangan ketiga tentang jual beli listrik dari panas bumi. Kata Agus, PLN sebagai pembeli listrik tunggal di Indonesia wajib membeli listrik dan uap dari pembangkit listrik panas bumi sesuai dengan yang tercantum pada Permen ESDM No.17 tahun 2014, pasal dua ayat pertama. Kemudian tantangan keempat, mengenai pengadaan lahan dan lingkungan.

Kelima mengenai penelitian dan data mengenai sumber daya dan cadangan panas bumi. Pihaknya mendorong Pemerintah dapat bekerja sama dengan Universitas, Badan Penelitian, konsultan ahli dan Asosiasi untuk membentuk suatu pusat riset yang bertugas untuk melakukan studi kelayakan teknis, kajian regulasi dan ekonomi Saat ini, ITB, Ul dan UGM telah melakukan kerja sama penelitian dengan pusat kajian panas bumi baik dalam maupun luar

"Keenam koordinasi dengan Pemda setempat sangat diperlukan, untuk mengatasi isu sosial dan membangun kesadaran masyarakat tentang manfaat dan pentingnya proyek pengembangan panas bumi. Oleh karena itu peningkatan pemahaman masyarakat melalui sosialisasi baik secara luas maupun kepada masyarakat di sekitar area pengembangan sangat dibutuhkan serta keterlibatan masyarakat terhadap proyek pembangkit panas bumi dalam bentuk lapangan kerja juga merupakan kewajiban pengembang," ungkapnya.

Dalam pertemuan tersebut hadir pula sejumlah menteri terkait diantaranya Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutananan Siti Nurbaya Bakar, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan dan Wakil Menteri ESDM Archandra Tahar, Menteri Riset dan Teknologi Muhammad Nasir, Kepala Badan Perecanaan Pembangunan Nasional Bambang Brojonegoro, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo serta pimpinan Komisi IV, VI, VII dan Komisi XI.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Enam Penyebab Penggunaan Energi Panas Bumi Masih Minim

Ini Enam Penyebab Penggunaan Energi Panas Bumi Masih Minim

Bisnis | Senin, 24 Oktober 2016 | 12:28 WIB

DPR: Pemanfaatan Energi Panas Bumi Baru Lima Persen

DPR: Pemanfaatan Energi Panas Bumi Baru Lima Persen

Bisnis | Senin, 24 Oktober 2016 | 11:52 WIB

Bahas Panas Bumi, DPR Gelar Diskusi Bareng Sejumlah Menteri

Bahas Panas Bumi, DPR Gelar Diskusi Bareng Sejumlah Menteri

Bisnis | Senin, 24 Oktober 2016 | 10:44 WIB

Jika PGE Diakuisisi PLN, Potensi Geotermal Capai 28.000 MW

Jika PGE Diakuisisi PLN, Potensi Geotermal Capai 28.000 MW

Bisnis | Kamis, 11 Agustus 2016 | 11:38 WIB

Tahun 2025, Panas Bumi Targetkan Sumbang 7.200 MW

Tahun 2025, Panas Bumi Targetkan Sumbang 7.200 MW

Bisnis | Kamis, 11 Agustus 2016 | 10:09 WIB

Kapasitas Terpasang Listrik Panas Bumi Ditargetkan 1.653 MW

Kapasitas Terpasang Listrik Panas Bumi Ditargetkan 1.653 MW

Bisnis | Rabu, 10 Agustus 2016 | 14:28 WIB

Wapres JK Targetkan Penggunaan Panas Bumi Harus Capai 25 Persen

Wapres JK Targetkan Penggunaan Panas Bumi Harus Capai 25 Persen

Bisnis | Rabu, 10 Agustus 2016 | 13:58 WIB

India Mulai Bangun Energi Terbarukan Berdaya Tinggi

India Mulai Bangun Energi Terbarukan Berdaya Tinggi

News | Sabtu, 23 Juli 2016 | 09:18 WIB

Pemprov Aceh dan Pertamina Kerjasama Bangun Listrik Panas Bumi

Pemprov Aceh dan Pertamina Kerjasama Bangun Listrik Panas Bumi

Bisnis | Rabu, 11 Mei 2016 | 06:09 WIB

Pembentukan Perusahaan EBT Negara Belum Jelas

Pembentukan Perusahaan EBT Negara Belum Jelas

Bisnis | Minggu, 24 April 2016 | 10:54 WIB

Terkini

Danantara Akui Banyak Masalah Luar Biasa Besar di BUMN, Janji Bereskan Utang Kereta Cepat

Danantara Akui Banyak Masalah Luar Biasa Besar di BUMN, Janji Bereskan Utang Kereta Cepat

Bisnis | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:40 WIB

Satu Tahun Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Torehkan Prestasi

Satu Tahun Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Torehkan Prestasi

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa

Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:25 WIB

Apa Arti Kota Global Jika Betawi Kehilangan Akar? FBR Tagih Pergub Lembaga Adat ke Pramono

Apa Arti Kota Global Jika Betawi Kehilangan Akar? FBR Tagih Pergub Lembaga Adat ke Pramono

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:20 WIB

Danantara: Seluruh BUMN Properti Dalam Kondisi Tidak Baik, Akan Dikonsolidasikan

Danantara: Seluruh BUMN Properti Dalam Kondisi Tidak Baik, Akan Dikonsolidasikan

Bisnis | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Kesukseskan Pemberantasan Judol Tak Hanya dari Turunnya Nominal Transaksi

Kesukseskan Pemberantasan Judol Tak Hanya dari Turunnya Nominal Transaksi

Bisnis | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:01 WIB

Dukung Program Prioritas Presiden, Mendagri Tito Groundbreaking Sekolah Rakyat Kabupaten Biak Numfor

Dukung Program Prioritas Presiden, Mendagri Tito Groundbreaking Sekolah Rakyat Kabupaten Biak Numfor

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:58 WIB

Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan 1 hingga 31 Agustus 2026 di Riau

Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan 1 hingga 31 Agustus 2026 di Riau

Riau | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:58 WIB

Aston Villa Bungkam Indonesia All Stars 3-1 di GBK, Arkhan Kaka Cetak Gol Penghibur

Aston Villa Bungkam Indonesia All Stars 3-1 di GBK, Arkhan Kaka Cetak Gol Penghibur

Bola | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:56 WIB

Resmi! Port FC Tumbang, Persebaya vs Arema, Persija Hadapi Persib di Semifinal Piala Presiden 2026

Resmi! Port FC Tumbang, Persebaya vs Arema, Persija Hadapi Persib di Semifinal Piala Presiden 2026

Bola | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:36 WIB

×