'Lepas Tangan', Jokowi Disebut Mirip Sukarno saat Bubarkan PKI

Madinah, Nikolaus Tolen

Sabtu, 05 November 2016 | 18:12 WIB
'Lepas Tangan', Jokowi Disebut Mirip Sukarno saat Bubarkan PKI
Presiden Joko Widodo membuka World Peace Forum keenam di Istana Negara, Jakarta, Selasa (1/11/2016). [suara.com/Erick Tanjung]

Suara.com - Dalam aksi damai 4 November 2016 kemarin, Presiden Joko Widodo menghindari massa yang datang di depan Istana Negara dan memilih memantau proyek kereta api di Bandara Soekarno-Hatta. Saat itu, Jokowi menyerahkan mandat kepada wakil presiden Jusuf Kalla.

Guru Besar Universitas Pertahanan Salim Said mengatakan hal ini mirip peristiwa saat mendiang Presiden Sukarno memberikan mandat kepada Panglima Komando Operasi Keamanan dan Ketertiban Soeharto Tahun 1966 terkait pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI). Menurutnya, Presiden Jokowi sudah lepas tangan dalam penegakan hukum terhadap Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

‎"Saya hanya ingin berbagi ingatan kepada ‎anda, ketika kemarin Pak JK itu mengumumkan Ahok akan diperiksa dalam dua minggu, itukan adalah sebuah keputusan. Pak Jokowi sebagai presiden, kemudian kita tahu itu perintah Pak Jokowi kepada Pak Wapres, karena Pak Jokowi tidak ada di istana, saya tiba-tiba teringat Supersemar," kata Salim di Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (5/2016).

Said menjelaskan, ‎berdasarkan dokumen yang ditemukan ketika melakukan penelitian dan menulis buku mengenai Presiden Soeharto, Orde Baru dan Gerakan Satu Oktober (Gestok), ada kegalauan Presiden Sukarno menghadapi desakkan massa agar presiden membubarkan PKI. Di satu sisi, Sukarno tidak bisa lagi mempertahankan PKI, sisi lain dirinya tak bisa membubarkan PKI secara langsung karena teori Nasakom PKI sudah digadang-gadangnya ke dunia internasional.

"'Di mana muka saya', kata Bung Karno kepada Pak Harto. Kemudian Pak harto jawab, 'Serahkan kepada saya pak'. Saya temukan dokumen itu dalam penelitian saya, Supersemar itu sebenarnya tidak dramatis seperti kita bayangkan. Itu sudah understanding antara Pak Harto dengan Bung Karno, tanggung jawab diambil alih oleh Pak Harto untuk membubarkan PKI, sehingga Bung Karno tidak harus yang membubarkan PKI," katanya.

Apa yang didapatnya dalam penelitian tersebut pun dibandingkannya dengan kejadian saat ini.

"Nah, bagaimana saya menghubungkan itu, begini, kesan saya, tekanan kepada Presiden Jokowi gara-gara soal Ahok itu begitu kuat, sehingga sebenarnya Jokowi sudah capek untuk membela Ahok. Walaupun membela itu tanda petik, pokoknya itu beban. Ahok itu sudah menjadi beban bagi Jokowi. Jokowi kan masih punya rencana lebih banyak, lebih dari dari sekedar rencana Ahok di Jakarta, after all, sebagian besar apa yang dikerjakan Ahok ini sebenarnya sudah dimulai oleh Jokowi, idenya dari Jokowi, sekarang Jokowi itu capek," katanya.

Karena itu, apa yang dilakukan Presiden Jokowi saat demo 4 November 2016 kemarin, kata Said, adalah pengulangan sejarah. Tapi bedanya, Ahok kata Said sudah kebanyakan menciptakan ‎musuh, sehingga bahaya bila dipertahankan, akhirnya diberikan perintah kepada JK agar memutuskan.

