Kemen PUPR Rencanakan Bangun Metropolitan Baru Palembang Raya

Fabiola Febrinastri

Senin, 21 November 2016 | 00:01 WIB
Kemen PUPR Rencanakan Bangun Metropolitan Baru Palembang Raya
Kepala BPIW Kementerian PUPR, Rido Matari Ichwan, saat memberi kata sambutan pada Seminar Pengembangan Metropolitan Palembang Raya, di Aula Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya, di Palembang, Selasa (15/11/2016). (dok: Kementerian PUPR)

Suara.com - Metropolitan Baru Palembang Raya merupakan salah satu kawasan yang ditetapkan dalam RPJMN 2015-2019.  Kawasan metropolitan baru tersebut mencakup Kota Palembang sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN), sebagian Kabupaten Banyuasin, sebagian Kabupaten Ogan Ilir, dan sebagian Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Ir  Rido Matari Ichwan, MCP mengatakan, salah satu bentuk dukungan yang dilakukan BPIW adalah melakukan perencanaan pengembangan infrastruktur PUPR terpadu di kawasan metropolitan baru tersebut.

Untuk itu BPIW akan membuat masterplan pengembangan Metropolitan Baru Palembang Raya, yang dilengkapi dengan program pembangunan infrastruktur sebagai acuan dalam pengembangan infrastruktur PUPR.

Hal itu disampaikan Rido, saat pelaksanaan Seminar Pengembangan Metropolitan Palembang Raya, di Aula Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya, di Palembang, Selasa (15/11/2016).

Menurut Rido,  seminar tersebut digelar untuk menjaring aspirasi, menyerap rekomendasi kajian, studi, dan mengakomodasi masukan dari praktisi dan akademisi perencanaan perkotaan.
 
“Total penduduk Kawasan Metropolitan Palembang Raya ini mencapai 3,5 juta jiwa pada tahun 2015, dan ini menjadi kekuatan besar untuk tersedianya sarana perkotaan yang memadai. Kota Palembang menjadi kota inti dari kota-kota sekitarnya. Untuk itu, dalam seminar ini diperlukan masukan dari berbagai kalangan, misalnya apakah perlu tata ruang khusus bagi Kota Palembang,” tutur Rido.  

Palembang Berperan Sebagai Kota Inti Pusat Perdagangan
Lebih lanjut ia menjelaskan, konsep pengembangan Metropolitan Palembang Raya menitikberatkan pada pengembangan dua kota inti dengan fungsi yang berbeda, dimana Tanjung Api-api sebagai pengembangan industri dan Kota Palembang sebagai pengembangan perdagangan dan jasa.

Kemudian ada pengembangan kota-kota satelit yang mandiri dengan fungsi berbeda-beda. Kota Palembang berperan sebagai kota inti yang merupakan pusat perdagangan dan Jasa Skala Nasional.

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-api sebagai Kota Satelit I, merupakan pusat industri pengolahan. Perkotaan Indralaya dan Kayu Agung sebagai Kota Satelit II, merupakan pusat perdagangan dan Jasa Skala Kabupaten.

Kawasan Jakabaring, Talang Kelapa, dan Kota Terpadu Mandiri (KTM) Telang sebagai kawasan pendukung metropolitan dalam penyediaan perumahan. Kawasan Kertapati sebagai kawasan penghubung inter atau intra Metropolitan Palembang.

Dalam pengembangan Metropolitan Palembang Raya, menurut Rido, dilakukan dengan pendekatan Wilayah Pengembangan Strategis (WPS), yakni WPS 5 Jambi-Palembang-Bangka Belitung dan WPS 6 Merak-Bakauheni-Bandar Lampung-Palembang-Tanjung Api-api.  

“Jadi kita membangun infrastruktur seperti jalan tol,  penyediaan perumahan yang layak huni, penataan  kawasan kumuh, penyediaan air bersih dan sanitasi,” ungkapnya.

Kegiatan yang diadakan Pusat Pengembangan Kawasan Perkotaan BPIW ini juga menghadirkan beberapa narasumber, seperti mantan Wali Kota Palembang, Eddy Santana Putra, dan Ibnu Syabri dari SAPPK ITB. Selain itu narasumber dari Universitas Sriwijaya, Erika Buchori, DR Dinar DAP, Eddy Ganefo, dan Hardayani Haruno,  Erika Buchori dari Universitas Sriwijaya.

Hadir juga dalam acara tersebut para perwakilan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Palembang Raya, Pemerintah Kota Palembang, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir, Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir dan Pemerintah Kabupaten Banyuasin Ogan Komerin Ilir, Kamar Dagang Indonesia (KADIN), Realestate Indonesia (REI), Ikatan Ahli Perencana (IAP) Indonesia, dan Ikatan Ahli Arsitek (IAI).

Seminar tersebut juga diisi dengan sambutan dari Staf Ahli Gubernur Sumsel Bidang Pembangunan, Ucok Hidayat dan Dekan Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya, Subriyer Nasir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Daftar Proyek Strategis Nasional Jokowi yang Tidak Rampung di 2024

Daftar Proyek Strategis Nasional Jokowi yang Tidak Rampung di 2024

News | Kamis, 27 Juli 2023 | 18:18 WIB

Hobi Fotografi? Yuk Ikutan Lomba Foto Gratis BPJT Kementerian PUPR yang Berhadiah Jutaan Rupiah

Hobi Fotografi? Yuk Ikutan Lomba Foto Gratis BPJT Kementerian PUPR yang Berhadiah Jutaan Rupiah

News | Sabtu, 03 Juni 2023 | 14:51 WIB

Bikin Iri Pengangguran, Deretan Kucing Ini Diangkat Jadi Pegawai Instansi

Bikin Iri Pengangguran, Deretan Kucing Ini Diangkat Jadi Pegawai Instansi

Lifestyle | Sabtu, 07 Januari 2023 | 17:43 WIB

Kementerian PUPR Tinjau Lima Rusun Proyek Strategis Pemerintah, Sudah Ada yang 91 Persen

Kementerian PUPR Tinjau Lima Rusun Proyek Strategis Pemerintah, Sudah Ada yang 91 Persen

Bisnis | Jum'at, 22 Juli 2022 | 16:18 WIB

PUPR Sebut Hunian Vertikal Jadi Pilihan Rasional Ditengah Lahan Kota yang Sempit

PUPR Sebut Hunian Vertikal Jadi Pilihan Rasional Ditengah Lahan Kota yang Sempit

Bisnis | Jum'at, 24 Juni 2022 | 17:44 WIB

Terkini

Predator di Balik Tembok Pesantren: Mengapa Kasus Kekerasan Seksual Sulit Diungkap?

Predator di Balik Tembok Pesantren: Mengapa Kasus Kekerasan Seksual Sulit Diungkap?

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 07:00 WIB

Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila

Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:55 WIB

3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo

3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 19:29 WIB

Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa

Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:45 WIB

Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya

Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:19 WIB

Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara

Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:53 WIB

Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif

Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:44 WIB

Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?

Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:35 WIB

Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT

Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:10 WIB

Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi

Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:05 WIB