Suara.com - Kepala Dinas Tata Air Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu, Edi Rudiyanto mengatakan, rata-rata korban meninggal kapal penumpang Zahro Express yang terbakar sudah sulit dikenali.
"20 orang jasadnya sudah tidak bisa dikenali," kata Edi, saat dihubungi, Minggu (1/1/2017).
Pasalnya, menurut Edi, kondisi korban saat ini cukup memprihatinkan. Dia pun berharap tim identifikasi dari kepolisian dapat mengungkap identitas para korban.
"Karena sudah gosong banget. Nanti polisi yang akan mengidentifikasi, mungkin dari gigi atau tulangnya untuk mengetahuinya," tuturnya.
Untuk diketahui, KM Zahro terbakar tadi pagi. Sejauh ini, dilaporkan sudah ada 23 orang meninggal dunia, 17 orang mengalami luka-luka, sementara 17 orang hilang dan 194 orang selamat.
Dari 23 korban yang meninggal, tiga di antaranya berada di RS Atmajaya, sementara 20 lainnya dibawa ke RS Polri.