5 Tokoh Toleran dan Pemikirannya tentang Perdamaian Tahun 2016

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 28 Desember 2016 | 10:03 WIB
5 Tokoh Toleran dan Pemikirannya tentang Perdamaian Tahun 2016
Ilustrasi toleransi beragama. (Shutterstock)

Suara.com - Kekerasan dan diskriminasi atas nama agama terus terjadi di Indonesia. Keyakinan, suku, dan ras menjadi alat untuk kepentingan mendapatkan kekuasaan di Indonesia, terutama jelang pemilihan umum (Pemilu).

Mereka yang menjadi sasaran intoleransi adalah kelompok minoritas, di antaranya Ahmadiyah, Syiah, Tionghoa dan nasrani. Kelompok lebian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) pernah menjadi bulan-bulanan untuk dipersalahkan.

Bahkan sampai penghujung tahun 2016 ini, sentimen negatif terhadap warga keturunan Cina menguat. Kebencian disebar dengan dalih nasionalisme dan kepentingan kelompok radikal.

Salah satu lembaga yang beruang untuk keberagaman dan toleransi, Wahid Institute pernah memberikan hasil survei tentang potensi intoleransi dan radikalisme sosial keagamaan di kalangan muslim Indonesia. Hasilnya, Indonesia masih rawan terhadap intoleransi dan radikalisme.

Suara.com, menemui tokoh-tokoh untuk digali pemikirannya tentang keberagaman, toleransi dan perdamaian. Wawancara dengan mereka bertujuan untuk memberikan perspektif 'jalan tengah' agar pemikiran masyarakat 'clear' tentang sebuah peristiwa.

Berikut para tokoh tersebut:

1. Nazaruddin Umar

Di mata dunia, citra Islam masih belum pulih meski ulama toleran menegaskan agama Allah itu cinta damai dan menentang aksi terorisme. Makanya, Islam phobia masih muncul di beberapa negara, terutama negara barat.

Sementara di Indonesia, Islam masih ‘tercoreng’ dengan aksi-aksi kelompok radikal yang berkumpul membentuk organisasi kemasyarakatan. Tak sedikit dari mereka menguasai masjid dan menyebarkan paham radikal lewat ceramahnya.

Tak heran, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) pernah menyebut banyak masjid di Jakarta yang menyebarkan paham intoleran. Imam Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar setuju dengan klaim BNPT.

Mantan Wakil Menteri Agama di bawah kepemimpinan Suryadharma Ali itu mengatakan Islam sesungguhnya mengajarkan toleransi terhadap semua hal. Dia menyebut, Islam itu moderat. Dia memaparkan 7 ciri alasan Islam sebagai agama moderat.

Dalam wawancara khusus dengan suara.com, Nasaruddin juga menyoroti soal masjid di Jakarta yang dinilai banyak menyebarkan paham radikal. Sebagai Imam Masjid Istiqlal, Nasaruddin punya solusi untuk menekan penyebaran radikalisme lewat masjid-masjid.

Profesor Nasaruddin Umar merupakan salah satu pendiri Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Dia lahir di Ujung-Bone, Sulawesi Selatan, 23 Juni 1959. Jabatan terakhir di pemerintahan, Nasaruddin pernah menjadi Wakil Menteri Agama Republik Indonesia selama 4 tahun. Sekarang Nasaruddin adalah Imam Besar Masjid Istiqlal.

Nasaruddin termasuk ulama yang toleran terhadap perkembangan teologi dunia. Pemikirannya memberikan solusi Islam yang damai tanpa terorisme. Nasaruddin Umar menamatkan studi pascasarjana di IAIN/ UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta dan mendapatkan gelar Magister (1992) serta doktoral (PhD) (1998). Selama studi kedoktorannya, dia sempat menjadi salah satu mahasiswa yang menjalani Program PhD di Universitas McGill, Montreal, Kanada (1993-1994). Nasaruddin juga sebagai salah satu mahasiswa yang menjalani Program Ph.D di Universitas Leiden, Belanda (1994-1995).

Setelah mendapatkan gelar doktoral, ia pernah menjadi sarjana tamu di Shopia University, Tokyo (2001), sarjana tamu di Saos University of London (2001-2002), dan sarjana tamu di Georgetown University, Washington DC (2003-2004). Dia adalah penulis dari 12 buku yang diantaranya Argumen Kesetaraan Jender Perspektif Al-Quran. Isinya yang menjabarkan hasil penelitian mengenai bias gender dalam Quran.

