PDIP: Pernyataan SBY Bentuk Intervensi Hukum Kasus Ahok

Pebriansyah Ariefana, Bagus Santosa

Rabu, 02 November 2016 | 17:17 WIB
PDIP: Pernyataan SBY Bentuk Intervensi Hukum Kasus Ahok
Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono konferensi pers di kediamannya, Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu (2/11/2016). [suara.com/Bagus Santosa]

Suara.com - Politikus PDI Perjuangan Charles Honoris menilai pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono soal kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok Merupakan bentuk intervensi terhadap hukum.

SBY meminta proses hukum kasus penistaan agama Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dilanjutkan. Sebab, dia menganggap Ahok seperti tidak tersentuh dalam kasus ini.

"Pernyataan SBY terkait proses hukum Pak Ahok adalah bentuk intervensi terhadap hukum. ‎Pihak kepolisian saat in sedang menjalankan proses hukum terhadap laporan terkait Pak Ahok. Bahkan, Pak Ahok sudah dimintai keterangan di Bareskrim. Jadi klaim SBY bahwa Ahok tidak tersentuh itu tidak mendasar dan bisa dilihat sebagai upaya intervensi dengan melakukan agitasi di ruang publik," kata Charles dalam pernyataannya, Jakarta, Rabu (2/10/2016).
‎
Dia menambahkan, sebagai tokoh politik yang pernah menjabat sebagai presiden, seharusnya SBY berdiri di atas semua golongan. Anggota Komisi I DPR ini juga berharap seharusnya presiden keenam itu bisa menjadi penyejuk dalam perkara Ahok ini.

"Statement SBY pagi ini terkait rencana aksi 4 November semakin menunjukan bahwa SBY sedang berupaya menggunakan aksi ini untuk kepentingan Pilgub DKI yang kita ketahui putra sulung SBY ikut menjadi calon Gubernur DKI," kata dia.

Charles juga mengkritisi langkah SBY yang melakukan roadshow dengan bertemu Menkopolhukam Wiranto dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, pada hari Selasa (1/11/2016). Menurut Charles, yang dilakukan SBY adalah untuk kepentingan pencitraan semata.

"Pertemuan tersebut (SBY-Wiranto dan SBY-JK) ternyata hanyalah pencitraan dan framenya lebih ke klarifikasi personal. Meskipuin akhirnya itu terbantahkan sendiri dengan pernyataan SBY hari ini," tuturnya.

Pilkada untuk tahun 2017 tidak hanya terjadi di Jakarta, masih ada 100 daerah baik Provinsi, atau Kabupaten/Kota, yang turut memeriahkan pesta demokrasi ini. Karenanya, menurut Charles, tidak perlu adanya hal-hal negatif yang dimunculkan di Jakarta yang malah akan merusak sendi persatuan dan kesatuan bangsa.

"Indonesia bukan hanya Jakarta, jadi janganlah para tokoh nasional hari ini menghalalkan segala cara untuk memenangkan Pilkada di Jakarta dengan merusak sendi persatuan dan kesatuan bangsa," kata dia.‎

Sebelumnya, dalam konfrensi pers hari ini, SBY mengatakan penegakan hukum harus tetap berjalan dalam kasus Ahok. Menurutnya, jangan sampai, ada anggapan bahwa Ahok tidak boleh disentuh untuk kasus ini.

"Pak Ahok mesti diproses secara hukum jangan sampai dia dianggap kebal hukum. Ingat kesamaan di mata hukum. Jangan ada anggapan Pak Ahok tidak boleh disentuh," tutur SBY di Cikeas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Saat Agus Jadi Cagub, Keluarga SBY Diterpa 'Angin' Politik

