Ekonomi Indonesia Tumbuh 5-6 Persen, Tapi Puluhan Juta Warga Masih Rentan Miskin

Vania Rossa, Hiskia Andika Weadcaksana

Senin, 14 September 2026 | 12:42 WIB
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5-6 Persen, Tapi Puluhan Juta Warga Masih Rentan Miskin
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Dosen FEB UGM Wisnu Nugroho menyatakan pertumbuhan ekonomi 5 hingga 6 persen belum menjamin pemerataan kesejahteraan masyarakat pada Maret 2026.
  • Dominasi sektor informal mencapai 59 persen menyebabkan puluhan juta warga Indonesia tetap berada dalam kelompok ekonomi rentan dan berisiko miskin.
  • Pemerintah didesak mengalihkan prioritas pada penciptaan lapangan kerja formal berkualitas demi mencegah warga jatuh kembali ke jurang kemiskinan.

Suara.com - Pertumbuhan ekonomi nasional di kisaran 5 hingga 6 persen dinilai belum dapat menjamin kesejahteraan masyarakat secara merata. 

Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), Wisnu Nugroho, membeberkan bahwa di balik angka pertumbuhan tersebut masih ada puluhan juta warga Indonesia justru tertahan pada kelompok rentan yang terancam jatuh miskin sewaktu-waktu.

Pernyataan ini sekaligus merespons riuhnya perdebatan publik terkait perbedaan tajam data kemiskinan antara Bank Dunia yang mencatat 64,2 persen dan BPS sebesar 8,07 persen per Maret 2026. 

Perbedaan tersebut dipicu penggunaan standar garis kemiskinan negara berpendapatan menengah atas (Upper Middle-Income Country/UMIC) oleh Bank Dunia sebesar 8,3 dolar AS per hari.

"Sehingga sulit sekali apabila kita katakan ini adalah perbandingan yang sama," kata Wisnu dikutip, Senin (14/9/2026).

Perbedaan yang sangat lebar antara garis kemiskinan nasional dan internasional ini membuka tabir struktur perekonomian Indonesia yang sebenarnya. 

Secara statistik nasional puluhan juta warga memang berada di atas garis kemiskinan BPS. Berdasarkan garis kemiskinan nasional, tingkat kemiskinan Indonesia pada Maret 2026 tercatat sebesar 8,07 persen atau setara 22,93 juta orang.

Namun posisi ekonomi mereka itu masih sangat rapuh dan berisiko tinggi jatuh kembali ke jurang kemiskinan. Terlebih ketika dihadapkan pada pemutusan hubungan kerja, lonjakan harga barang, atau penurunan pendapatan.

Kenyataan ini, kata Wisnu, membuktikan bahwa manfaat dari pertumbuhan ekonomi 5 hingga 6 persen tidak terdistribusi secara seimbang antar-kelompok masyarakat. 

baca juga

Hal itu tecermin dari data BPS yang mencatat kenaikan rasio Gini dari 0,363 pada September 2025 menjadi 0,368 pada Maret 2026, dengan peningkatan ketimpangan paling tinggi terjadi di area perkotaan.

"Jadi ketimpangan membesar melalui pertumbuhan, sehingga kemudian angka kemiskinan juga turun, tapi pembagiannya cenderung tidak merata, terutama di kota-kota," ungkapnya.

Faktor utama yang menahan puluhan juta warga berada dalam kerentanan adalah tingginya dominasi penyerapan tenaga kerja di sektor informal yang mencapai 59 persen. 

Meski angka pengangguran dilaporkan menurun, pekerjaan informal tidak mampu memberikan kepastian pendapatan, jejaring perlindungan sosial, maupun jaminan jaminan masa depan.

"Masalahnya, pekerjaan-pekerjaan seperti ini (informal) tidak memberikan sustainability atau keberlanjutan yang cukup. Pendapatan tidak pasti, tidak dapat jaminan sosial, tidak ada jenjang karir, dan tidak ada perlindungan ketika terjadi guncangan," ujarnya.

