Warga Minta Anies Tidak Sekadar Janji soal KJP Plus

Senin, 14 November 2016 | 17:15 WIB
Warga Minta Anies Tidak Sekadar Janji soal KJP Plus
Calon Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 nomor urut tiga, Anies Baswedan berkampanye di Jalan teratai 7, RT 04 RW 04, Jembatan 5, Tambora, Jakarta Barat, Senin (14/11/2016). (suara.com/Dian Rosmala)

Suara.com - Calon Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 nomor urut tiga, Anies Baswedan berkampanye di Jalan teratai 7, RT 04 RW 04, Jembatan 5, Tambora, Jakarta Barat, Senin (14/11/2016). Seperti biasa, dia mengungkapkan janji-janjinya jika jadi gubernur.

Saat Anies tiba di lokasi sekitar pukul 15.40 Wib, warga setempat sudah berkumpul. Sebuah terop serta beberapa deret kursi pelastik dipersiapkan untuk kedatangan pasangan Sandiaga Uno.

Di hadapan warga, Anies dipersilahkan untuk menyampaikan visi-misinya. Setelah itu, warga pun juga dipersilahkan untuk menyampaikan aspirasinya.

Seorang ibu paruh baya mewakili majelis taklim setempat mengingatkan supaya Anies tidak sekedar menebar janji, terutama terkait Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus yang menjadi salah satu program unggulan pasangan yang diusung Partai Gerindra bersama PKS.

"Mengenai KJP Plus tadi pak. Kami harap setelah bapak terpilih jangan cuma janji pak. Masalah pendidikan itu memang penting, juga masalah kesejahteraan," kata Ibu itu.

Menanggapi hal itu, Anies mengatakan komitmen akan menjalankan semua program yang telah ia sampaikan kepada warga, khususnya di masa kampanye.

"Ini bukan sebatas janji buk. Akan kita realisasikan. Makanya saya tidak mau janji muluk-muluk. Saya cuma berikan janji yang bisa dilksanakn," kata Anies.

Anies kemudian mencontohkan soal penggusuran. Katanya, soal kebijakan kontroversi ini, ia tidak janji jika ia terpilih tidak akan ada penertiban.

"Makanya masalah gusur itu saya bilang masih mungkin ditertibakan. Tidak mungkin kalau ada yang bilang tidak ada penggusuran. Tapi dengan cara yang lebih manusiawi," ujar Anies.

Seorang ibu lainnya, mengeluhkan terkait kebijakan prusahaan yang selalu mencari-cari kesalahan karyawan agar bisa dipecat tanpa pesangon.

"Ini soal perusahaan-perusahaan besar pak. Itu mereka kalau mau ngeluarin karyawan, mereka cari-cari kesalahan karyawan supaya keluar tidak diberi pesangon. Jadi sengaja dibuat tidak nyaman," kata ibu itu.

Mendengar keluhan itu, Anies mengakui sering mendapati keluhan yang sama. Ia juga berjanji akan memperhatikan permsalahan tersebut.

"Memang banyak sekali sebetulnya kasus begitu buk. Nanti kami perhatikan supaya ada keadilan. Karena banyak yang sengaja dipersulit," kata Anies.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI