Polisi: Pengamanan Demo 2 Desember Sama Seperti 4 November

Ardi Mandiri, Agung Sandy Lesmana

Minggu, 20 November 2016 | 18:53 WIB
Polisi: Pengamanan Demo 2 Desember Sama Seperti 4 November
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar [suara.com/Welly Hidayat]

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan pola pengamanan yang akan diterapkan untuk mengawal rencana aksi demonstrasi 2 Desember tidak akan berubah. Menurutnya jumlah personel kepolisian yang disiapkan masih sama dengan aksi demo 4 November yakni sebanyak 18 ribu personel.

"Jumlahnya masih yang kemarin, tidak berubah. Kalau kemarin kan 18 ribu, itu masih yang tetap personelnya. Jadi rencana pengamanannya, pola pengamanannya tetap seperti yang kemarin, yang terpenting kooperatif para koordinator lapangan kooperatif," kata Boy di Masjid Jami Al Riyadh di Kwitang, Jakarta Pusat, Minggu (20/11/2016).

Dia mengatakan pengamanan tersebut ditujukan sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat yang ingin menyuarakan aspirasinya di depan punlik

"Tujuan kita baik, tujuan mengekspresikan pendapat, tujuan mengamankan itu adalah bentuk pelayanan kami. Jadi semuanya diharapkan saling hormat menghormati. Sehingga tujuan utama penyampaian aspirasi tercapai dan upaya kepolisian dalam rangka menjamin keamanan juga tercapai jadi sama-sama kita laksanakan," kata dia.

Mantan Kapolda Banten tersebut juga meminta agar koordinator aksi bisa terus berkoordinasi dengan petugas di lapangan untuk mengantisipasi demo 4 November yang berujung ricuh.

"Jadi kami harap nanti bisa saling pengertian antara korlap dengan petugas di lapangan. Dan rencana pengamanan tetap pola-pola yang kemarin, persuasif, dengan komunikasi dengan koordinator di lapangan, mengutamakan pencegahan," katanya.

"Pengalaman yang kemarin adanya upaya merusak unjuk rasa damai ini yamg harus kita waspadai, jangan sampai peristiwa-peristiwa kemarin ada pihak-pihak yang sengaja memprovokasi, menyerang petugas," sambung Boy.

Dia juga mengimbau para peserta aksi tidak menggunakan jalan-jalan protokol selama aksi unjuk rasa tersebut dilakukan. Hal itu diminta agar aksi demo tidak mengganggu kegiatan masyatakat lainnya.

"Berkaitan dengan aktivitas nanti, apabila menggunakan jalan-jalan protokol, seperti jalan Thamrin, Jenderal Sudirman itu adalah jalan urat nadi ibukota jakarta, merupakan pusat pemerintahan dan aktivitas masyarakat, baik domestik maupun internasional oleh karena itu mohon tidak mengganggu ketertiban umum berkaitan dengan aktivitas masyarakat kita," kata Boy.

Gerakan 2 Desember disebut-sebut merupakan aksi lanjutan yang digelar sejumlah ormas keagamaan yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia. Mereka belum puas dengan status Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dinaikan menjadi tersangka kasus dugaan penistaan agama. Sejumlah ormas yaag tergabung dalam GNPF MUI itu menuntut pemerintah dan pihak kepolisian untuk segara menahan Ahok.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Habib Rizieq Masih Ngarep Diundang Jokowi ke Istana

Habib Rizieq Masih Ngarep Diundang Jokowi ke Istana

News | Jum'at, 18 November 2016 | 14:22 WIB

Terkini

Kusutnya Timnas India Calon Lawan Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Kusutnya Timnas India Calon Lawan Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 13:48 WIB

Ekshumasi Jasad Sutrimo Digelar 12 Agustus, Kasus Naik ke Penyidikan Dugaan Pembunuhan

Ekshumasi Jasad Sutrimo Digelar 12 Agustus, Kasus Naik ke Penyidikan Dugaan Pembunuhan

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 13:47 WIB

Di Tangan Nyoman Nadiana, Tradisi Garam Desa Les Terus Hidup dan Lekat dengan Masyarakat

Di Tangan Nyoman Nadiana, Tradisi Garam Desa Les Terus Hidup dan Lekat dengan Masyarakat

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 13:46 WIB

432 Saksi di Kasus Haji, Pengacara: Tak Ada yang Bilang Gus Yaqut Terima Aliran Uang

432 Saksi di Kasus Haji, Pengacara: Tak Ada yang Bilang Gus Yaqut Terima Aliran Uang

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 13:45 WIB

Petani Jateng Mulai Beralih ke Pompa Tenaga Surya, Hemat Biaya Produksi

Petani Jateng Mulai Beralih ke Pompa Tenaga Surya, Hemat Biaya Produksi

Jawa Tengah | Senin, 10 Agustus 2026 | 13:44 WIB

6 Rekomendasi Serum Penumbuh Rambut yang Cocok untuk Rambut Rontok Parah

6 Rekomendasi Serum Penumbuh Rambut yang Cocok untuk Rambut Rontok Parah

Lifestyle | Senin, 10 Agustus 2026 | 13:42 WIB

Persija Dapat Pesaing Berat, Klub Liga Champions Juga Minati Justin Hubner

Persija Dapat Pesaing Berat, Klub Liga Champions Juga Minati Justin Hubner

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 13:38 WIB

Gus Yaqut Ingin Seluruh Kuota Tambahan Haji 2023 untuk Reguler, tapi Ditolak DPR

Gus Yaqut Ingin Seluruh Kuota Tambahan Haji 2023 untuk Reguler, tapi Ditolak DPR

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 13:36 WIB

Presiden Asosiasi Pilot Malaysia: Saya Sangat Malu Ada Pilot Selundupkan Narkoba ke Indonesia

Presiden Asosiasi Pilot Malaysia: Saya Sangat Malu Ada Pilot Selundupkan Narkoba ke Indonesia

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 13:36 WIB

Kasus Korupsi MBG Makin Melebar, Kejagung Periksa 16 Saksi dari BGN hingga Swasta

Kasus Korupsi MBG Makin Melebar, Kejagung Periksa 16 Saksi dari BGN hingga Swasta

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 13:33 WIB

×