Di sisi lain, kelemahan indikator pendapatan per kapita dan garis kemiskinan internasional juga dinilai kerap mengabaikan sebaran pendapatan riil serta kondisi lokal masyarakat. Penggunaan rata-rata nasional sering kali menutupi kenyataan bahwa hasil pertumbuhan ekonomi sejatinya hanya dinikmati oleh sebagian kecil kelompok yang memiliki akses modal dan jaringan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pertumbuhan Ekonomi RI Diproyeksi Capai 5,2% pada 2026

Pertumbuhan Ekonomi RI Diproyeksi Capai 5,2% pada 2026

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:33 WIB

Tumbuh 7,28 Persen, Ekonomi Batam Melesat Lampaui Angka Nasional

Tumbuh 7,28 Persen, Ekonomi Batam Melesat Lampaui Angka Nasional

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:30 WIB

Sentil Isu Sensitif, Mahfud MD Ingatkan Pesan Prabowo Soal Masa Depan Bangsa

Sentil Isu Sensitif, Mahfud MD Ingatkan Pesan Prabowo Soal Masa Depan Bangsa

Video | Sabtu, 12 September 2026 | 10:08 WIB

Terkini

Di Mana Letak Dapur yang Baik Menurut Feng Shui? Begini Posisi yang Disarankan

Di Mana Letak Dapur yang Baik Menurut Feng Shui? Begini Posisi yang Disarankan

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 12:40 WIB

Dituding Lakukan Pelecehan, Betrand Peto Beberkan Versinya: Saya Tanya Kenapa Dia Nangis

Dituding Lakukan Pelecehan, Betrand Peto Beberkan Versinya: Saya Tanya Kenapa Dia Nangis

Entertainment | Senin, 14 September 2026 | 12:38 WIB

7 Perbedaan Campuran Homogen dan Heterogen yang Mudah Dipahami

7 Perbedaan Campuran Homogen dan Heterogen yang Mudah Dipahami

Tekno | Senin, 14 September 2026 | 12:35 WIB

Kontradiksi Gaya Komunikasi Prabowo: Singa Domestik, Kucing Imut di Panggung Internasional?

Kontradiksi Gaya Komunikasi Prabowo: Singa Domestik, Kucing Imut di Panggung Internasional?

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 12:34 WIB

Di Era AI dan Digital, Mengapa Belajar Filsafat Justru Semakin Penting?

Di Era AI dan Digital, Mengapa Belajar Filsafat Justru Semakin Penting?

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 12:32 WIB

Menggila di MV Lagu Checkmate! ENHYPEN Unjuk Semangat Pantang Menyerah

Menggila di MV Lagu Checkmate! ENHYPEN Unjuk Semangat Pantang Menyerah

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 12:29 WIB

Penembakan 3 ASN Jayawijaya, Komnas HAM: Tuduhan Intelijen Bukan Alasan Merampas Nyawa

Penembakan 3 ASN Jayawijaya, Komnas HAM: Tuduhan Intelijen Bukan Alasan Merampas Nyawa

News | Senin, 14 September 2026 | 12:24 WIB

Cara Membedakan Garis Berat dan Garis Tinggi pada Segitiga Sama Kaki

Cara Membedakan Garis Berat dan Garis Tinggi pada Segitiga Sama Kaki

Tekno | Senin, 14 September 2026 | 12:24 WIB

Rekomendasi Air Mawar Tanpa Alkohol, Jaga Kelembapan dan Kesegaran Kulit Bebas Iritasi

Rekomendasi Air Mawar Tanpa Alkohol, Jaga Kelembapan dan Kesegaran Kulit Bebas Iritasi

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 12:23 WIB

Betrand Peto Bantah Tudingan Dugaan Pelecehan, Akui Ada Adegan Jambak-jambakan

Betrand Peto Bantah Tudingan Dugaan Pelecehan, Akui Ada Adegan Jambak-jambakan

Entertainment | Senin, 14 September 2026 | 12:23 WIB

×