Demokrat Sarankan Jokowi Bentuk TPF Baru Pembunuhan Munir

Pebriansyah Ariefana | Bagus Santosa | Suara.com

Senin, 24 Oktober 2016 | 13:45 WIB
Demokrat Sarankan Jokowi Bentuk TPF Baru Pembunuhan Munir
Presiden Joko Widodo di Kota Solo [Biro Pers Istana]

Suara.com - Wakil Ketua Umum DPP Demokrat Syarief Hasan heran dengan pemerintah Presiden Joko Widodo yang meributkan keberadaan dokumen Tim Pencari Fakta Kematian Aktivis HAM Munir Said Thalib.

‎Bila pemerintah sekarang terus meributkan dokumen yang dinyatakan tidak diketahui itu, Syarief menyarankan supaya pemerintah membentuk TPF sendiri.

"Dari dulu sudah saya bilang kenapa kok susah cari dokumen aslinya. Yang paling penting itu tindaklanjutnya dari rekomendasi itu. Kalau memang juga belum puas dengan tindak lanjut pemerintah SBY, silakan bikin TPF baru," kata Syarief di DPR, Senin (24/10/2016).

Dia meyakini dokumen tersebut bisa masih tersimpan dengan baik. Menurutnya, pemerintah juga bisa mencari dokumen tersebut pada anggota TPF.

"Kalau masih ngotot cari aslinya, kalau tak ada di istana ya minta saja mantan-mantan anggota tim TPF. Sekarang sudah terbuka di internet, keasliannya konfirmasi saja ke mantan anggota TPF," kata dia.

Dia pun mempersilakan bila pemerintah, lewat Kejaksaan Agung, akan menemui SBY untuk meminta bantuan dokumen TPF ini. ‎"Kalau mau ktmu silakan saja tapi bukan dalam arti kata panggil," tuturnya.

Sebelumnya, Jaksa Agung M Prasetyo mengatakan akan menemui SBY untuk mengkonfirmasi keberadaan dokumen TPF. ‎

"Kami akan menghadap Pak SBY," kata Prasetyo di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Jumat (21/10/2016) pekan lalu.‎

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ke Cirebon, Ini yang Dilakukan Ibu Negara Iriana Jokowi

Ke Cirebon, Ini yang Dilakukan Ibu Negara Iriana Jokowi

News | Senin, 24 Oktober 2016 | 12:04 WIB

Demokrat Klaim Hilangnya Dokumen TPF Munir Bukan karena SBY

Demokrat Klaim Hilangnya Dokumen TPF Munir Bukan karena SBY

News | Senin, 24 Oktober 2016 | 12:00 WIB

SBY Janji Jelaskan Hilangnya Dokumen Kasus Munir Pekan Ini

SBY Janji Jelaskan Hilangnya Dokumen Kasus Munir Pekan Ini

News | Senin, 24 Oktober 2016 | 10:16 WIB

Jokowi Dinilai Tengah Cari Formula Pas untuk Kurangi Jumlah PNS

Jokowi Dinilai Tengah Cari Formula Pas untuk Kurangi Jumlah PNS

News | Senin, 24 Oktober 2016 | 10:06 WIB

Matangkan Rencana, Ibu Negara Rapat di Kereta Menuju Cirebon

Matangkan Rencana, Ibu Negara Rapat di Kereta Menuju Cirebon

News | Senin, 24 Oktober 2016 | 08:08 WIB

Gerindra Sindir Kepuasan Warga ke Jokowi karena Produk SBY

Gerindra Sindir Kepuasan Warga ke Jokowi karena Produk SBY

News | Minggu, 23 Oktober 2016 | 19:45 WIB

Politisi PDIP Nilai Eks Koalisi Prabowo Melihat Jokowi Masa Depan

Politisi PDIP Nilai Eks Koalisi Prabowo Melihat Jokowi Masa Depan

News | Minggu, 23 Oktober 2016 | 19:14 WIB

Survei SMRC: Warga Puas 2 Tahun Kabinet Kerja Jokowi-JK

Survei SMRC: Warga Puas 2 Tahun Kabinet Kerja Jokowi-JK

News | Minggu, 23 Oktober 2016 | 19:34 WIB

Survei SMRC Puji 2 Tahun Jokowi-JK Banyak Kemajuan

Survei SMRC Puji 2 Tahun Jokowi-JK Banyak Kemajuan

News | Minggu, 23 Oktober 2016 | 19:21 WIB

Jokowi Buka Pekan Olah Raga dan Seni Antar Pondok Pesantren

Jokowi Buka Pekan Olah Raga dan Seni Antar Pondok Pesantren

News | Sabtu, 22 Oktober 2016 | 22:11 WIB

Terkini

Wamendagri Wiyagus Ajak Pemda di Asia Pasifik Perkuat Sinergi Pariwisata Berkelanjutan

Wamendagri Wiyagus Ajak Pemda di Asia Pasifik Perkuat Sinergi Pariwisata Berkelanjutan

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:23 WIB

Pura-pura Mogok! Sabu 16 Kg dalam Ban Mobil Towing Terbongkar, Polda Metro Bekuk 2 Kurir di Depok

Pura-pura Mogok! Sabu 16 Kg dalam Ban Mobil Towing Terbongkar, Polda Metro Bekuk 2 Kurir di Depok

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:04 WIB

Filipina Mulai Ketar-ketir Efek Domino Konflik Geopolitik, Termasuk Perang AS - Iran

Filipina Mulai Ketar-ketir Efek Domino Konflik Geopolitik, Termasuk Perang AS - Iran

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:52 WIB

Putus Hubungan dengan WHO, Amerika Serikat Berisiko Kehilangan Jejak Penyebaran Hantavirus

Putus Hubungan dengan WHO, Amerika Serikat Berisiko Kehilangan Jejak Penyebaran Hantavirus

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:51 WIB

Catatan Tertulis Suku Indian Navajo Tunjukkan Hantavirus Sudah Lama Mengintai Umat Manusia

Catatan Tertulis Suku Indian Navajo Tunjukkan Hantavirus Sudah Lama Mengintai Umat Manusia

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:42 WIB

Panas! Ade Armando Batal Maaf ke Jusuf Kalla Jika Laporan Polisi Tak Dicabut

Panas! Ade Armando Batal Maaf ke Jusuf Kalla Jika Laporan Polisi Tak Dicabut

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:40 WIB

Studi Ungkap Dilema Nikel: Dibutuhkan untuk Energi Bersih, tapi Ancam Lingkungan

Studi Ungkap Dilema Nikel: Dibutuhkan untuk Energi Bersih, tapi Ancam Lingkungan

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:33 WIB

Bidik Tersangka Tragedi Bekasi: Polisi Periksa 39 Saksi dari Pejabat KAI hingga Bos Taksi Green SM

Bidik Tersangka Tragedi Bekasi: Polisi Periksa 39 Saksi dari Pejabat KAI hingga Bos Taksi Green SM

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:28 WIB

Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?

Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:24 WIB

Kasus Kekerasan Gender Tembus 376 Ribu, LBH APIK Ungkap Lemahnya Perlindungan Korban

Kasus Kekerasan Gender Tembus 376 Ribu, LBH APIK Ungkap Lemahnya Perlindungan Korban

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:20 WIB