Kapolri Minta Kasus Ahok Jangan Dikaitkan Isu SARA

Ririn Indriani | Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Minggu, 20 November 2016 | 11:10 WIB
Kapolri Minta Kasus Ahok Jangan Dikaitkan Isu SARA
Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat menyambangi MUI.

Suara.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta masyarakat khususnya umat muslim tidak menghubung-hubungkan kasus dugaan penistaan agama yang menyeret nama Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ke persoalan suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA).

"Khusus mengenai permasalahan ini, kami minta benar dudukan jangan dikaitkan dengan masalah agama, ras dan suku yang bisa memecah belah bangsa kita," kata Tito dalam sambutannya di majelis taklim Ali bin Abdurrahman Alhabsy di Masjid Jami Al Riyadh, Kwitang, Jalan Kembang Raya, Jakarta Pusat, Minggu (20/11/2016).

Dia juga mengimbau kepada seluruh jemaah majelis taklim untuk tidak gampang terprovokasi dengan sejumlah isu yang bertujuan memecah belah keutuhan NKRI.

"Kami harus tampil dengan TNI dan masyaraat, NKRI nggak boleh pecah. Antara ras pun itulah saudara-saudara kita. Tidak perlu dikaitkan dengan agamanya, yang latarbelakangannya nasrani," kata Tito

Mantan Kapolda Metro Jaya itu juya memastikan jika kasus Ahok ini jangan dikaitkan dengan pemeluk agama lain selain Islam. Pasalnya, dia menilai jika kasus dugaan penistaan agama yang menetapkan Ahok sebagai tersangka merupakan masalah perorangan.

"Yang menjadi masalah kalau adanya karekter perorangannya yang menjadi masalah. Nah, kalau ini soal masalah karakter peroranganya itu adalah masalah hukum.

Dia juga berjanji akan mempercepat pelengkapan berkas perkara  Ahok sehingga nantinya bisa segera disidangkan di pengadilan.

"Sekarang kita harus duduk kembali ke masalah hukum. Jadi, masalah kasus penodaan kita akan proses," kata Tito.


Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kapolri Sambangi Majelis Taklim di Kwitang

Kapolri Sambangi Majelis Taklim di Kwitang

News | Minggu, 20 November 2016 | 09:21 WIB

Ahok Dilaporkan Kasus Demo Dibayar Rp500 Ribu, 2 Saksi Disiapkan

Ahok Dilaporkan Kasus Demo Dibayar Rp500 Ribu, 2 Saksi Disiapkan

News | Sabtu, 19 November 2016 | 00:07 WIB

Rizieq Minta Jokowi Dipanggil, Fahri Bilang Tak Bisa Sembarangan

Rizieq Minta Jokowi Dipanggil, Fahri Bilang Tak Bisa Sembarangan

News | Jum'at, 18 November 2016 | 21:40 WIB

Terkini

Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru

Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:24 WIB

Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni

Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:10 WIB

Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden

Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:42 WIB

Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO

Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:41 WIB

Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau

Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:35 WIB

Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja

Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:29 WIB

Gagah! Sapi Kurban 'Kelas Berat' 1 Ton Milik Prabowo Tiba di Masjid Istiqlal

Gagah! Sapi Kurban 'Kelas Berat' 1 Ton Milik Prabowo Tiba di Masjid Istiqlal

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:22 WIB

Siapa Prihatini Cs? Peneliti yang Diduga Tipu Pakar Dunia di Denmark Ternyata Bukan Dosen Lokal

Siapa Prihatini Cs? Peneliti yang Diduga Tipu Pakar Dunia di Denmark Ternyata Bukan Dosen Lokal

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:10 WIB

Skandal Riset Palsu Demi Travel Grant, UNY Benarkan Rivaldy dan Prihantini Adalah Alumni

Skandal Riset Palsu Demi Travel Grant, UNY Benarkan Rivaldy dan Prihantini Adalah Alumni

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 20:59 WIB

Pemkab Mojokerto Kucurkan Dana Rp7,5 Miliar untuk Insentif 6 Ribu Guru TPQ

Pemkab Mojokerto Kucurkan Dana Rp7,5 Miliar untuk Insentif 6 Ribu Guru TPQ

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 20:52 WIB