Kabupaten Lebak Waspada Gigitan Ular Berbisa

Tomi Tresnady

Sabtu, 17 Desember 2016 | 03:43 WIB
Kabupaten Lebak Waspada Gigitan Ular Berbisa
Ilustrasi tangan seseorang digigit ular. [shutterstock]

Suara.com -  Warga Kabupaten Lebak diminta mewaspadai gigitan ular berbisa sehubungan curah hujan di daerah itu cenderung meningkat.

"Peringatan kewaspadaan guna menghindari korban gigitan ular berbisa," kata Kabid Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak dr Firman Rachmatullah di Lebak, seperti dilaporkan Antara Sabtu (17/12/2016).



Selama ini, intensitas curah hujan di Lebak cenderung meningkat dengan kapasitas ringan dan sedang.

Biasanya, musim hujan tersebut ular tanah (Ankistrodon rhodostoma) berkeliaran di ruas jalan, kebun, permukiman warga dan di bawah pohon yang suhunya dingin.

Populasi ular berbisa di Kabupaten Lebak tersebar di 28 kecamatan dan sangat mematikan jika mengalami keterlambatan mendapat pertolongan medis.

"Kami minta warga waspada terhadap gigitan ular berbisa itu," katanya.

Ia mengatakan, saat ini warga yang menjadi korban gigitan ular berbisa dapat diselamatkan jiwanya jika cepat ditangani medis.

Sebab saat ini sudah terpenuhi obat-obatan anti serum tersebut.

Selama ini, populasi ular berbisa di Lebak masih banyak karena habitatnya di hutan-hutan belukar juga di halaman rumah.

Ia menginstruksikan petugas medis di Puskesmas agar mewaspadai gigitan ular berbisa.

Pengalaman tahun-tahun lalu gigitan ular berbisa muncul pada musim hujan karena binatang melata itu keluar dari lubang untuk mencari perlindungan.

"Kami menjamin semua obat anti bisa ular (ABU) di Puskesmas-Puskesmas mencukupi," katanya.

Kepala Puskesmas Cipanas Kabupaten Lebak Supriatna mengatakan saat ini korban gigitan ular berbisa di wilayahnya cukup tinggi hingga mencapai 50 kasus.

Sebagian besar warga korban ular berbisa itu digigit setelah membersihkan semak belukar di ladang-ladang yang menjadikan sumber penghasilan ekonomi warga.

"Kami minta jika warga pergi ke ladang sebaiknya menggunakan sepatu karet atau sepatu bot untuk menghindari gigitan ular berbisa itu," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mengapa Lelaki Ini Menikahi Ular Kobra?

Mengapa Lelaki Ini Menikahi Ular Kobra?

Lifestyle | Kamis, 17 November 2016 | 11:59 WIB

Horor! Ular Bergelantungan di Bagasi Kabin Pesawat Meksiko

Horor! Ular Bergelantungan di Bagasi Kabin Pesawat Meksiko

Lifestyle | Selasa, 08 November 2016 | 07:44 WIB

Bisa Ular Langka Ini Jadi Pereda Nyeri Lebih Baik dari Opium

Bisa Ular Langka Ini Jadi Pereda Nyeri Lebih Baik dari Opium

Health | Rabu, 02 November 2016 | 09:54 WIB

Lelaki Ini Tak Mati Oleh Bisa Ular Kobra, Hanya Teler Sedikit

Lelaki Ini Tak Mati Oleh Bisa Ular Kobra, Hanya Teler Sedikit

News | Kamis, 29 September 2016 | 15:20 WIB

Polisi Pastikan Irma Bule Tewas karena Digigit Ular King Kobra

Polisi Pastikan Irma Bule Tewas karena Digigit Ular King Kobra

Entertainment | Sabtu, 16 April 2016 | 19:51 WIB

Sanca Terpanjang di Dunia Ditangkap di Malaysia, Langsung Mati

Sanca Terpanjang di Dunia Ditangkap di Malaysia, Langsung Mati

Tekno | Selasa, 12 April 2016 | 05:13 WIB

Terkini

Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat

Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:38 WIB

Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional

Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:30 WIB

4 Pesona Surgawi Bhutan, Ada Proyek Pembangunan 108 Stupa dalam Sehari yang Bikin Takjub!

4 Pesona Surgawi Bhutan, Ada Proyek Pembangunan 108 Stupa dalam Sehari yang Bikin Takjub!

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:28 WIB

Kiprah Heyzer Harsono, Sosok di Balik Samator Indo Gas dan Voli Nasional

Kiprah Heyzer Harsono, Sosok di Balik Samator Indo Gas dan Voli Nasional

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:26 WIB

10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha

10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Urutan Skincare Pasca Pico Laser agar Flek Hitam Tidak Menghitam Lagi

Urutan Skincare Pasca Pico Laser agar Flek Hitam Tidak Menghitam Lagi

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya

Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:19 WIB

Sisi Gelap Solo Traveling yang Gak Ada di Algoritma Instagram, Perempuan Wajib Tahu!

Sisi Gelap Solo Traveling yang Gak Ada di Algoritma Instagram, Perempuan Wajib Tahu!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:17 WIB

Hujan Mulai Turun, Ahmad Luthfi Optimis Target Produksi Padi Jateng 2026 Tercapai

Hujan Mulai Turun, Ahmad Luthfi Optimis Target Produksi Padi Jateng 2026 Tercapai

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:10 WIB

Menguak Andil Manusia, Benarkah Kepunahan Keenam akan Segera Tiba?

Menguak Andil Manusia, Benarkah Kepunahan Keenam akan Segera Tiba?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:10 WIB

×