Anies: Pemprov DKI Pernah Menolak Kartu Indonesia Pintar

Arsito Hidayatullah | Suara.com

Senin, 31 Oktober 2016 | 06:30 WIB
Anies: Pemprov DKI Pernah Menolak Kartu Indonesia Pintar
Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS). (Antara/Dewi Fajriani)

Suara.com - Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pernah menolak Kartu Indonesia Pintar (KIP) dengan alasan sudah memiliki program Kartu Jakarta Pintar (KJP).

"Kebijakan penolakan ini patut disesalkan karena sebenarnya konsep KJP dapat digabungkan dan diintegrasikan dengan konsep KIP," kata Anies di Jakarta, Minggu.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayan itu mengatakan bahwa pihaknya pernah menerima laporan bahwa tingkat pencairan dana KIP di Jakarta sangat rendah. Artinya, siswa tidak mencairkan dana yang sudah ditransfer ke rekeningnya itu.

Pada tahun 2015, tercatat ada 117.414 siswa di DKI Jakarta yang merupakan penerima KIP. Namun, hingga April 2016, masih ada 87.627 siswa atau 74,6 persen yang tidak mencairkan dana yang berasal dari Program Indonesia Pintar (PIP) itu.

Pemprov DKI Jakarta telah melarang siswa pemegang KJP menerima bantuan personal pendidikan lainnya, termasuk dari pemerintah pusat. Larangan itu diatur pada Pasal 49 Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 174 Tahun 2015 tentang Bantuan Biaya Personal Pendidikan Bagi Peserta Didik Dari Keluarga Tidak Mampu Melalui Kartu Jakarta Pintar.

Sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies pernah mengirimkan surat kepada Gubernur DKI Jakarta untuk meminta agar siswa penerima KIP dikecualikan dari Pasal 49 Pergub tersebut dan diizinkan mencairkan bantuan KIP.

Pemprov DKI Jakarta kemudian menjawab surat tersebut melalui surat Sekretaris Daerah Saefullah yang menyatakan bahwa DKI Jakarta sudah memiliki program KJP dan meminta agar bantuan dana untuk siswa miskin di Jakarta dialihkan ke daerah lain.

Oleh karena itu, Anies mengatakan bahwa pihaknya akan memadukan KIP yang merupakan program nasional dengan Kartu Jakarta Pintar bila terpilih dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017.

"Dengan integrasi, diharapkan program nasional berjalan beriringan dengan program daerah. Pada akhirnya warga dan siswa miskin di Jakarta dapat mengoptimalkan berbagai model bantuan yang mereka terima dari berbagai sumber," tuturnya.

Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 diikuti tiga peserta, yakni pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni yang diusung Partai Demokrat, PPP, PKB, dan PAN; Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat yang diusung PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Hanura, dan Partai NasDem; dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang diusung Partai Gerindra dan PKS. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sandiaga Banggakan Dua Mantan Pimpinan KPK Ada di Timnya

Sandiaga Banggakan Dua Mantan Pimpinan KPK Ada di Timnya

News | Senin, 31 Oktober 2016 | 05:12 WIB

Agus Pidato Sindir Ahok dan DPRD yang Dapat Teriakan Malah Lulung

Agus Pidato Sindir Ahok dan DPRD yang Dapat Teriakan Malah Lulung

News | Minggu, 30 Oktober 2016 | 20:12 WIB

Orang-orang Top Gabung, Anies Sebut Mereka Super Team

Orang-orang Top Gabung, Anies Sebut Mereka Super Team

News | Minggu, 30 Oktober 2016 | 18:54 WIB

Elektabilitas Ahok Anjlok, Gerindra: Posisi Jokowi Kian Sulit

Elektabilitas Ahok Anjlok, Gerindra: Posisi Jokowi Kian Sulit

News | Minggu, 30 Oktober 2016 | 18:16 WIB

Terkini

Kisah Difabel Tuli Perdana Dengar Suara Takbiran: Dulu Duniaku Sangat Sunyi

Kisah Difabel Tuli Perdana Dengar Suara Takbiran: Dulu Duniaku Sangat Sunyi

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:17 WIB

Viral Keluhan Ban Mobil Dikempeskan di Monas, Kadishub DKI: Jangan Parkir di Badan Jalan!

Viral Keluhan Ban Mobil Dikempeskan di Monas, Kadishub DKI: Jangan Parkir di Badan Jalan!

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:13 WIB

Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda

Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:02 WIB

Kritik KPK, Sahroni Usul Tahanan Rumah Harus Bayar Mahal: Biar Negara Gak Rugi-Rugi Banget

Kritik KPK, Sahroni Usul Tahanan Rumah Harus Bayar Mahal: Biar Negara Gak Rugi-Rugi Banget

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:02 WIB

Mudik Siswa Sekolah Rakyat, Naila Akhirnya Punya Rumah Baru Layak Huni

Mudik Siswa Sekolah Rakyat, Naila Akhirnya Punya Rumah Baru Layak Huni

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:00 WIB

Tentara Amerika Gali Kuburannya Sendiri Jika Serang Pulau Kharg

Tentara Amerika Gali Kuburannya Sendiri Jika Serang Pulau Kharg

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:55 WIB

Dukung Wacana WFH ASN demi Hemat Energi, Komisi II DPR: Tapi Jangan Disalahgunakan untuk Liburan

Dukung Wacana WFH ASN demi Hemat Energi, Komisi II DPR: Tapi Jangan Disalahgunakan untuk Liburan

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:54 WIB

Lebaran Perdana Warga Kampung Nelayan Sejahtera, Kini Tanpa Rasa Cemas

Lebaran Perdana Warga Kampung Nelayan Sejahtera, Kini Tanpa Rasa Cemas

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:52 WIB

Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Mantan Penyidik: KPK Tak Boleh Beri Perlakuan Istimewa

Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Mantan Penyidik: KPK Tak Boleh Beri Perlakuan Istimewa

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:48 WIB

Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan

Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:42 WIB