- Polri membantah kabar penangkapan Syekh Ahmad Al Misry terkait kasus dugaan pelecehan seksual terhadap santri di Bogor.
- Tersangka SAM dipastikan masih berada di Mesir dan pihak otoritas setempat sedang melacak lokasi persembunyiannya tersebut.
- Polri telah menetapkan status tersangka terhadap SAM setelah melakukan gelar perkara atas kasus pelecehan seksual tersebut.
Suara.com - Polri membantah kabar yang menyebut pendakwah Syekh Ahmad Al Misry telah ditangkap dan dipulangkan ke Indonesia dalam kasus dugaan pelecehan seksual terhadap santri di Bogor.
Hingga kini, tersangka yang dikenal dengan inisial SAM itu dipastikan masih berada di Mesir dan keberadaannya masih dilacak otoritas setempat.
“Informasi tersebut tidak benar. Bahwa yang bersangkutan SAM masih berada di Mesir,” kata Sekretaris NCB Hubinter Polri, Brigjen Untung Widyatmoko, Rabu (13/5/2026).
Menurut Untung, koordinasi dengan otoritas Mesir masih terus dilakukan. Namun, hingga saat ini aparat setempat baru memberikan informasi melalui sambungan telepon dan masih mencari lokasi pasti keberadaan SAM.
“Jawaban hanya diberikan melalui telepon bahwa mereka (Otoritas Mesir) saat ini tengah mencari posisi pasti yang bersangkutan berada di Provinsi mana,” ujarnya.
![Syekh Ahmad Al Misry ditahan di Mesir? [YouTube/Kaks Production, Al Misry Official]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/25/20516-syekh-ahmad-al-misry-ditahan-di-mesir.jpg)
Sebelumnya, pendakwah tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelecehan seksual terhadap sejumlah santri di Bogor.
Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, menyebut penetapan status tersangka dilakukan setelah penyidik menggelar perkara.
“Berdasarkan pelaksanaan gelar perkara oleh penyidik, telah menetapkan saudara SAM sebagai tersangka,” kata Trunoyudo.
Di tengah proses hukum yang berjalan, Syekh Ahmad Al Misry sempat memberikan klarifikasi melalui akun Instagram pribadinya. Ia membantah kepergiannya ke Mesir sebagai upaya melarikan diri dari proses hukum.
SAM mengklaim dirinya berangkat ke Mesir pada pertengahan Maret 2026 untuk mendampingi ibunya yang sedang sakit dan menjalani operasi.