Kementerian Pertahanan menyelenggarakan silaturahmi dengan para ulama dan tokoh agama di kantor kementerian, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (11/11/2016).
Dalam sambutan, anggota Dewan Pertimbangan Presiden Hasyim Muzadi menyinggung kasus dugaan penistaan agama yang dituduhkan kepada Gubernur Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
"Hari ini kita juga di hadapan pada masalah yang sesungguhnya tidak terlalu besar, tapi bisa mengubah, masalah yang lokal di Jakarta, jadi masalah Indonesia. Bahkan kalau kita nggak hati-bisa bisa jadi masalah dunia. Bukan kita yang mimpin dunia, tapi dunia masuk mengacak-acak," kata Hasyim.
Mantan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menambahkan untuk mengatasi permasalahan bangsa saat ini diperlukan tindakan proporsional.
Selain itu, kata Hasyim, untuk menangani masalah juga harus dengan sikap yang mengayomi semua pihak.
"Saya sering sampaikan pertimbangan pada Presiden agar penanganan masalah krusial belakangan ini jangan lebih dulu menggunakan kekuasaan untuk berpihak. Yang harus ditempati adalah pengayoman untuk semua kemudian dikembalikan ke proporsi ketentuan hukum semestinya. Karena kalau negara berpihak posisi penyelenggara negara akan berpihak," katanya.
Dalam kasus Ahok, Hasyim mengimbau kepada semua kalangan muslim yang menginginkan tuntas, untuk tetap fokus mendorong penegakan hukum saja, bukan ke hal-hal yang lain.
"Saya mohon seluruh ulama masyarakat muslimin kalau emang masalah yang diinginkan keadilan dan hukum fokus ke itu saja, jangan kemana-mana. Umat memiliki hak untuk minta kepastian hukum pada negara karena negara berkewajiban untuk melaksanakan hak keadilan hukum karena masyarakat termasuk kaum muslim. Apabila proporsi ini bisa ditempati masing-masing, ya Insya Allah bisa diselesaikan," kata dia.