Saat Agus Jadi Cagub, Keluarga SBY Diterpa 'Angin' Politik

News | Rabu, 02 November 2016 | 16:30 WIB

SBY Cerita Soal Rumah Barunya yang Diberikan Negara

SBY Cerita Soal Rumah Barunya yang Diberikan Negara

News | Rabu, 02 November 2016 | 15:55 WIB

Analisa SBY Soal Kasus Penistaan Agama Ahok

Analisa SBY Soal Kasus Penistaan Agama Ahok

News | Rabu, 02 November 2016 | 15:34 WIB

Diberitakan Punya Duit Rp9 T, SBY Geram: Fitnah yang Keji Ini

Diberitakan Punya Duit Rp9 T, SBY Geram: Fitnah yang Keji Ini

News | Rabu, 02 November 2016 | 15:12 WIB

SBY Bereaksi Jelang 4 November, Begini Respon Istana

SBY Bereaksi Jelang 4 November, Begini Respon Istana

News | Rabu, 02 November 2016 | 14:23 WIB

SBY: Agus-Sylviana dan Anies-Sandi Tak Bangga Kalau Ahok WO

SBY: Agus-Sylviana dan Anies-Sandi Tak Bangga Kalau Ahok WO

News | Rabu, 02 November 2016 | 14:09 WIB

Isu Biayai Demo, SBY: Fitnah Lebih Kejam dari Bunuh, I Tell You!

Isu Biayai Demo, SBY: Fitnah Lebih Kejam dari Bunuh, I Tell You!

News | Rabu, 02 November 2016 | 13:51 WIB

SBY: Tuntutan Tak Didengar, Sampai Lebaran Kuda Tetap Ada Demo

SBY: Tuntutan Tak Didengar, Sampai Lebaran Kuda Tetap Ada Demo

News | Rabu, 02 November 2016 | 13:35 WIB

Cemas Jelang 4 November, Ibu-ibu Datangi Balai Kota

Cemas Jelang 4 November, Ibu-ibu Datangi Balai Kota

News | Rabu, 02 November 2016 | 12:35 WIB

SBY: Ahok Mesti Diproses, Jangan Ada Anggapan Tak Boleh Disentuh

SBY: Ahok Mesti Diproses, Jangan Ada Anggapan Tak Boleh Disentuh

News | Rabu, 02 November 2016 | 12:15 WIB

Terkini

Aksi Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 Terancam Ditunda, AFC Masih Tunggu Situasi Arab Saudi

Aksi Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 Terancam Ditunda, AFC Masih Tunggu Situasi Arab Saudi

Bola | Senin, 02 November 2026 | 22:15 WIB

Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi

Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:06 WIB

Copot Kapolres Sukoharjo Usai Penggeledahan Ponpes, Langkah Kapolri Panen Pujian Ulama Bogor

Copot Kapolres Sukoharjo Usai Penggeledahan Ponpes, Langkah Kapolri Panen Pujian Ulama Bogor

News | Senin, 02 November 2026 | 21:51 WIB

Keluarga Tokoh Sumpah Pemuda Berkumpul, Mengenang Perjuangan Para Pendahulu Bangsa

Keluarga Tokoh Sumpah Pemuda Berkumpul, Mengenang Perjuangan Para Pendahulu Bangsa

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 21:43 WIB

Ketika Membeli Pembalut Harus Berhemat, Perempuan Marginal Palembang Hadapi Risiko Kesehatan

Ketika Membeli Pembalut Harus Berhemat, Perempuan Marginal Palembang Hadapi Risiko Kesehatan

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 21:41 WIB

Pemerintah Kerahkan AI Lacak Pajak di Shopee, Lazada, Hingga Gojek

Pemerintah Kerahkan AI Lacak Pajak di Shopee, Lazada, Hingga Gojek

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 21:41 WIB

Klaim Tak Tahu soal Mahasiswa Palsu, Raffi Ahmad Disentil Sarah Sechan: Itu Namanya Integritas!

Klaim Tak Tahu soal Mahasiswa Palsu, Raffi Ahmad Disentil Sarah Sechan: Itu Namanya Integritas!

Entertainment | Senin, 02 November 2026 | 21:39 WIB

Pabrik Sepatu PT PWI 1 di Serang Bakal Pindah ke Jateng, Ini Dugaan Penyebabnya

Pabrik Sepatu PT PWI 1 di Serang Bakal Pindah ke Jateng, Ini Dugaan Penyebabnya

Banten | Senin, 02 November 2026 | 21:38 WIB

KPAI Minta Kompolnas dan Propam Usut Kelalaian Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo

KPAI Minta Kompolnas dan Propam Usut Kelalaian Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo

News | Senin, 02 November 2026 | 21:35 WIB

Agar Hasil Tangkapan Nelayan Tak Cepat Rusak, Energi Bersih Mulai Dilirik untuk Desa Pesisir

Agar Hasil Tangkapan Nelayan Tak Cepat Rusak, Energi Bersih Mulai Dilirik untuk Desa Pesisir

News | Senin, 02 November 2026 | 21:32 WIB

×