SBY Dorong Jokowi Tuntaskan Kasus Hukum Kematian Munir

Adhitya Himawan | Bagus Santosa | Suara.com

Selasa, 25 Oktober 2016 | 15:21 WIB
SBY Dorong Jokowi Tuntaskan Kasus Hukum Kematian Munir
Presiden SBY. [Rumgapres/Abror]

Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono mendorong Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menguak kembali kasus kematian Aktivis HAM Munir Said Thalib. Dengan catatan, ada kebenaran yang belum terkuak dalam kasus ini.

"Saya mendukung langkah-langkah Presiden Jokowi jika memang akan melanjutkan penegakan hukum ini, jika memang ada yang belum selesai," ‎kata SBY dalam konfrensi pers di kediamannya, Cikeas, Bogor, Selasa (25/10/2016)‎.

SBY mengatakan, kasus ini menjadi tanggungjawabnya saat dia berkuasa hingga saat ini. Dia menegaskan, penuntasan hukum kasus ini pun sudah dilakukan secara serius dan sungguh-sungguh. Bahkan, sudah ada satu tersangka yang sudah diberi hukuman, yaitu Poly Carpus.

"Saya pastikan bahwa yang kami yang lakukan dulu adalah tindakan yang juga serius, yang sungguh-sungguh, utamanya dalam konteks penegakan hukum. Tentu yang kami lakukan dulu adalah sesuai dengan batas-batas kewenangan seorang pejabat eksekutif, termasuk kewenangan yang dimiliki oleh penyidik, penyelidik, ataupun penuntut dalam arti kewenangan dalam penyidikan, pen‎yelidikan dan penututan‎," tuturnya.

Konfrensi pers hari ini adalah menanggapi tuduhan hilangnya dokumen Tim Pencari Fakta yang terjadi pada era kepemimpinanya yang bergulir beberapa pekan belakangan ini. Ketua Umum Partai Demokrat ini pun memilih tidak reaktif dan mempersiapkan jawaban yang benar-benar matang dengan didampingi pejabat yang berwenang dalam masalah ini.

‎Dalam kesempatan ini, SBY didampingi oleh sejumlah mantan pejabat di era pemerintahannya. Yakni, Mantan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Mantan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto, Mantan Kapolri Jenderal (Purn) Bambang Hendarso Danuri, Mantan Kepala Badan Intelijen Negara Syamsir Siregar dan Mantan Ketua TPF kasus Munir Marsudi Hanafi.‎

Diketahui, Munir meninggal di atas pesawat Garuda ‎dengan nomor GA-974 ketika sedang menuju Amsterdam untuk melanjutkan kuliah pasca sarjana, pada 7 September 2004 atau di era Pemerintahan Megawati Soekarnoputri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dokumen TPF Munir, SBY: Jadi Bernuansa Politik

Dokumen TPF Munir, SBY: Jadi Bernuansa Politik

News | Selasa, 25 Oktober 2016 | 14:45 WIB

Dua Tahun Kerja Nyata Jokowi-JK, Digagas Rembug Nasional

Dua Tahun Kerja Nyata Jokowi-JK, Digagas Rembug Nasional

Bisnis | Selasa, 25 Oktober 2016 | 11:15 WIB

Disinggung Lagi soal TPF Munir, Wiranto: Kita Tunggu Saja

Disinggung Lagi soal TPF Munir, Wiranto: Kita Tunggu Saja

News | Selasa, 25 Oktober 2016 | 03:02 WIB

Namanya Disinggung Terus, SBY Segera Buka-bukaan Kasus Munir

Namanya Disinggung Terus, SBY Segera Buka-bukaan Kasus Munir

News | Senin, 24 Oktober 2016 | 14:57 WIB

Demokrat Sarankan Jokowi Bentuk TPF Baru Pembunuhan Munir

Demokrat Sarankan Jokowi Bentuk TPF Baru Pembunuhan Munir

News | Senin, 24 Oktober 2016 | 13:45 WIB

Demokrat Klaim Hilangnya Dokumen TPF Munir Bukan karena SBY

Demokrat Klaim Hilangnya Dokumen TPF Munir Bukan karena SBY

News | Senin, 24 Oktober 2016 | 12:00 WIB

SBY Janji Jelaskan Hilangnya Dokumen Kasus Munir Pekan Ini

SBY Janji Jelaskan Hilangnya Dokumen Kasus Munir Pekan Ini

News | Senin, 24 Oktober 2016 | 10:16 WIB

Jokowi Dinilai Tengah Cari Formula Pas untuk Kurangi Jumlah PNS

Jokowi Dinilai Tengah Cari Formula Pas untuk Kurangi Jumlah PNS

News | Senin, 24 Oktober 2016 | 10:06 WIB

Jokowi Berharap Al-Khairiyah Memajukan Umat Islam

Jokowi Berharap Al-Khairiyah Memajukan Umat Islam

News | Sabtu, 22 Oktober 2016 | 19:53 WIB

Jokowi: Infrastruktur Adalah Hal Fundamental dalam Persaingan

Jokowi: Infrastruktur Adalah Hal Fundamental dalam Persaingan

Bisnis | Sabtu, 22 Oktober 2016 | 19:47 WIB

Terkini

Fasilitas Natanz Diserang Israel dan AS, Iran Waspada Bencana Nuklir

Fasilitas Natanz Diserang Israel dan AS, Iran Waspada Bencana Nuklir

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 06:59 WIB

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:25 WIB

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:21 WIB

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:15 WIB

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:08 WIB

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:02 WIB

Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris

Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:00 WIB

Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah

Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:55 WIB

Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya

Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:49 WIB

Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?

Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:30 WIB