Mualaf Asal Italia Dipenjara 9 Tahun karena Bantu ISIS

Ririn Indriani | Suara.com

Rabu, 21 Desember 2016 | 03:15 WIB
Mualaf Asal Italia Dipenjara 9 Tahun karena Bantu ISIS
Ilustrasi penjara (Shutterstocks)

Suara.com - Perempuan mualaf asal Italia, yang pergi ke Suriah dua tahun lalu untuk mendukung ISIS, dinyatakan bersalah oleh pengadilan dan dijatuhi hukuman sembilan tahun penjara untuk perkara terorisme, kata keputusan sidang.

Terdakwa itu tidak hadir dalam pembacaan amar tersebut.

Maria Giulia Sergio (29) menjadi mualaf pada 2007. Ia pindah ke Suriah pada 2014 bersama suaminya, yang lahir di Albania.

Perempuan itu kemudian membujuk orangtua dan saudara perempuannya mengikuti jejak jihad, yang dinyatakan dilakukan ISIS.

"Ayah, kalau perlu jambak ibu untuk ke sini. Ia tidak memiliki hak berpendapat," katanya lewat telepon, yang disadap polisi.

"Saya tidak sabar mati sebagai syuhada," katanya dengan menunjukkan kemungkinan jihad akan dijalankan di Roma pada suatu hari nanti.

Orangtua dan kakaknya mulai menjual seluruh harta untuk pindah ke Suriah. Namun, mereka ditahan pada 2015 dan dicegah meninggalkan Italia.

Maria Giulia dinyatakan bersalah karena terlibat jaringan terorisme internasional, serta membantu perjalanan untuk kepentingan teror.

Ayahnya divonis empat tahun penjara, Senin (19/12/2016) waktu setempat, karena membantu teroris. Sementara itu, saudara perempuannya divonis lima tahun empat bulan penjara.

Sedangkan ibunya tewas karena serangan jantung tak lama setelah ditangkap pada 2015.

Suami Maria Giulia, Aldo Kobuzi turut divonis 10 tahun penjara. Ia diyakini masih berada di Suriah bersama istrinya. Namun tak ada informasi dari pasangan itu selama lebih dari satu tahun.

Pengadilan belum lama ini memvonis seorang perempuan asal Kanada, Bushra Haik sembilan tahun penjara karena terbukti merekrut warga untuk menjadi teroris. Salah satu di antaranya adalah Maria Giulia.

Perempuan itu juga tidak hadir dalam pembacaan vonis mengingat keberadaannya saat ini belum diketahui.

Pengacara ayah Giulia terdakwa mengaku akan mengajukan banding. Pasalnya, ia tidak ingin bergabung dengan ISIS, melainkan hanya berupaya menyatukan kembali keluarganya.

Maria Giulia lahir dari keluarga yang menganut kristen katolik di Italia Selatan. Ia pindah di wilayah Utara yang lebih makmur dan mengubah namanya menjadi Fatima az Zahra setelah menjadi mualaf.

Media Italia melaporkan ia menjadi fanatik dan menikah dengan Kobuzi pada 2014. Lelaki itu dikabarkan tidak begitu akrab dengan Giulia.

Pernikahan itu dilakukan demi membantu perjalanannya ke Suriah, serta untuk menghindari nikah paksa setibanya di sana.

Ia membela aksi ISIS dalam wawancara via Skype dengan koran Corriere della Sera pada 2015.

"Kami membunuh atas nama Allah. Hal itu dilakukan atas dasar hukum syariah," katanya seperti dikutip koran tersebut.

Ia digambarkan sebagai "pejuang asing" di pengadilan, serta dijuluki "Perempuan Jihad" oleh media Italia.

