Hasyim: Kasus Ahok Harus Ditangani Berimbang dan Netral

Ardi Mandiri

Sabtu, 12 November 2016 | 01:14 WIB
Hasyim: Kasus Ahok Harus Ditangani Berimbang dan Netral
Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Purnama (Ahok) saat menghadiri pemberkatan nikah Sandra Dewi di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Selasa (8/11/2016) [suara.com/Ismail]

Suara.com - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Hasyim Muzadi mengatakan kasus dugaan penistaan agama yang dituduhkan pada Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) harus ditangani secara proporsional atau berimbang dan netral.

"Dalam menghadapi masalah krusial, diperlukan proporsionalisasi penanganan, artinya proporsional yang semestinya menurut kita, proporsionalisasi itu menyangkut posisi negara, di dalam masalah krusial negara harus mewakili semua, tidak boleh berpihak kepada si A atau si B," kata Hasyim Muzadi, Jakarta, Jumat.

Dia juga mengimbau agar tidak ada keberpihakan terkait penyelesaian dugaan penistaan agama itu.

Hasyim menuturkan kalau negara berpihak baik secara terang-terangan atau terselubung, maka kekuasaan pemerintah akan dipertanyakan.

"Saya sering menyampaikan pertimbangan kepada Presiden, agar penanganan masalah krusial belakangan ini jangan lebih dulu menggunakan kekuasaan untuk berpihak. Posisi yang harus ditempati adalah pengayoman, kemudian dikembalikan kepada proporsi penentuan hukum," ujarnya.

Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)�Hasyim Muzadi mengatakan jika keberpihakan posisi penyelenggara negara sejalan dengan kemauan rakyat dan kepentingan negara maka tidak masalah.

"Kalau penyelenggara negara berpihak maka yang terjadi adalah kesulitan hubungan antara aparat negara dan masyarakat. Oleh karenanya, hal yang satu posisi negara dan penyelenggara yang harus netral dan mengayomi, sekarang masuk kepada poisisi kerakyatan," ujarnya.

Dia menuturkan semua pihak harus diayomi berdasarkan peraturan perundangan dan filsafat negara sehingga dapat melihat dengan jernih kasus dugaan penistaan agama itu.

Menurutnya, kalau ada pemihakan pada tingkat kekuasaan maka aparat pelaksana di bawah juga ada pemihakan.

"Nah ini masalahnya kalau ketepatan pemihakan itu sama dengan maunya masyarakat banyak ga masalah, kalau tidak sama seperti sekarang maka terjadi jarak kerenggangan itu. Jarak antara masyarakat dengan aparat ini sangat berbahaya karena pekerjaan aparat bukan cuma urusan Ahok saja. Setiap hari dia harus membina masyarakat dari segala macam lalu terganggu hubungan baik ini hanya karena satu masalah besar," ujarnya. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ahok: Kalau Mirip Trump Sudah Kaya Dong, Dapat Istri Artis Lagi

Ahok: Kalau Mirip Trump Sudah Kaya Dong, Dapat Istri Artis Lagi

News | Jum'at, 11 November 2016 | 10:13 WIB

Ahok Sebut Warga yang Minta Foto Tak Suka Kalau Bareng Istri

Ahok Sebut Warga yang Minta Foto Tak Suka Kalau Bareng Istri

News | Jum'at, 11 November 2016 | 08:13 WIB

Terkini

Rangkaian Pertamina SMEXPO 2026 Digelar, Libatkan Lebih Dari 150 UMKM Binaan

Rangkaian Pertamina SMEXPO 2026 Digelar, Libatkan Lebih Dari 150 UMKM Binaan

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 11:02 WIB

Hilirisasi Nikel Mulai Mengubah Ekonomi Warga Kawasi

Hilirisasi Nikel Mulai Mengubah Ekonomi Warga Kawasi

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 11:02 WIB

Gibran Minta Program Dievaluasi Usai Dugaan Keracunan MBG di Batang

Gibran Minta Program Dievaluasi Usai Dugaan Keracunan MBG di Batang

News | Senin, 28 September 2026 | 11:01 WIB

Soal Amendemen UUD 1945 Bergulir, Ketua MPR Tegaskan Tak Ingin Gegabah

Soal Amendemen UUD 1945 Bergulir, Ketua MPR Tegaskan Tak Ingin Gegabah

News | Senin, 28 September 2026 | 11:01 WIB

Tangani Korban Bencana, PABI Akui Dokter Bedah Masih Terkendala Persebaran yang Belum Merata

Tangani Korban Bencana, PABI Akui Dokter Bedah Masih Terkendala Persebaran yang Belum Merata

Jogja | Senin, 28 September 2026 | 10:59 WIB

Kasus Lapas Cibinong Disorot, Pakar Dorong Pengawasan Nasional Diperketat

Kasus Lapas Cibinong Disorot, Pakar Dorong Pengawasan Nasional Diperketat

Jabar | Senin, 28 September 2026 | 10:55 WIB

Industri Tambang Tumbuh, Ekonomi Warga Kawasi Ikut Bergerak

Industri Tambang Tumbuh, Ekonomi Warga Kawasi Ikut Bergerak

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 10:54 WIB

Peluang Gantikan Kaesang Terbuka Lebar, IPO: Akan Berbeda jika Jokowi Sendiri yang Memimpin PSI

Peluang Gantikan Kaesang Terbuka Lebar, IPO: Akan Berbeda jika Jokowi Sendiri yang Memimpin PSI

News | Senin, 28 September 2026 | 10:52 WIB

Absolute Value of Romance: Tentang Seorang Remaja dan Halunya yang Kejauhan

Absolute Value of Romance: Tentang Seorang Remaja dan Halunya yang Kejauhan

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 10:51 WIB

Cara Cek NIK KTP Apakah Terdaftar Bansos September 2026, Bisa Lewat HP

Cara Cek NIK KTP Apakah Terdaftar Bansos September 2026, Bisa Lewat HP

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 10:49 WIB

×