Ada 12 Ribu Warga Bogor Ikut Demo 4 November di Jakarta

Adhitya Himawan

Jum'at, 04 November 2016 | 06:17 WIB
Ada 12 Ribu Warga Bogor Ikut Demo 4 November di Jakarta
Ribuan massa dari Front Pembela Islam (FPI) dan organisasi kemasyarakatan (ormas) lain melakukan aksi di depan Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (14/10/2016). [Suara.com/Oke Atmaja]

Massa dari Bogor, Jawa Barat mulai bergerak menuju Jakarta untuk bergabung dalam aksi unjuk rasa menuntut proses hukum dugaan penistaan agama di Jakarta, Jumat (4/11/2016).

Pemberangkatan massa dari Bogor ini berlangsung di sejumlah titik dan terbagi beberapa kelompok maupun gelombang. Dari Masjid Raya Bogor, ada tiga pemberangkatan gelombang massa yakni pukul 00.00 WIB dipimpin oleh Ustad Dani, gelombang kedua pukul 05.00 WIB berangkat dipimpin KH Adam Ibrahim dan gelombang ketiga pukul 08.00 WIB akan dipimpin laskar FPI Bogor Raya.

Informasi dari MUI Kota Bogor, ada sekitar 12 ribu warga Bogor yang akan ikut aksi damai 4 November di Jakarta. mereka diberangkatkan dengan 20 bus, namun ada yang berangkat secara mandiri menggunakan angkutan umum maupun kereta.

"Saya menerima laporan, warga sudah ada yang berangkat sejak Kamis malam secara mandiri menggunakan kereta, mereka berkumpul di Istiqlal," kata Ketua MUI Adam Ibrahim.

Tidak hanya dari Kota Bogor, warga dari Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor juga ikut mendukung aksi Fatwa MUI dan menuntut Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama untuk diproses secara hukum terkait dugaan penistaan agama.

"Dari Kecamatan Leuwisadang ada sembilan bus yang diberangkatkan pukul 03.00 WIB pagi tadi, dan mendapat pengawal dari Polsek setempat," kata A Saepul Hamdi.

Dukungan aksi damai 4 November yang dilakukan umat Muslim terus meluas. Alumni IPB Peduli NKRI menyatakan dukungannya untuk aksi tersebut.

Alumni IPB yang menamakan diri Alumni IPB Peduli NKRI menyampaikan pernyataan sikapnya pernyataan Basuki Tjahaja Purnama atas penistaan agama.

Ada tiga poin penyataan sikap yang disampaikan Alumni IPB Peduli NKRI yakni pertama, mendesak pemerintah memproses dugaan kasus penistaan agama dengan melakukan penyelidikan sesuai proses hukum yang berlaku.

Koordinator Alumni IPB Peduli NKRI Sirod M Rasoma mengatakan, kaum intelektual menilai ada sendi-sendi hukum yang dilawan dengan adanya penistaan agama.

"Desakan ini tidak berlaku hanya untuk Islam saja, tetapi seluruh agama yang diakui oleh negara. Jika hal serupa (penistaan agama) terjadi terhadap agama lain, kami juga akan bereaksi," katanya.

Penyataan sikap kedua Alumni IPB Peduli NKRI mendukung aksi damai 4 November 2016 yang digalang umat Islam dalam rangka menjaga supremasi hukum dan sendi-sendi ideologis bangsa.

Ketiga, menyerukan semua pihak menahan diri dan menjaga stabilitas nasional agar pembangunan tetap dapat dilaksanakan.

Selain itu, mahasiswa dan tenaga pengajar dari STIE Tazkia juga menunda pelaksanaan ujian tengah semester untuk ikut bergabung dengan aksi damai di Jakarta.

Kepolisian dan TNI wilayah Bogor menggelar pasokan dengan sandi "Bogor Adem" melibatkan ratusan personel untuk melakukan pengamanan dan pengawalan aksi warga yang ingin bergabung ke Jakarta.

Kepala Bagian Operasi Polres Bogor Kompol Prasetyo menyebutkan, kepolisian melibatkan 2/3 kekuatannya atau sekitar 700 personel untuk mengawal jalannya aksi, dibantu dari TNI dan bantuan personel dari Polda Jawa Barat sebanyak 100 personel.

