Eksekusi Mati Puluhan Anggota ISIS Disaksikan Keluarga Korban

Dythia Novianty

Selasa, 23 Agustus 2016 | 05:54 WIB
Eksekusi Mati Puluhan Anggota ISIS Disaksikan Keluarga Korban
Para pelaku pembantaian 1.700 calon tentara Iraq dihukum gantung. [Dailymail]

Suara.com - Puluhan fanatik ISIS terlibat dalam pembantaian 1.700 calon tentara Irak telah digantung di depan kerabat korban mereka. 36 pelaku telah ditentukan bersalah karena terlibat dalam Pembantaian Speicher, berlokasi dekat Tikrit di Irak.

Para korban diketahui diculik lalu kemudian dibantai oleh para kawanan teroris. Para pejabat mengatakan, kerabat dari beberapa korban pembantaian menghadiri proses hukuman gantung di penjara Nasiriyah.

ISIS menangkap sekitar 1.700 tentara setelah merebut kota asal Saddam Hussein, Tikrit pada tahun 2014. Para prajurit mencoba melarikan diri dari dekat Camp Speicher, bekas pangkalan AS di luar kota utara.

Tak lama setelah mengambil Tikrit, ISIS memosting gambar grafis dari orang-orang bersenjata, menembak mati orang-orang setelah memaksa mereka berbaring telungkup di parit yang dangkal.

Pembantaian Speicher memicu kemarahan di seluruh Irak dan sebagian mendorong dilakukannya mobilisasi milisi Syiah memerangi ISIS, sebuah kelompok ekstremis Sunni. Milisi sekarang menyaingi kekuatan angkatan bersenjata konvensional Irak.

Pasukan Irak menangkap puluhan orang yang diduga terkait dengan pembantaian setelah merebut kembali Tikrit pada tahun 2015 dengan bantuan serangan udara pimpinan AS. Puluhan terdakwa kemudian dieksekusi pada hari Minggu, berdasarkan hasil persidangan pengadilan Irak awal tahun ini.

Setelah kematian lebih dari 300 orang dalam serangan bom sebagai salah satu peristiwa terburuk, saat menyerang Baghdad bulan lalu, Perdana Menteri Haider al-Abadi mengatakan, ia ingin mempercepat pelaksanaan hukuman mati narapidana dalam kasus-kasus terorisme.

Seorang gubernur Dhiqar mengkonfirmasikan kepada AFP bahwa eksekusi dilakukan dengan menggantung. Juru bicaranya mengatakan bahwa sekitar 400 korban Pembantaian Speicher berasal dari provinsi Dhiqar, yang didominasi Syiah dan berlokasi di selatan Irak.

Para keluarga korban pembantaian merasa puas dengan hukuman yang diberikan pada semua pelaku.

"Terima kasih Tuhan, itu adalah hukuman yang adil untuk kejahatan terburuk, kejahatan tiga pembunuhan, membuang mayat di sungai dan mengubur orang hidup-hidup," katanya kepada AFP melalui telepon. (Dailymail)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Semula Hanya Jadi OB, Anggota ISIS Asal Malaysia Punya Tugas Baru

Semula Hanya Jadi OB, Anggota ISIS Asal Malaysia Punya Tugas Baru

News | Jum'at, 02 Oktober 2015 | 06:17 WIB

Terkini

Gagal Jadi JC, Sony Sonjaya Ternyata Belum Akui Perbuatan di Kasus Korupsi MBG

Gagal Jadi JC, Sony Sonjaya Ternyata Belum Akui Perbuatan di Kasus Korupsi MBG

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:19 WIB

Satu Tahun Dicuekin, Fariz RM Akhirnya 'Gas Pol' Seret Pelanggar Hak Cipta Lagunya ke Polisi

Satu Tahun Dicuekin, Fariz RM Akhirnya 'Gas Pol' Seret Pelanggar Hak Cipta Lagunya ke Polisi

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:16 WIB

Militerisme Menguat! 1.047 Pembela HAM Diserang di Era Prabowo-Gibran

Militerisme Menguat! 1.047 Pembela HAM Diserang di Era Prabowo-Gibran

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:15 WIB

Resmi! Kejagung Tolak Permohonan Justice Collaborator Sony Sonjaya: Dia Pelaku Utama

Resmi! Kejagung Tolak Permohonan Justice Collaborator Sony Sonjaya: Dia Pelaku Utama

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:57 WIB

Jejak Kelam Taufik Hidayat: Mantan Istri Juga Pernah Disiksa, Polisi Duga Masih Ada Korban Lain

Jejak Kelam Taufik Hidayat: Mantan Istri Juga Pernah Disiksa, Polisi Duga Masih Ada Korban Lain

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:54 WIB

Jakarta Rayakan HUT ke-499 dengan Komitmen Mengutamakan Kualitas Hidup Penduduk

Jakarta Rayakan HUT ke-499 dengan Komitmen Mengutamakan Kualitas Hidup Penduduk

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:53 WIB

Menkes Budi Ungkap Faktor Utama Masyarakat Masih Anti Vaksin: Takut Demam, Kurang Literasi

Menkes Budi Ungkap Faktor Utama Masyarakat Masih Anti Vaksin: Takut Demam, Kurang Literasi

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:40 WIB

KPK Cecar Presiden Borneo FC Nabil Husein Soal Aliran Uang Batu Bara Rita Widyasari

KPK Cecar Presiden Borneo FC Nabil Husein Soal Aliran Uang Batu Bara Rita Widyasari

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:31 WIB

Kejagung Sita Lamborghini hingga Kantor di Kasus Korupsi Izin Tambang Bauksit Kalbar

Kejagung Sita Lamborghini hingga Kantor di Kasus Korupsi Izin Tambang Bauksit Kalbar

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:22 WIB

Penyekap Wanita di Bandung Buron, Polisi Didesak Kerahkan Kemampuan Terbaik TangkapTaufik Hidayat

Penyekap Wanita di Bandung Buron, Polisi Didesak Kerahkan Kemampuan Terbaik TangkapTaufik Hidayat

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:18 WIB