Simak wawancara selengkapnya dengan Nazaruddin Umar di sini

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gus Dur Pembela Minoritas yang Ditindas

Gus Dur Pembela Minoritas yang Ditindas

News | Selasa, 27 Desember 2016 | 18:22 WIB

Keluarga Keren, Tetap Guyub Rukun Walau Beda Agama

Keluarga Keren, Tetap Guyub Rukun Walau Beda Agama

News | Senin, 26 Desember 2016 | 19:05 WIB

Kebencian SARA Mengancam Hak Dasar Warga

Kebencian SARA Mengancam Hak Dasar Warga

News | Senin, 26 Desember 2016 | 13:29 WIB

Siapa Dalang di Balik Isu SARA?

Siapa Dalang di Balik Isu SARA?

News | Senin, 26 Desember 2016 | 11:56 WIB

Jan S. Aritonang: Jalan Panjang Hubungan Islam dan Kristen

Jan S. Aritonang: Jalan Panjang Hubungan Islam dan Kristen

wawancara | Senin, 26 Desember 2016 | 07:00 WIB

Panglima TNI Ajak Masyarakat Hormati Perayaan Natal

Panglima TNI Ajak Masyarakat Hormati Perayaan Natal

News | Kamis, 22 Desember 2016 | 06:46 WIB

Jokowi: Kesetiakawanan Sosial, Nilai Asli Bangsa Indonesia

Jokowi: Kesetiakawanan Sosial, Nilai Asli Bangsa Indonesia

News | Rabu, 21 Desember 2016 | 09:15 WIB

Toleransi Beragama Adalah Ciri Kemajemukan Bangsa Indonesia

Toleransi Beragama Adalah Ciri Kemajemukan Bangsa Indonesia

News | Rabu, 21 Desember 2016 | 08:20 WIB

Mendagri: Bicara Indonesia, Tak Perlu Masalahkan Perbedaan

Mendagri: Bicara Indonesia, Tak Perlu Masalahkan Perbedaan

News | Senin, 19 Desember 2016 | 12:42 WIB

Tjia May On: Fisikawan Partikel dan Nasib Sedih di Indonesia

Tjia May On: Fisikawan Partikel dan Nasib Sedih di Indonesia

wawancara | Senin, 19 Desember 2016 | 07:00 WIB

Terkini

Apa Saja Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong yang Sedang Viral?

Apa Saja Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong yang Sedang Viral?

News | Selasa, 29 September 2026 | 09:20 WIB

IHSG Dibuka Makin Merosot ke Level 6.100, Pantau MEDC

IHSG Dibuka Makin Merosot ke Level 6.100, Pantau MEDC

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 09:19 WIB

Harman Hapus 500 Ribu Tautan Produk Ilegal, 300 Ribu di Antaranya Barang Palsu JBL

Harman Hapus 500 Ribu Tautan Produk Ilegal, 300 Ribu di Antaranya Barang Palsu JBL

Tekno | Selasa, 29 September 2026 | 09:16 WIB

LRT Jabodebek Terganggu Saat Jam Sibuk, Rem Mendadak hingga Penumpang Menumpuk di Cawang

LRT Jabodebek Terganggu Saat Jam Sibuk, Rem Mendadak hingga Penumpang Menumpuk di Cawang

News | Selasa, 29 September 2026 | 09:11 WIB

Calon Komisaris-Direksi BRK Syariah Ditetapkan, Plt Gubri: Tunggu Hasil OJK

Calon Komisaris-Direksi BRK Syariah Ditetapkan, Plt Gubri: Tunggu Hasil OJK

Riau | Selasa, 29 September 2026 | 09:08 WIB

Sinyal 5G Makin Diperluas, Pemerintah Kini Kejar Kualitas dan Harga Murah

Sinyal 5G Makin Diperluas, Pemerintah Kini Kejar Kualitas dan Harga Murah

Tekno | Selasa, 29 September 2026 | 09:02 WIB

Kementerian PU Operasikan Tiga Pompa Atasi Kekeringan Sawah di Bekasi

Kementerian PU Operasikan Tiga Pompa Atasi Kekeringan Sawah di Bekasi

Bekaci | Selasa, 29 September 2026 | 08:59 WIB

Didampingi Istri, Oknum 'Abah' Mantan Pimpinan Ponpes Jalani Pemeriksaan Kasus Pelecehan Seksual

Didampingi Istri, Oknum 'Abah' Mantan Pimpinan Ponpes Jalani Pemeriksaan Kasus Pelecehan Seksual

Bali | Selasa, 29 September 2026 | 08:51 WIB

Bukan Lagi Rebut Infrastruktur, Ini Tantangan Kedaulatan Digital Indonesia

Bukan Lagi Rebut Infrastruktur, Ini Tantangan Kedaulatan Digital Indonesia

Tekno | Selasa, 29 September 2026 | 08:50 WIB

14 Kode Redeem FF 29 September 2026, Segera Klaim Reward Gratis dari Garena

14 Kode Redeem FF 29 September 2026, Segera Klaim Reward Gratis dari Garena

Tekno | Selasa, 29 September 2026 | 08:48 WIB

×