"Ahok menciptakan banyak musuh seperti saya bilang tadi, tiap pagi bangun dia lihat gadget, musuh gw siapa hari ini? Segala macam dia musuhi. Capeh Jokowi. Tapi Jokowi juga seperti Bung Karno tidak mau membubarkan PKI, jadi lepaskan saja kepada Pak JK, dan Pak JK lah yang memutuskan bahwa dia akan diproses dalam dua minggu," kata Said.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rizieq Tuding Polri dan TNI Lakukan Pembunuhan Massal

Rizieq Tuding Polri dan TNI Lakukan Pembunuhan Massal

News | Sabtu, 05 November 2016 | 17:49 WIB

Ricuh 4 November, 160 Orang Luka, 100 Polisi Dilarikan ke RS

Ricuh 4 November, 160 Orang Luka, 100 Polisi Dilarikan ke RS

News | Sabtu, 05 November 2016 | 16:47 WIB

Bukan Senpi, Ini Asal Suara Letusan di Demo 4 November

Bukan Senpi, Ini Asal Suara Letusan di Demo 4 November

News | Sabtu, 05 November 2016 | 16:11 WIB

Polisi Amankan 15 Orang Pelaku Kericuhan di Penjaringan

Polisi Amankan 15 Orang Pelaku Kericuhan di Penjaringan

News | Sabtu, 05 November 2016 | 14:34 WIB

Terkini

Cara Menggunakan Lidah Buaya untuk Rambut Rontok, Simak 4 Langkahnya

Cara Menggunakan Lidah Buaya untuk Rambut Rontok, Simak 4 Langkahnya

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:47 WIB

4 Micellar Water Lokal Glycerin Jaga Skin Barrier agar Lembap Bebas Iritasi

4 Micellar Water Lokal Glycerin Jaga Skin Barrier agar Lembap Bebas Iritasi

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:35 WIB

Terciduk Pesta Narkoba di Kamar Hotel Surabaya, 3 Anggota DPRD Jatim Cuma Direhab

Terciduk Pesta Narkoba di Kamar Hotel Surabaya, 3 Anggota DPRD Jatim Cuma Direhab

Jatim | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:33 WIB

7 Cara Cek Parfum Branded Ori atau Palsu, Perhatikan Kemasan hingga Wanginya

7 Cara Cek Parfum Branded Ori atau Palsu, Perhatikan Kemasan hingga Wanginya

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:31 WIB

Layanan Darurat Tangsel Siaga 112 Diingatkan Tak Jadi Ajang Prank

Layanan Darurat Tangsel Siaga 112 Diingatkan Tak Jadi Ajang Prank

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Eks Penghulu Kampung di Siak Ditangkap Terkait Korupsi Dana Desa Rp400 Juta

Eks Penghulu Kampung di Siak Ditangkap Terkait Korupsi Dana Desa Rp400 Juta

Riau | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:29 WIB

BMW Angkut 50 Kg Sabu Rp50 Miliar Rontok di Bakauheni, 3 Kurir Tergiur Upah Rp300 Juta

BMW Angkut 50 Kg Sabu Rp50 Miliar Rontok di Bakauheni, 3 Kurir Tergiur Upah Rp300 Juta

Lampung | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:22 WIB

Krim Kelly Bisa Jadi Pengganti Foundation? Simak Klaim dan Cara Pakainya

Krim Kelly Bisa Jadi Pengganti Foundation? Simak Klaim dan Cara Pakainya

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:15 WIB

YesssCredit Catat Pembiayaan Rp5 T, Kota Kecil Mulai Jadi Mesin Pertumbuhan

YesssCredit Catat Pembiayaan Rp5 T, Kota Kecil Mulai Jadi Mesin Pertumbuhan

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Keluarga Eks-Napiter Terjebak Stigma, Deradikalisasi Dinilai Tak Cukup Sasar Pelaku

Keluarga Eks-Napiter Terjebak Stigma, Deradikalisasi Dinilai Tak Cukup Sasar Pelaku

Jogja | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:14 WIB

×