Jaksa menyebut ia tidak dibolehkan berperang di garis depan. Namun, rekaman sadapan telepon menunjukkan Giulia belajar menggunakan senjata, bahkan berulang kali menyatakan keinginan berperang. (Antara/Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tujuh Anggota ISIS Pelaku Pembunuhan Pria Jepang Didakwa

Tujuh Anggota ISIS Pelaku Pembunuhan Pria Jepang Didakwa

News | Selasa, 15 November 2016 | 22:46 WIB

Video Bocah 10 Tahun ISIS Eksekusi Tahanan Tersebar

Video Bocah 10 Tahun ISIS Eksekusi Tahanan Tersebar

News | Selasa, 20 September 2016 | 19:01 WIB

Eksekusi Mati Puluhan Anggota ISIS Disaksikan Keluarga Korban

Eksekusi Mati Puluhan Anggota ISIS Disaksikan Keluarga Korban

News | Selasa, 23 Agustus 2016 | 05:54 WIB

Terkini

Geledah Rumah Bupati Tulungagung dan Ajudannya, KPK Temukan Dokumen Alat Tekan

Geledah Rumah Bupati Tulungagung dan Ajudannya, KPK Temukan Dokumen Alat Tekan

News | Jum'at, 17 April 2026 | 13:54 WIB

Iran Tuntut Keadilan Dunia Atas Pembunuhan Pejabat Akibat Serangan Militer Israel

Iran Tuntut Keadilan Dunia Atas Pembunuhan Pejabat Akibat Serangan Militer Israel

News | Jum'at, 17 April 2026 | 13:45 WIB

Kelola Selat Hormuz, Iran Proyeksikan Pendapatan Hingga Rp258 Triliun

Kelola Selat Hormuz, Iran Proyeksikan Pendapatan Hingga Rp258 Triliun

News | Jum'at, 17 April 2026 | 13:43 WIB

Tak Ingin Publik Curiga, TB Hasanuddin 'Wanti-wanti' Sidang Militer Kasus Andrie Yunus Harus Terbuka

Tak Ingin Publik Curiga, TB Hasanuddin 'Wanti-wanti' Sidang Militer Kasus Andrie Yunus Harus Terbuka

News | Jum'at, 17 April 2026 | 13:38 WIB

Kawal Kasus di UI, Menteri Brian Tegaskan Tak Ada Toleransi bagi Pelaku Pelecehan Seksual

Kawal Kasus di UI, Menteri Brian Tegaskan Tak Ada Toleransi bagi Pelaku Pelecehan Seksual

News | Jum'at, 17 April 2026 | 13:25 WIB

Kisi-kisi Negosiasi AS - Iran di Pakistan Putaran Kedua

Kisi-kisi Negosiasi AS - Iran di Pakistan Putaran Kedua

News | Jum'at, 17 April 2026 | 13:17 WIB

Tak Lagi Gratis, Pemprov DKI Bakal Atur Ulang Skema Pajak Kendaraan Listrik

Tak Lagi Gratis, Pemprov DKI Bakal Atur Ulang Skema Pajak Kendaraan Listrik

News | Jum'at, 17 April 2026 | 13:07 WIB

Ikan Sapu-Sapu Jakarta Bisa Pupuk Organik, KKP Ingatkan Bahaya Jika Dikonsumsi

Ikan Sapu-Sapu Jakarta Bisa Pupuk Organik, KKP Ingatkan Bahaya Jika Dikonsumsi

News | Jum'at, 17 April 2026 | 12:32 WIB

Wamenkomdigi: Generative AI Bikin Lansia Bingung, Konten Rekayasa Wajib Watermark

Wamenkomdigi: Generative AI Bikin Lansia Bingung, Konten Rekayasa Wajib Watermark

News | Jum'at, 17 April 2026 | 12:25 WIB

Pemerintah AS Kaji Ulang Aturan Daur Ulang Plastik, Lingkungan Terancam?

Pemerintah AS Kaji Ulang Aturan Daur Ulang Plastik, Lingkungan Terancam?

News | Jum'at, 17 April 2026 | 12:20 WIB