"Sesuai arahan Kapolresta, fokus pengamanan VVIP lebih utama mengingat Presiden bertinggal di Kota Bogor," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Massa Dari Luar Jakarta Mulai Membanjiri Masjid Istiqlal

Massa Dari Luar Jakarta Mulai Membanjiri Masjid Istiqlal

News | Jum'at, 04 November 2016 | 06:13 WIB

Din Syamsuddin: Demonstran Dipersatukan 'Diskriminasi' Hukum

Din Syamsuddin: Demonstran Dipersatukan 'Diskriminasi' Hukum

News | Jum'at, 04 November 2016 | 06:06 WIB

Demo Disebut Aksi Terorisme, Rizieq: Sidney Jones Pengadu Domba

Demo Disebut Aksi Terorisme, Rizieq: Sidney Jones Pengadu Domba

News | Jum'at, 04 November 2016 | 05:41 WIB

Secara Lembaga, PKS Tak Ingin Terkait Demo 4 November

Secara Lembaga, PKS Tak Ingin Terkait Demo 4 November

News | Jum'at, 04 November 2016 | 04:17 WIB

Kedubes AS: Demo 4 Nov Kemungkinan Ditunggangi Kelompok Ekstremis

Kedubes AS: Demo 4 Nov Kemungkinan Ditunggangi Kelompok Ekstremis

News | Jum'at, 04 November 2016 | 06:11 WIB

Santri Asal Karawang Rela Keluar Duit Ikut Demo Anti Ahok

Santri Asal Karawang Rela Keluar Duit Ikut Demo Anti Ahok

News | Kamis, 03 November 2016 | 17:37 WIB

Mahasiswa se-Indonesia Apel Kebangsaan

Mahasiswa se-Indonesia Apel Kebangsaan

Foto | Kamis, 03 November 2016 | 17:16 WIB

10 Fakta Jelang Demo 4 November yang Harus Diketahui

10 Fakta Jelang Demo 4 November yang Harus Diketahui

News | Kamis, 03 November 2016 | 19:12 WIB

Perempuan Berjilbab Sumbang Logistik Demo 4 November

Perempuan Berjilbab Sumbang Logistik Demo 4 November

News | Kamis, 03 November 2016 | 16:47 WIB

Transjakarta Tetap Beroperasi Normal Pada 4 November

Transjakarta Tetap Beroperasi Normal Pada 4 November

Bisnis | Kamis, 03 November 2016 | 15:08 WIB

Terkini

Guru PPPK Senior Terancam Kalah dari Fresh Graduate? Muncul Usul Masa Kerja Jadi Penentu Seleksi PNS

Guru PPPK Senior Terancam Kalah dari Fresh Graduate? Muncul Usul Masa Kerja Jadi Penentu Seleksi PNS

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 12:00 WIB

Kemenhut Bongkar Pembalakan Liar dan Tetapkan Enam Tersangka di Riau

Kemenhut Bongkar Pembalakan Liar dan Tetapkan Enam Tersangka di Riau

Riau | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:55 WIB

Kritik Simbolik HUT RI: Kemerdekaan Itu Milik Warga, Bukan Milik Presiden dan Kroni-kroninya

Kritik Simbolik HUT RI: Kemerdekaan Itu Milik Warga, Bukan Milik Presiden dan Kroni-kroninya

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:50 WIB

5 Rekomendasi Sabun Cuci Muka Anti Aging untuk Wanita Usia 40 Tahun, Bikin Kulit Lembut

5 Rekomendasi Sabun Cuci Muka Anti Aging untuk Wanita Usia 40 Tahun, Bikin Kulit Lembut

Lifestyle | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:47 WIB

Diduga Kelelahan, Relawan Korban Gempa NTT Meninggal Dunia, Ini Kronologinya

Diduga Kelelahan, Relawan Korban Gempa NTT Meninggal Dunia, Ini Kronologinya

Jatim | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:44 WIB

Makin Menarik, Kenshi Yonezu hingga Toko Miura Gabung Live-Action Look Back

Makin Menarik, Kenshi Yonezu hingga Toko Miura Gabung Live-Action Look Back

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:40 WIB

7 Cara Melakukan Double Cleansing yang Benar untuk Kulit Sehat Bercahaya

7 Cara Melakukan Double Cleansing yang Benar untuk Kulit Sehat Bercahaya

Lifestyle | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:25 WIB

Fenomena 'Lebih Galak yang Ngutang': Saat Niat Baik Berujung Sakit Hati

Fenomena 'Lebih Galak yang Ngutang': Saat Niat Baik Berujung Sakit Hati

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:16 WIB

Bawa Bantuan Miliaran Rupiah ke Korban Gempa NTT, Dedi Mulyadi: Ditengok Saja Sudah Bahagia

Bawa Bantuan Miliaran Rupiah ke Korban Gempa NTT, Dedi Mulyadi: Ditengok Saja Sudah Bahagia

Jabar | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:12 WIB

Jejak Trauma Daycare Little Aresha: Membongkar Kekerasan yang Sistematis

Jejak Trauma Daycare Little Aresha: Membongkar Kekerasan yang Sistematis

Video | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:10 WIB

×