Jelang Subuh, Massa Pendemo Tinggalkan DPR

Sabtu, 05 November 2016 | 06:14 WIB
Jelang Subuh, Massa Pendemo Tinggalkan DPR
Salat jamaah pendemo 4 November 2016 di depan Gedung DPR. [suara.com/Bagus Santosa]

Suara.com -
Menjelang subuh, peserta Aksi Bela Islam II mulai meninggalkan Pintu Gerbang Utama DPR, Jalan Gatot Subroto, Sabtu (5/11/2016).
‎‎
Satu persatu peserta demo dikelompokan berdasarkan alamatnya dan dipulangkan dengan bus yang sudah ‎disediakan dari pihak DPR/MPR.

H‎al ini terjadi setelah perwakilan peserta aksi menemui perwakilan MPR/DPR yang dilakukan sekira pukul 02.00 WIB.

"Kami menunggu langkah kongkret janji parlemen untuk mengawal kasus ini agar tuntas," kata Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq.

Dia menambahkan, jika memang tuntutan mereka tidak selesai, pihaknya akan turun ke jalan untuk memperjuangkannya kembali.

‎"Tangkap Ahok atau revolusi. Kita siap turun lagi, siap perang kalau ini nggak diselesaikan," kata dia.

Dalam kesempatan ini, Habib Rizieq mengatakan akan bertanggungjawab terhadapan pengobatan 150 orang korban luka-luka dalam aksi damai hari ini. Sedangkan untuk korban meninggal, Habib Rizieq mengatakan akan diberikan santunan.

Sebelum meninggalkan lokasi, Habib Rizieq dan sejumlah perwakilan peserta aksi menemui perwakilan ‎anggota DPR dan MPR. Mereka melakukan pertemuan sekira satu jam.

‎A‎nggota DPR yang menemui, di antaranya Anggota Komisi III dari Fraksi Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, Anggota Komisi III Aboebakar Al Habsyi, Anggota Komisi III Muchlisin, dan Wakil Komisi I Hanafi Rais. Sedangkan perwakilan MPR langsung diterima oleh pimpinan MPR Zulkifli Hasan.

Anggota DPR RI Aboebakar Al Habsyi mengatakan, Komisi III DPR akan memanggil Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk menuntaskan dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ini.

"Setelah Senin (7/11/2016) akan kami tindak lanjuti," tutur Politkus PKS itu.

Sementara Anggota Komisi III lainya Sufmi Dasco Ahmad juga berjanji akan terus mengawal kasus penistaan agama ini yang dilakukan oleh Ahok.

"Kami terima amanah berat, masyarakat seluruh Indonesia melalui ulama dan habib untuk minta kawal dan awasi pernyataan pemerintah. Dihadapan ulama akan lakukan pengawalan dan panggil Kapolri sebagai tugas pengawasan," ujar Politikus Gerindra ini.

Sementara itu, Ketua MPR Zulkifli Hasan mengatakan ‎penegakan hukum kasus ini akan dilakukan secara tegas, cepat dan adil. Karenanya, dia meminta semuanya mengawasi dengan baik sehingga harapan dan tuntutan yang dilakukan pada aksi ini akan jadi kenyataan.

"Saya harap semua berakhir baik, dan selamat ketika pulang ke tempat masing-masing," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI